Fenomena Meningkatnya Pecinta Sneaker di Indonesia.jpg

Kecantikan dan Fashion

Fenomena Meningkatnya Pecinta Sneaker di Indonesia

Di Indonesia, sneaker mulai kembali diminati sejak lima tahun silam, tepatnya pada 2013. Brand Adidas ialah pemicu dalam mengembalikkan nafsu para pengoleksi sneaker di Indonesia dengan melahirkan sepatu Yeezy yang didesain khusus oleh rapper asal AS Kanye West.

Padahal, sneaker sebenarnya sudah mulai booming di Indonesia sejak 1990-an. Hal itu datang dari vokalis Nirvana, Kurt Cobain, yang memopulerkan sepatu Converse buluk nan kerennya ketika di atas panggung. Lalu, ada brand Nike yang memperkenalkan kolaborasi ciamiknya dengan pebasket Michael Jordan, yang melahirkan Air Jordan.

Fenomena perkembangan sneaker di Indonesia semakin meluas. Bahkan, banyak yang rela mengeluarkan kocek lebih untuk mendapatkan sneaker impiannya.

[Baca Juga: Jakarta Sneaker Day 2019 Ajang Pembuktian Brand Lokal]

Menurut info yang didapat dari Solecollector.com (2/26/2019), hingga kini tidak ada yang benar-benar tahu mengapa orang memiliki obsesi dalam mengoleksi barang atau sneaker tertentu.

Bagai pisau bermata dua, kehadiran fenomena mengoleksi sneaker di Indonesia tentu melahirkan sisi positif maupun negatif. Sisi positifnya, jelas dengan menjamurnya komunitas sneaker di Indonesia, pecinta sneaker kini tak lagi sulit dalam mencari sneaker yang diinginkan dan langka.

Selain itu, para kolektor juga bisa memanfaatkan sneaker untuk berinvestasi. Karena jika memiliki beberapa koleksi sneakers langka, nilai harga dari sneaker bakal melonjak dari harga yang awal.

[Baca Juga: Serasikan Model Sepatu Bersama Pasangan di Hari Valentine]

Belum lagi, adanya para kolektor lain yang rela membayar lebih untuk mendapatkan sneaker langka (limited edition) yang Anda punya.

Di sisi lain, tumbuh pesatnya sneaker di Indonesia, berpengaruh juga terhadap sistem penjualan yang ada. Kini, telah banyak reseller yang berani menjual sneaker dengan harga dua kali lipat lebih mahal dari harga retail.

Belum lagi para kolektor yang sudah keranjingan seringkali salah mengartikan kecintaannya dengan cara pamer yang berlebihan atau terlalu konsumtif terhadap sneaker.

Padahal sejatinya, berburu sneaker itu harus dilakukan dengan kecintaan bukan dengan berlebihan. Intinya, Anda harus bijak dalam menyesuaikan kebutuhan Anda dengan baik dan benar tanpa berlebihan.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.