Ekstrover Tidak Selalu Menderita Saat di Rumah Saja Ini Alasannya

Kesehatan

Ekstrover Tidak Selalu Menderita Saat di Rumah Saja. Ini Alasannya!

Orang-orang ekstrover mendapatkan energi dari berinteraksi dengan orang lain. Bila menerapkan physical distancing di tengah pandemi COVID-19, semua orang tak terkecuali para ekstrover akan terbatas dalam berbincang secara langsung dengan orang lain. Ini menjadi hal di luar kebiasaan para ekstrover. Dan pada umumnya, banyak yang cenderung beranggapan bila ekstrover lebih menderita dibandingkan para introver dalam situasi ini.

Namun, studi baru-baru ini yang yang dilakukan Greater Divide, konsultan penelitian berbasis di Virgina menunjukkan, ekstrover tidak lebih menderita dibandingkan introver selama melakukan physical distancing dan tidak bisa bepergian dengan bebas. Ketika diharuskan di rumah saja, ternyata kondisi ini tidak berpengaruh banyak pada kondisi psikologis mereka.

Ekstrover Tidak Selalu Menderita Saat di Rumah Saja Ini Alasannya

Melansir Psychology Today (20/5/2020), para peneliti dari Greater Divide itu mengumpulkan 1.000 orang dewasa di Amerika Serikat untuk menjadi sampel penelitian. Mereka diminta menjalani rangkaian tes kepribadian.

Dalam tes kepribadian tersebut, terdapat indikator yang bisa menentukan apakah partisipan tergolong introver atau ekstrover. Partisipan ditanya pula apakah pandemi COVID-19, khususnya aturan jaga jarak fisik secara negatif berpengaruh terhadap kesehatan mentalnya.

Hasilnya, penelitian itu menunjukkan bila para introver lebih banyak yang mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan para ekstrover. Mengapa demikian? Berikut beberapa alasan yang bisa menjelaskannya.

1) Ekstrover Cenderung Lebih Baik dalam Beradaptasi

Sebuah penelitian yang terbit di Journal of Personality pada tahun 2008 mengungkapkan bila orang-orang ekstrover cenderung menghadapi segala sesuatu lebih positif dibandingkan para introver. Ada pula penelitian di tahun 2011 yang mengungkapkan bila orang-orang ekstrover punya hubungan yang kuat dengan rasa optimisme, sedangkan invtrover diasosiasikan dengan neurotisme. Neurotisme adalah salah satu ciri kepribadian yang didefinisikan sebagai kecenderungan terhadap kecemasan, depresi, dan perasaan negatif lainnya.

Temuan-temuan tersebut bisa menjadi alasan mengapa para ekstrover lebih mudah beradaptasi saat dalam masa sulit, termasuk ketika menjalani physical distancing.

2) Ekstrover Punya Jaringan Sosial yang Luas

Orang-orang kini memiliki media sosial untuk terhubung satu sama lain walau jarak yang jauh memisahkan. Sebuah penelitian tahun 2011 menunjukkan bila para ekstrover memiliki lebih banyak teman di media sosial mereka. Dengan tetap berkomunikasi dalam jaringan pertemanan yang luas itu, para ekstrover cenderung mampu melewati physical distancing dengan baik

Para peneliti dari Greater Divide lebih lanjut menemukan bila neurotisme yang diasosiasikan dengan para introver memiliki efek buruk terhadap kesehatan mental. Itulah mengapa, dalam kasus penelitian ini, para introver merasa lebih menderita kala menjalani physical distancing.

[Baca Juga: Tips untuk Si Ekstrover Selama Physical Distancing]

[Baca Juga: 4 Tahap Memaafkan untuk Mental yang Lebih Sehat]


Read More

Artikel Lainnya

Titipku Perkuat Ekosistem Digital di Pasar Modern Paramount.jpg

Bisnis

Titipku Perkuat Ekosistem Digital di Pasar Modern Paramount

09 February 2023, 14:46

Titipku mengklaim ekosistem digital yang diterapkan perusahaannya di Pasar Modern Paramaount mampu mendorong model bisnis B2B2C, hingga menjadi lahan mengumpulkan pundi-pundi rupiah bagia Jatiper.

Lebih Dari 65 Ribu Penggemar Dewa 19 Sukses Semakkan Konser di JIS.jpg

Hobi dan Hiburan

Lebih Dari 65 Ribu Penggemar Dewa 19 Sukses Semarakkan Konser di JIS

09 February 2023, 11:44

Pada akhir pekan kemarin konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 sukses menghibur puluhan ribu baladewa dan baladewi yang berkumpul di JIS.

580 Usulan Masyarakat Diajukan di Musrenbang Kecamatan Bekasi Selatan untuk RKPD 2024.jpg

Berita Kawasan

580 Usulan Masyarakat Diajukan di Musrenbang Kecamatan Bekasi Selatan untuk RKPD 2024

08 February 2023, 15:59

Dalam Musrenbang Kecamatan Bekasi Selatan untuk RKPD 2024, lima kelurahan mengajukan 580 usulan dengan total pagu mencapai lebih dari ratusan miliar rupiah.

Kasus Diabetes Anak di Indonesia Meningkat Tajam, Ini Saran Pakar UG M.jpg

Kesehatan

Kasus Diabetes Anak di Indonesia Meningkat Tajam, Ini Saran Pakar UGM

08 February 2023, 13:57

Dengan data yang belum lama ini dirilis IDAI terkait semakin meningkatnya kasus diabetes terhadap anak, pakar kesehatan UGM memberikan sarannya agar buah hati Anda terhindar dari penyakit ini.


Comments


Please Login to leave a comment.