24.jpg

Berita Kawasan

Faktor Ini Perlu Dipahami Pemilih dalam Pemilu Presiden 2019

Pemilihan umum atau pemilu presiden tidak lama lagi akan berlangsung. Calonnya pun sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 20 September kemarin, yakni Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Para kandidat pemilu presiden 2019 ini juga tentunya sudah dikenal masyarakat. Tetapi, apakah masyarakat sudah siap jadi pemilih cerdas yang bisa menyumbangkan suara demi Indonesia yang lebih baik?

Sejatinya, setiap pemilik hak suara memang harus jadi pemilih cerdas. Dengan demikian, mereka akan memilih calon presiden berdasarkan visi, program kerja, serta fakta dan data, bukan karena citra atau omongan orang semata. Sementara untuk bisa jadi pemilih seperti ini, ada beberapa faktor yang harus dipahami oleh setiap individu. Ekonomi adalah salah satu faktornya.

Ekonomi bisa dikatakan faktor paling penting karena berkaitan dengan seluruh lapisan masyarakat. Tidak ada yang bisa lepas dari kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi ini. Sebab itulah, penting untuk memahami kondisi ekonomi sebelum memilih atau mengikuti pemilu presiden 2019. Hal ini pula yang mendasari IndoSterling Forum menggelar diskusi bertema “Memilih Pemimpin Masa Depan Pro Ekonomi Rakyat”.

Diskusi ekonomi yang digelar pada medio Agustus 2018 di auditorium Conclave, Jalan Wijaya 1 No. 5C, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini memang bertujuan menambah wawasan masyarakat tentang kondisi ekonomi terkini di Indonesia. Diharapkan, masyarakat memahami kondisi tersebut sehingga mampu menentukan pilihan yang tepat, atau memilih pemimpin yang mampu mendukung dan meningkatkan ekonomi rakyatnya.

“Ini (ekonomi) menjadi hal penting untuk diketahui pemilih di Indonesia. Jangan sampai kita salah memilih pemimpin karena akan berdampak pada nasib bangsa lima tahun ke depan,” ucap Deasy Sutedja, Communication Director IndoStreling Group saat membuka diskusi tersebut.

Diskusi ini menghadirkan dua pembicara yang kompeten di bidang ekonomi, yakni Anggota DPR Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Pengamat Ekonom Faisal Basri. Keduanya bergantian menyampaikan materi kepada audience yang datang ke diskusi tersebut. Sehingga, hal ini menambah wawasan sekaligus menjadikan para audience sebagai calon pemilih cerdas.

Kondisi Ekonomi Terkini

Sedikit mengulas tentang jalannya diskusi, para narasumber sama-sama menjabarkan tentang kondisi ekonomi terkini di Indonesia melaui materi-materi yang sudah disiapkan sebelumnya. Seperti Mukhamad Misbakhun. Dia mengatakan ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya sudah pro rakyat. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai program ekonomi yang dihadirkan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikasi tanah, tax amnesty, dan Pajak Penghasilan (PPh) 0,5 persen.

“KUR saat ini sudah semakin murah (bunganya). Sementara sertifikasi tanah, ini juga jadi langkah pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan modal usaha lebih besar. Tax amnesty yang flat 0,5 persen, serta PPh yang cuma 0,5 persen juga dihadirkan untuk memberi peluang ‘relaksasi’ pada para pengusaha kecil,” kata anggora DPR Komisi Ekonomi (keuangan, perbankan) tersebut.

Sedikit berbeda dengan yang disampaikan Faisal Bahri. Pengamat ekonomi ini tidak memungkiri kalau pemerintah saat ini sudah mendukung dan berupaya meningkatkan ekonomi rakyat. Tetapi, dukungan dan upaya itu belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Ada kalangan yang kian terpuruk di saat kalangan lainnya semakin merasa nyaman.

“Masyarakat Indonesia ini bisa dibilang terdiri dari (kelas ekonomi) 40 persen bottom, 40 persen middle, dan 20 persen up. Yang 40 bottom ini harus lebih ditingkatkan karena kondisinya tidak sama dengan middle dan up. Contohnya kalangan petani. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), gaji petani ini malah turun. Dari dari (rata-rata) Rp38.955 per hari (pertengahan 2014) ke Rp37.830 (kuartal pertama 2018). Ini jelas berbanding terbalik dengan kita, kalangan menengah yang gajinya terus naik,” paparnya.

Sebab itulah, Faisal Basri bilang kalau masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin di pemilu presiden 2019 nanti. Di sisi lain, dia sendiri mengaku baru akan menentukan pilihan setelah mencermati visi-misi atau program yang ditawarkan setiap calon. “Saat ini saya belum tahu apakah calon incumbent akan menyempurnakan program kerja agar peningkatan ekonomi bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat, atau pesaingnya menawarkan hal lain yang bisa membawa ekonomi Indonesia jadi lebih baik secara keseluruhan. Tapi intinya, saya bakal pilih yang punya program untuk membereskan masalah bottom 40 ini,” tandasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Pendidikan

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

02 April 2020, 08:00

Terdapat makna bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus ketika digelar peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia.

Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme

Kesehatan

Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme Sedunia

02 April 2020, 07:00

Pada Hari Kesadaran Autisme Sedunia, masyarakat seharusnya melihat keragaman yang dimiliki penyandang autisme sebagai kesatuan, bukan perbedaan.

Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing

Kesehatan

Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing

01 April 2020, 21:00

Dalam peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia, penyandang autis asal Inggris memberikan sarannya untuk para penyandang lainnya di kala momen social distancing seperti saat ini.

Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD

Kesehatan

Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD

01 April 2020, 20:00

Tahukah Anda bahwa ada istilah ASD untuk mendeskripsikan penyandang autisme? Istilah ini lebih baik dibandingkan menyebut seseorang sebagai penyandang autis.


Comments


Please Login to leave a comment.