Efektivitas Belajar di Rumah Bergantung Peran Aktif Orangtua

Pendidikan

Efektivitas Belajar di Rumah Bergantung Peran Aktif Orangtua

Pandemi COVID-19 di Indonesia belum usai, dan masih terus diperangi bersama. Hingga Minggu (26/4/2020) telah terkonfirmasi sebanyak 8.882 kasus positif di tanah air. Sebanyak 1.107 orang dinyatakan sembuh dan 743 orang meninggal dunia. Dari total keseluruhan jumlah kasus, sebanyak 3.798 kasus positif disumbang Provinsi DKI Jakarta, dengan rincian, 353 meninggal dunia dan 335 orang dinyatakan sembuh.

Baik pemerintah pusat atau pun daerah sudah banyak mengeluarkan kebijakan untuk bisa menekan laju penyebaran pandemi yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini. Bahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pun diterapkan di berbagai wilayah penjuru nusantara.

Pemkab dan Pemkot Bekasi Perpanjang Waktu Belajar di Rumah

Selain PSBB, pemerintah juga menerapkan kebijakan belajar di rumah bagi para pelajar. Bagi guru, murid atau pun orang tua, kegiatan belajar dari rumah adalah hal baru. Kebijakan yang sudah berjalan sebulan lamanya ini tak jarang sering membuat para orang tua kewalahan agar bisa menciptakan proses belajar yang baik dengan hasil maksimal.

Proses belajar yang berbasis daring (dalam jaringan) ini menyebabkan siswa rentan kehilangan semangat belajar, sehingga baik guru dan orang tua harus mencari cara yang lebih menarik serta mendampingi anak lebih intens agar mereka tetap fokus, tetap engaged dan mendapatkan kualitas pembelajaran yang sama seperti saat di sekolah.

[Baca Juga: Orangtua Perlu Awasi Penggunaan Internet Anak Saat Belajar di Rumah]

Dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id, Sampoerna Academy Primary Principal Frida Dwiyanti menggarisbawahi bahwa keterlibatan orang tua merupakan aspek yang sama pentingnya dengan aspek infrastruktur dan metode pengajaran pada pengalaman belajar di rumah.

Agar anak bisa tetap fokus ketika sekolah atau belajar, Frida memberikan beberapa tips sebagai berikut:

1) Jangan Forsir Anak

Ada teori mengatakan bahwa fokus seorang anak itu tergantung dengan umur mereka. Anak berusia lima biasanya akan kuat untuk fokus selama lima menit, usia tujuh tahun tujuh menit mereka akan fokus selama tujuh menit, dan begitu seterusnya.

“Fokus tiap anak bisa berbeda, ada yang bisa fokus cukup lama kalau dia anak yang visual. Yang jelas, untuk anak kelas kecil itu paling banyak belajar 15,20, sampai 30 menit. Setelahnya tidak baik, pertama tidak baik untuk anak, dua anaknya akan capek dan bosan, sehingga tidak konsentrasi dan tidak akan mendapatkan apa-apa dari itu,” tuturnya.

2) Disiplin Kunci Utama

Sebaiknya, sebelum mereka memulai sesi sekolah, orangtua sudah harus tahu terlebih dahulu jadwal dari guru. Setelah mengetahui jadwal, langkah selanjutnya adalah menyiapkan keperluan anak, mulai dari tempat, pelengkapan untuk belajar sampai makanan seperti sarapan agar lebih siap dan fokus menghadapi pelajaran.

Untuk tempat, sebaiknya ada meja khusus untuk belajar dan jangan di tempat tidur. Karena nanti anak bisa rebahan sehingga tidak fokus dalam belajar. “Mengatur waktu juga penting, misalnya kalau ada pekerjaan rumah cari waktu yang pas untuk mengerjakan. Kasih pengertian juga kalau mereka sedang belajar tapi di rumah dan bukan sedang liburan. Lalu pantau juga saat mereka belajar dengan menggunakan ponsel atau laptop, jangan sampai mereka malah membuka hal-hal yang lain,” rinci Frida.

Orangtua Perlu Awasi Penggunaan Internet Anak Saat Belajar di Rumah

Frida menegaskan, kunci utamanya adalah displin dan hal itu dimulai dari orangtua. Pasalnya orangtua adalah role model atau panutan bagi anak-anaknya, maka dari itu sudah pasti tindak tanduk anak adalah hasil duplikasi anak terhadap orangtuanya.

"Kalau saatnya bangun, kita bangunkan mereka, begitu juga saat belajar ya kita ajak mereka belajar. Kalau kita displin, biasanya mereka akan mengikuti dan jadi terbiasa. Tapi kalau kita nggak disiplin, kita malas-malasan membangunkan mereka, membiarkan mereka terus bermain ya mereka jadi nggak displin juga," tukasnya.

3) Beri Waktu Jeda

Jangan lupa kalau ada jeda dari sesi belajar, orangtua bisa mengajak anak untuk menutup layar laptop atau meletakkan gawainya sejenak. Ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang membuat tubuh bergerak dan tidak ada hubungannya dengan sekolah.

Bisa dengan masak cepat, menonton televisi sedikit, atau apa pun yang bisa membuat mereka senang. Setelah Si Kecil senang, maka mereka akan dengan mudah bisa kembali fokus ke depan layar untuk belajar.

[Baca Juga: Zenius Education Luncurkan Aplikasi untuk Bantu Siswa Belajar di Rumah]

Farida menambahkan, hasil studi menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara keterlibatan orangtua secara langsung dengan keberhasilan siswa. “Meski orangtua memiliki kegiatan wajib yang dilakukan, terutama bagi orangtua yang bekerja, kami berharap orang tua tetap dapat bersama-sama dengan guru untuk memberikan pendampingan dan memainkan perannya agar anak-anak tetap mendapatkan kualitas pendidikan yang baik seperti ketika mereka belajar di kelas,” ujarnya.

Dengan menggunakan teknologi berbasis internet dan gawai atau laptop, sambung Frida, terkadang anak bisa kehilangan fokusnya karena belum mengerti metode belajar dari rumah. Karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenalkan kepada Si Kecil bahwa ada yang sedang mereka lakukan di rumah yaitu belajar, bukan liburan.


Read More

Artikel Lainnya

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.

Tiket Tambahan Konser Tur Westlife Dijual Mulai 10 Desember 202 2.jpg

Hobi dan Hiburan

Tiket Tambahan Konser Tur Westlife Dijual Mulai 10 Desember 2022

06 December 2022, 14:14

Pihak promotor mengumumkan akan mulai menjual tiket tambahan pada pekan ini untuk konser tur Westlife The Wild Dream Tour 2023 Jakarta.

Unplug, Ambisi Anak Bangsa Hadirkan Game Shooter ala Retro Buatan Dalam Negeri.jpg

Hobi dan Hiburan

Unplug, Ambisi Anak Bangsa Hadirkan Game Shooter ala Retro Buatan Dalam Negeri

06 December 2022, 12:02

PSE belum lama ini mengundang developer game GoldLime Studios untuk membahas proyek game ambisius mereka berjudul Unplug.

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM

Bisnis

Berupaya Dapatkan Pendanaan serta Coaching, 120 Tim Ikut Proses Hackaton IDPB MTPM

05 December 2022, 16:14

Inisiatif East Ventures melalui IDPB MTPM saat ini telah mencapai tahap coaching serta hackaton dengan total ada 120 tim yang mengikutinya.


Comments


Please Login to leave a comment.