Empat Sekolah di Jakarta Sudah Terapkan Konsep Green Building.jpg

Properti dan Solusi

Empat Sekolah di Jakarta Sudah Terapkan Konsep Green Building

Kualitas udara di Ibu Kota sudah sejak lama memang dianggap tidak sehat akibat polusi dan tentu saja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tinggal diam dengan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang mampu menekan polusi udara. Di mana salah satunya adalah komitmen untuk berupaya mengejar nol emisi karbon dengan memastikan beragam kegiatan di Ibu Kota didorong bersifat emisi rendah. Hal tersebut realisasikan melalui sistem transportasi terintegrasi, kawasan emisi rendah, sampai uji emisi. Menariknya, konsep ini juga meluas hingga ke metode green building yang saat ini telah menyasar sekolah di Ibu Kota.

Sekadar informasi, konsep green building diterapkan dengan memastikan bahwa desain, konstruksi, hingga pengoperasian dari gedung itu dapat memberikan dampak positif untuk lingkungan. Konsep inilah yang juga direalisasikan Pemprov DKI Jakarta demi berupaya mengejar target nol emisi karbon. Setidaknya ada empat sekolah di Ibu Kota yang baru-baru ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan konsep tersebut.

Empat Sekolah di Jakarta Sudah Terapkan Konsep Green Buildin g.jpg

Sekolah yang telah melalui proses revitalisasi bertajuk Net Zero Carbon itu terdiri dari SDN Duren Sawit 14 di Jakarta Timur, SDN Grogol Selatan 09 di Jakarta Selatan, SDN Ragunan 08 Pagi, 09 Pagi, 11 Petang di Jakarta Selatan, dan SMAN 96 Jakarta di Jakarta Barat. Berdasarkan keterangan Anies, empat sekolah itu disebut bersifat hemat energi pengoperasiannya dengan sebagian besarnya dipasok dari sumber energi yang terbarukan. Bahkan untuk memastikan bahwa gedung-gedung sekolah itu merupakan green building, keempatnya sudah mendapatkan sertifikat Greenship Net Zero Healthy dari Green Building Council Indonesia pada 28 September 2022.

Dalam proses pembangunannya Green Building Council Indonesia membantu proses analisa hingga simulasi demi memastikan beragam aspek di bangunan sekolah itu bersifat ramah lingkungan. Dari mulai simulasi udara sebagai prediksi arah serta kecepatan datanganya angin sehingga membantu proses pembangunan bukaan untuk ventilasi. Kemudian radiasi matahari demi melihat bagian bangunan mana yang terkena paparan sinar matahari guna menekan penggunaan AC. Selain itu masih ada perhitungan maksimalisasi cahaya alami dan masih banyak lagi. Di mana semua ini harus sesuai dengan prinsip di kriteria nol emisi karbon yang mampu menurunkan Indeks Konsumsi Energi per tahun dengan bertumpu terhadap energi terbarukan.

[Baca Juga: Unair Hadirkan Konsep Green Building di Gedung Kuliah Bersama]

“Hari ini kita turut menjadi saksi peristiwa bersejarah bahwa hari ini kita di Jakarta resmi menjadi tempat pertama sekolah negeri yang mengusung konsep green building dan net zero emissions,” ungkap Anies, sebagaimana dikutip dari rilis yang diunggah di laman PPID.Jakarta.go.id (28/9/2022).

Dari sisi mengejar nol emisi karbon, Anies mengungkapkan bahwa bangunan sebenarnya merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam emisi karbon global dengan kontribusinya senilai 39 persen. Sehingga demi mengejar target nol emisi karbon, tentu saja bukan hanya kendaraan bermotor tapi gedung-gedung di Ibu Kota juga didorong bersifat ramah lingkungan. Dari sisi mengapa mengapa Pemprov DKI Jakarta justru memilih menerapkan konsep green building di bangunan sekolah terlebih dahulu, karena ternyata bangunan sekolah merupakan bangunan yang terbanyak dimiliki oleh pemerintah.

Selain itu alasan lainnya, menurut Anies, konsep green building di bangunan sekolah juga penting sebagai edukasi untuk para pelajar di dalamnya. Karena mereka merupakan generasi penerus yang sudah harus belajar membantu mengatasi masalah seperti pemanasan global yang menjadi isu dunia dan salah satu penanganannya adalah nol emisi karbon. “Kita ingin gedung-gedung sekolah menjadi inspirasi dan merangsang untuk berfikir, serta berimajinasi. Dia akan belajar dari bangunan ini, seperti electrical engineering, lalu solar panel, di situ ada fisika murni, ada fisika terapan. Jadi, materi yang ada di bangunan ini mendadak menjadi alat ajar untuk para guru,” tambahnya.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.