FET Sampoerna University Produksi dan Donasi 362 Alat Pelindung Wajah

Pendidikan

FET Sampoerna University Produksi & Donasi 362 Alat Pelindung Wajah

Setiap harinya jumlah kasus pandemi COVID-19 terus bertambah. Hingga Minggu (26/4/2020) dilaporkan pemerintah melalui situs covid19.go.id, tercatat sebanyak 8.882 kasus positif COVID-19 se-Indonesia. Rinciannya, 1.107 orang dinyatakan sembuh dan 743 orang meninggal dunia. Dari total keseluruhan jumlah kasus tersebut, sebanyak 3.798 kasus positif disumbang Provinsi DKI Jakarta, dengan rincian, 353 meninggal dunia dan 335 orang dinyatakan sembuh.

Hampir dua bulan para tenaga medis berjuang di garda depan menghadapi wabah yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini, harapan besar negeri ini ada di pundak mereka. Ironisnya, tenaga medis masih saja kesulitan memperoleh baju alat pelindung diri yang aman dari penularan. Padahal pada awal April lalu, pemerintah optimistis dapat menyediakan 18 juta potong APD per bulan, tetapi hingga kini belum didistribusikan dengan baik.

[Baca Juga: Puskesmas di Kota Bogor Tetap Beroperasi Normal dengan APD Lengkap]

Di tengah pandemi, baju APD sekali pakai diperebutkan banyak negara, termasuk bahan bakunya. Sebaliknya, di dalam negeri produksi baju APD kian marak, dan hasil produksinya diserap kelompok masyarakat atau para pemberi donasi.

Berkenaan itu, Faculty of Engineering & Technology (FET) Sampoerna University menggagas kerjasama dengan PT. Flexitech Evolusindo dan Asosiasi Printer Tridimensi Indonesia (Printridi) untuk memproduksi dan mendonasikan alat pelindung wajah (face shield mask) bagi para tenaga medis.

“Menyadari kebutuhan yang mendesak itu, Sampoerna University menginisiasi upaya produksi dan donasi alat pelindung wajah kepada para tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan COVID-19 di Jakarta,” tutur Head of Mechanical Engineering Study Program, Farid Triawan dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id.

FET Sampoerna University Produksi dan Donasi 362 Alat Pelindung Wajah

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelum produksi terlebih dulu diadakan konsultasi mengenai desain dengan Asosiasi Printridi agar memenuhi standar medis. Kemudian, sambung dia, proses produksi dilakukan mandiri dengan mengandalkan teknologi pencetakan 3D di laboratorium FET.

“Para dosen Design Communication Visual FET Sampoerna University pun turut bergabung membuat desain yang bisa diproduksi secara massal di pabrik. Saat ini, kami sudah mulai mendistribusikan alat pelindung wajah secara bertahap ke beberapa rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya, misalnya Rumah Sakit MMC dan Rumah Sakit Pondok Indah, dan RS Awal Bros Bekasi Timur. Total telah didonasikan 150 alat pelindung wajah ke RS MMC Kuningan Jakarta, 130 ke RS Pondok Indah, dan 82 ke RS Awal Bros Bekasi Timur,” bebernya.

[Baca Juga: Ketua Tim Penggerak PKK Depok Dorong Konveksi Produksi Pakaian APD]

Sebagai salah satu penerima donasi, pihak Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (RS MMC) Kuningan, Jakarta Selatan merasa sangat terbantu. Tidak lupa, dihaturkan pula rasa terima kasih dan apreasiasi atas aksi sosial ini.

“Donasi alat pelindung wajah ini diterima pihak rumah sakit dengan baik. Terima kasih kepada Sampoerna University yang telah menyumbangkan 150 alat pelindung wajah pada RS MMC Kuningan sebagai bentuk nyata dukungan pada para tenaga medis di sini,” terang dr. Sasha, salah satu anggota tim humas RS MMC.

FET Sampoerna University Produksi dan Donasi 362 Alat Pelindung Wajah

Sebelumnya, diberitakan katadata.id, Sabtu (18/4/2020) lalu, Ikatan Dokter Indonesia atau IDI mengkritisi proses pendistribusian APD yang terhambat birokrasi dan juga tak merata. Ketua Umum IDI Daeng Faqih menyebutkan, distribusi APD diprioritaskan kepada rumah sakit rujukan COVID-19 milik pemerintah, dampaknya sejumlah rumah sakit swasta mengalami kondisi minim APD.

Daeng pun berharap agar BNPB bisa lebih tanggap mengenai distribusi APD. Apalagi, minimya APD menjadi salah satu penyebab gugurnya tenaga medis dan tenaga kesehatan selama menangani pasien COVID-19.

Akibat hal itu, Daeng menyebut banyak dokter yang memodifikasi sendiri APD saat menangani pasien. Padahal, APD yang dibuat sendiri, seperti dari plastik biasa, tak bisa 100% menjaga tenaga medis dari penularan. "Mereka sudah ajukan ke pemerintah daerah masing-masing, namun yang diberikan sangat terbatas," ungkapnya.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Hanna56 2 years, 5 months lalu
    hanna56

    bosan di rumah terus karena wabah ini ❓ ❔ buruan join di ⁣poker165.co ,permainan poker paling seru. dan jangan lewatkan bonus atau event dengan hadiah mencapai milyaran. menjadi ⁣milyarder bukan mimpi lagi untuk pemain poker165.co 👍