PTM di Semarang

Pendidikan

Evaluasi PTM, Dinkes Kota Semarang Skrining Guru dan Siswa

Kebijakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka sehubungan dengan penurunan level PPKM kota Semarang ke level 3 telah direalisasikan pada 30 Agustus 2021 lalu. Regulasi ini berlaku bagi sekolah tingkat TK, SD dan SMP yang sebelumnya telah melaksanakan uji coba PTM tahap 1 dan 2 dengan hasil yang baik. Hendrar Prihadi selaku Wali Kota Semarang menyampaikan bahwa Pembelajaran Tatap Muka dimungkinkan untuk dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri saat kota Semarang mengalami penurunan status PPKM ke level 3 pada bulan Agustus 2021 lalu.

Saat ini Pembelajaran Tatap Muka sudah dilakukan lebih dari sepekan oleh beberapa sekolah di kota Semarang. Untuk itu sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 di sekolah, Dinas Kesehatan Kota Semarang mulai melakukan skrining deteksi Covid-19. Dari hasil skrining yang dilakukan di semua sekolah yang melakukan PTM, tidak ditemukan kasus penularan COVID-19 di sekolah karena dari skrining guru dan murid menunjukkan hasil negatif. “Hampir rata-rata semua sekolah dilakukan skrining. Teman-teman puskesmas yang wilayah kerjanya ada sekolah kami minta untuk sampling. Hasilnya sejauh ini negatif semua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam.

evaluasi PTMOK.jpg

Walaupun guru dan murid telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali, namun hal ini tidak menjamin mereka bebas dari penularan COVID-19. Untuk itu perlu dilakukan skrining agar jika nantinya ditemukan kasus terkonfirmasi positif akan lebih cepat diketahui. Pihaknya kemudian mengambil sampel dari tiap sekolah yang meliputi sampel dari 10 guru dan sampel dari 10 siswa. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya cluster penyebaran baru disekolah karena baik siswa maupun guru berisiko menjadi carrier. “Kalau ketahuan duluan, dikarantina. Itu lebih bagus dari pada kena kemudian nyebar kemana-mana,” tambah Hakam.

Skrining yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan merupakan salah satu bentuk evaluasi dari kegiatan Pembelajaran Tatap Muka yang telah berlangsung selama dua minggu. Dinas Kesehatan berperan sebagai regulator di tingkat kota untuk melakukan samping kepada pihak SD dan SMP disertai pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan. “Kalau mengadakan PTM, sarana prasarana, cuci tangan, suhu, dan sebagainya harus dikelola dengan baik. Kalau ternyata tidak tersedia, pengawas pasti akan tegur. Kami sebagai regulator kesehatan di tingkat kota melakukan sampling untuk SD dan SMP,” terangnya.

Menanggapi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka yang telah dilakukan oleh beberapa sekolah di Kota Semarang, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan jika hingga saat ini PTM yang telah berlangsung selama dua minggu di Kota Semarang berjalan dengan lancar dan tidak ditemukan permasalahan berarti. Pola Pembelajaran Tatap Muka saat ini masih dibatasi sebanyak 50 persen saja dimana sebagian kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring dan sebagian lainnya dilakukan secara luring.

evaluasi PTMOK2.jpg

Selain skrining yang dilakukan di sekolah, Dinas Kesehatan juga akan melakukan hal serupa di tempat-tempat lain seperti pasar, perkantoran dan tempat-tempat umum mengingat status PPKM level 2 saat ini memberikan kelonggaran pada tempat-tempat usaha untuk membuka aktivitasnya kembali. Pihaknya juga melakukan tracing terhadap pasien COVID-19 yang telah melakukan kontak erat dengan beberapa orang. Semua kegiatan skrining dan tracing ini akan dievaluasi oleh pengawas Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan.

Pola tracing yang dilakukan kepada pasien COVID-19 yang melakukan kontak erat dengan beberapa orang dapat disimulasikan jika ditemukan satu pasien Covid-19 maka nantinya akan ada 10-15 kontak erat yang harus dilakukan tracing. Namun sejauh ini setelah dilakukan tracing kepada 3.893 specimen selama satu minggu terakhir, didapatkan hasil 3.629 negatif dan 64 positif. “Misalnya, minggu ini teman-teman menemukan kasus positif di sekolah. Teman-teman saya minta tambahi 10 kontak erat yang bersangkutan. Kalau ditemukan lagi, cari lagi 10 kontak erat,” ujar Hakam dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (12/9/2021).


Read More

Artikel Lainnya

Penanjakan

Berita Kawasan

Sensasi 8 Derajat dan Sunrise yang (Nyaris) Tidak Terlihat di Penanjakan

21 September 2021, 21:09

Sejak dini hari, tempat ini sudah mulai dikunjungi masyarakat, beberapa bersama pasangan, keluarga, atau pun rekan-rekannya.

Desa Wisata Edelweis

Berita Kawasan

Desa Wisata Edelweis, Tempat Baru dengan Hamparan Bunga Abadi

21 September 2021, 20:08

Baru sekitar satu bulan disediakan café bagi pengunjung di tempat ini. Sebelumnya, tempat ini hanya berupa perkebunan saja.

Permudah Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Dilunc urkan.jpg

Kesehatan

Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Diluncurkan

21 September 2021, 19:07

Dengan menggandeng RS Mitra Keluarga, AlteaCare permudah pasien, khususnya dengan penyakit kronis, berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa perlu keluar dari rumah.

Laque Outfit 3.jpg

Kecantikan dan Fashion

Model Baju Kekinian Ala Drama Korea? Cek di Laque Outfit

21 September 2021, 18:08

Sedang mencari aneka outfit ala Drama Korea? Cobalah untuk melihat-lihat di Laque Outfit, sebuah toko Butik di Bandung.


Comments


Please Login to leave a comment.