Eksis 34 Tahun, Ini Sajian Kuliner Lotek Khas Kota Bandung.jpg

Kuliner

Eksis 34 Tahun, Ini Sajian Kuliner Lotek Khas Kota Bandung

Indonesia yang kaya akan ragam budayanya memiliki banyak variasi makanan yang membuat satu daerah dengan daerah lain mungkin mempunyai jenis kuliner yang hampir serupa tapi dengan rasa serta nama yang berbeda. Contohnya adalah olahan makanan yang biasanya mengombinasikan sayuran serta bumbu yang terbuat dari bahan dasarnya kacang. Dari mulai pecel yang terkenal di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Kemudian di Ibu Kota ada hidangan yang bernama gado-gado. Bagaimana dengan tanah Sunda seperti Kota Bandung? Adakah kuliner serupa?

Di tanah Sunda tentu saja terdapat olahan kuliner yang hampir serupa bernama lotek dan sekilas mungkin banyak yang berasumsi bahwa makanan dengan bahan dasar sayuran serta bumbu kacang ini serupa dengan gado-gado. Padahal faktanya terdapat perbedaan. Di mana hal yang ikonik dari lotek adalah keberadaan tempe, teras, gula merah, serta bawang putih yang dicampur dalam ulekannya ketika proses pembuatan bumbu kacangnya. Terdapat pandangan bahwa rasa lotek cenderung lebih manis bila dibandingkan gado-gado.

Eksis 34 Tahun, Ini Sajian Kuliner Lotek Khas Kota Bandun g.jpg

Bila Anda penasaran dengan kuliner khas Sunda ini dan sedang berkunjung ke Kota Bandung, maka terdapat satu lokasi yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Nama lokasi yang dimaksud adalah Lotek Alkateri yang berlokasi di Jalan ABC No.16 Kota Bandung. Usaha kuliner ini disebut sudah berdiri sejak tahun 1988 dan saat ini dikelola oleh generasi kedua Lotek Alkateri, yakni Bu Oom. Melihat usianya yang sudah eksis selama 34 tahun terakhir, tentu saja mencerminkan bagaimana para pelanggannya tetap setia dengan sajian lotek yang ada di sini.

Dengan harga yang terjangkau satu porsinya, yaitu Rp13.000, Anda sudah bisa membawa pulang sajian di Lotek Alkateri. Terdapat dua hal yang membuat sajian lotek di sini berbeda dengan di tempat lain di Kota Kembang selain dari rasanya. Pertama adalah dari pembungkusnya yang sebagaimana dilansir dari Bandung.go.id (15/9/2022) menggunakan kertas nasi serta daun pisang dengan Bu Oom yang akan memasukkan lotek ke dalamnya serta membungkusnya kerucut layaknya cone dari es krim.

[Baca Juga: Lotek Mahmud, Sajian Lotek Legendaris di Bandung]

Aspek kedua yang membedakan Lotek Alkateri adalah kerupuk yang digunakan di atasnya. Di mana pada umumnya kerupuk yang digunakan sebagai topping lotek adalah kerupuk berwarna kuning/orange yang kerap digunakan di ketoprak atau bubur. Tapi khusus di kuliner khas Kota Bandung ini adalah kerupuk keriting berwarna merah yang nantinya diaduk dengan loteknya dan menambah tekstur di saat Anda menikmatinya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.