Fantastis Life Autism, Kemampuan Anak dengan Autisme Ini Perlu Diperhatikan

Pendidikan

Fantastis Life Autism, Kemampuan Anak dengan Autisme Ini Perlu Diperhatikan

Bagi orangtua yang bisa membawa buah hatinya ke dunia, tentu memandang momen ini sebagai anugerah Tuhan yang perlu dijaga dan terus dipandu dalam proses tumbuh kembangnya. Hal ini juga turut dirasakan Erita Sitorus yang sudah selama 25 tahun terakhir mengurus putranya bernama Cohen yang merupakan orang dengan autisme atau Spektrum Autisme (SA). Ia pun memiliki pesannya untuk para orangtua anak SA lainnya mengenai berbagai kemampuan yang perlu diperhatikan untuk buah hati mereka.

Ibu yang memiliki profesi sebagai tenaga pengajar di Fakultas Vokasi pada salah satu universitas swasta di Jakarta ini menjelaskan, dibutuhkan kesabaran serta kasih sayang tanpa mengenal waktu dari orangtua terhadap buah hatinya yang menyandang autisme. Di mana orangtua perlu juga memperhatikan kira-kira metode apa yang tepat untuk diterapkan sebagai bekal pendidikan dalam tumbuh kembang mereka.

Fantastis Life Autism, Kemampuan Anak dengan Autisme Ini Perlu Diperhatikan

“Perlu dikembangkan kognitifnya, anak SA tidak dapat konsentrasi, sehingga pelajaran sulit dipahami. Di sini kita sebagai orangtua lihat apa yang diminatinya, itu yang kita kembangkan. Misalnya dia suka musik, menggambar dan lainnya,” sebutnya kepada PingPoint.co.id melalui aplikasi chat (1/4/2020).

Selain kognitifnya, sisi psikomotornya juga menurut Erita sangatlah penting untuk berusaha dibina oleh orangtua. Ia mencontohkan, di sini orangtua bisa secara perlahan mengajarkan mengenai cara menyikat gigi yang benar, menerapkan sabun ke tubuh ketika mandi, merapikan tempat tidur sendiri, mencuci tangan sebelum makan. Bahkan bila secara tepat diajarkan dengan penuh kesabaran, keluarga juga dapat mengajari buah hatinya dengan autisme untuk bantu-bantu di rumah.

[Baca Juga: Keluarga Jadi Elemen Penting untuk Pendidikan Anak dengan Autisme]

“Sebenarnya anak SA, memiliki kelebihan yang luar biasa yang Tuhan anugerahkan yaitu daya ingat yang kuat. Anak saya Cohen ini ingat dengan apa yang saya ajarkan, contoh membuang sampah harus di tempat sampah, menyimpan peralatan atau barang pada tempatnya, matikan lampu teras kalau sudah pagi, nyalakan kalau sudah sore. Nah hal-hal ini dilakukannya dengan baik,” tuturnya.

Namun selain berbagai hal yang diajarkan setiap harinya oleh keluarga, Erita mengatakan, ada sejumlah hal yang juga perlu dilatih oleh profesional atau melalui terapi tertentu. Putranya sempat tidak bisa bicara hingga di usia tiga tahun dan ini membuat dirinya membawa Cohen untuk ikut terapi wicara yang dijalani selama setahun. Hasilnya pun Cohen bisa berbicara. Selain itu, ada juga kondisi anak penyandang autisme yang hiperaktif, sulit tidur, kerap menyakiti dirinya sendiri, bahkan mengamuk dan menyerang orang lain. Jika seperti ini, Erita sangat menyarankan untuk dibawa ke psikiater.

“Yang pasti bila orangtua dapat mengasihi anak SA tanpa syarat, maka anak SA akan tumbuh dan berkembang dengan bahagia,” pungkasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.