FIK UI Inovasikan Screening Penyakit Tidak Menular Melalui Apps Ini.jpg

Pendidikan

FIK UI Inovasikan Screening Penyakit Tidak Menular Melalui Apps Ini

Walau saat ini bayangan pandemi COVID-19 yang merupakan penyakit menular terus menjadi fokus tapi ini tak berarti ancaman penyakit tidak menular bisa diremehkan. Setidaknya ada sekitar empat penyakit tidak menular yang kerap muncul di tengah masyarakat dan ini biasanya dipicu dari pola hidup Anda. Dari mulai penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, hingga diabetes. Oleh karena itulah diperlukan screening sedini mungkin demi mencegah potensi telat mengetahui bahwa Anda mengidap salah satu penyakit tersebut. Dari kondisi inilah mengapa apps mCARE diciptakan.

Aplikasi untuk perangkat ponsel pintar Android ini diciptakan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang disebut dikembangkan dalam upaya mendeteksi dini faktor risiko Anda mengidap penyakit tidak menular. Inovasi ini dipicu dengan data yang menyebutkan bahwa di tahun 2015 saja ada 40 juta kematian dari total 50 juta kematian di dunia yang disebabkan oleh penyakit tidak menular dengan jenis yang paling sering terjadi di Indonesia adalah penyakit jantung koroner.

IK UI Inovasikan Screening Penyakit Tidak Menular Melalui Apps Ini.jpg

Seperti yang disebutkan di atas, penyakit tidak menular sangat dipengaruhi dengan pola hidup sehari-hari, khususnya yang memang memiliki efek negatif secara jangka panjang terhadap tubuh. Contohnya adalah merokok, pola tidur yang tidak baik, konsumsi minuman beralkohol dan lainnya. Sehingga dosen FIK UI Hening Pujasari, S. Kp., M. Biomed., MANP., Ph.D, selaku pengembang mCare memasukan beragam konten tentang gaya hidup tersebut yang bisa Anda sesuaikan dengan kondisi diri (diisi secara jujur) dan ini dapat sebagai dijadikan screening penyakit tidak menular.

Hening bersama tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa FIK UI pun mencoba menggunakan aplikasi ini di tiga posyandu yang berada di Kota Depok. Sebagaimana dilansir dari ui.ac.id (12/1/2021) pada kegiatan yang digelar secara virtual pada akhir Desember 2020 ini ada sekitar 22 kader posyandu yang berasal dari Posyandu Anggrek, Posyandu Flamboyan, dan Posyandu Wijayakusuma. Di sini puluhan kader posyandu itu dikenalkan dengan mCARE yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk semua usia, khususnya dalam hal ini di tempat para kader posyandu itu berkarya.

[Baca Juga: Wali Kota Depok Umumkan Rencana Revitalisasi Posyandu]

Dari sisi tim pengabdian masyarakat FIK UI, mereka memiliki target dengan mCARE ini dapat mampu mengurangi sepertiga kematian dini yang dipicu penyakit tidak menular dengan tindakan preventif serta pengobatan dini dan menaikkan kesehatan mental serta kesejahteraan. Karena kesehatan mental juga turut berperan dalam risiko munculnya penyakit tidak menular.

Karena masih berada dalam tahap pengembangan, untuk sekarang mCARE hanya bisa diberikan aksesnya kepada para petugas kesehatan dan kader posyandu. Namun ke depannya saat sudah siap maka aplikasi ini disebut bisa diluncurkan dan digunakan publik untuk screening dini penyakit tidak menular. Apalagi saat dicoba oleh pihak posyandu penggunaannya terbilang mudah dan hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 10 menit untuk proses pengisian data serta pertanyaannya untuk screening.

Read More

Artikel Lainnya

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

Kesehatan

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

23 January 2021, 20:08

Penemuan yang dipublikasikan di Nature ini, memberikan bukti terkuat bahwa sistem kekebalan tubuh dapat "mengingat" virus dan secara luar biasa terus meningkatkan kualitas antibodi.

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

Pendidikan

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

23 January 2021, 18:07

Gaya belajar pada dasarnya adalah kunci pengembangan dan kinerja diri. Gaya belajar membantu anak untuk dapat belajar secara efektif dan dapat memaksimalkan belajar.

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

Berita Kawasan

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

23 January 2021, 15:51

Sejumlah pedagang kebutuhan peribadatan penganut Konghucu pun sudah menggelar aneka hiasan dan kebutuhan untuk perayaan Imlek.

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

Kesehatan

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

22 January 2021, 18:09

Usai menjalani penetapan Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih, Sanusi menuturkan jika kebijakan swab massal ASN semata-mata untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.