Finalis Dua Kategori XTC 2020, Qlue Tumbangkan Ribuan Peserta Lainnya1.jpg

Bisnis

Finalis Dua Kategori XTC 2020, Qlue Tumbangkan Ribuan Peserta Lain

Perusahaan rintisan (startup) penyedia layanan ekosistem kota cerdas, Qlue mewakili Indonesia berhadapan dengan 2.419 peserta dari 87 negara di ajang kompetisi para startup terbesar di dunia Xtreme Tech Challenge (XTC) 2020.

Ajang yang bertujuan untuk mendukung dan memilih inovator-inovator yang ahli memaksimalkan teknologi untuk memudahkan urusan manusia dalam berbagai bidang seperti agrikultur, makanan dan air, energi, pendidikan, fintech, kesehatan, transportasi dan kota cerdas.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini XTC juga memberikan penghargaan pada startup yang memiliki terobosan dalam menanggapi pandemi COVID-19, dan founder wanita terbaik, yang inovasinya mendorong solusi untuk tantangan global.

[Baca Juga: Wujudkan Smart City, Kota Tangerang Optimalkan Teknologi Informasi]

Dalam keterangan pers yang diterima PingPoint.co.id, Qlue berhasil menyabet predikat sebagai finalis untuk dua kategori sekaligus, yakni smart cities dan inovasi COVID-19 di kompetisi XTC 2020. Co-Founder of XTC, President and Chief Strategy Officer, Samsung Electronics Young Sohn, pun memberikan selamat kepada Qlue dan 51 finalis lainnya.

Finalis Dua Kategori XTC 2020, Qlue Tumbangkan Ribuan Peserta Lainnya2.jpg

“XTC adalah tentang upaya kolektif dari para pemimpin industri, pengusaha, dan para ahli yang bergabung untuk membuat kemajuan nyata untuk memecahkan tantangan terberat di dunia. Hal itu tidak akan terjadi tanpa para inovator yang brilian dari seluruh dunia. Saya ucapkan selamat kepada para finalis, yang dipilih dari tim-tim terbaik yang mendaftar tahun ini. Kami tidak sabar untuk fase kompetisi berikutnya. Bersama-sama, kita akan mengubah ide menjadi kenyataan, dan membuat inovasi terobosan dalam pelayanan masyarakat,” ucapnya.

Sesi Virtual Boothcamp

Pada fase kompetisi berikutnya, Qlue akan mengikuti beberapa sesi virtual bootcamp di bulan ini bersama dengan finalis lainnya dan mengikuti final global pada 15 Juli mendatang. Rencananya, sesi final global XTC akan digelar di Paris, Perancis, namun karena pandemi seluruh kegiatan akan diselenggarakan secara virtual.

Founder sekaligus CEO Qlue, Rama Raditya tak bisa menyembunyikan rasa bangga atas capaian perusahaan besutannya itu. Capaian ini, disebutnya sebagai bukti bahwa perusahaan rintisan asal Indonesia memang mumpuni dan bisa bersaing di kancah global. Dia pun berharap melalui ajang ini, Qlue bisa membawa nama Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi, sekaligus membuka peluang bisnis di tingkat dunia. “Ini merupakan sebuah pengakuan atas hasil kerja keras kami dalam mengimplementasikan teknologi smart city dan menciptakan solusi inovasi untuk menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia,” tutur dia bangga.

Finalis Dua Kategori XTC 2020, Qlue Tumbangkan Ribuan Peserta Lainnya3.jpg

Ada pun inovasi Qlue yang turut berkontribusi menangani pandemi di tanah air, terwujud lewat penambahan beberapa label baru terkait pandemi ke dalam aplikasi pelaporan masyarakatnya, seperti QlueApp; rumah sakit penuh, kelangkaan alat medis, kerumunan warga, suspect COVID-19, bantuan sembako, dan potensi mudik. Laporan dari QlueApp ini, sambung Rama, juga terintegrasi dengan platform IndonesiaBergerak.com, platform digital yang berisi informasi mengenai pandemi yang digagas oleh MDI Ventures, Qlue dan beberapa startup lainnya.

Lebih jauh Rama menjelaskan, sejak diluncurkan di akhir Maret, sudah ada 883 laporan terkait COVID-19 yang masuk melalui QlueApp. Laporan didominasi oleh kerumunan warga dengan 690 laporan (78%), disusul dengan kebutuhan sembako dengan 162 laporan (18%), suspect Covid-19 dengan 18 laporan (2%), kelangkaan alat medis dengan 6 laporan (0,7%), potensi mudik dengan 5 laporan (0,5%) dan RS penuh dengan 2 laporan (0,2%).

[Baca Juga: Kelas Programming Gratis Diskominfostandi Wujudkan Bekasi Smart City]

Selain terus mengakselerasi perubahan positif di bidang smart city, tutur Rama, saat ini Qlue juga fokus mengembangkan inovasi teknologi berbasis AI, IoT, dan mobile workforce untuk membantu pemerintah dan sektor swasta dalam menyongsong kenormalan baru atau new normal.

Hal itu direalisasikan dengan beberapa solusi lain yang memanfaatkan teknologi computer vision dan IoT seperti mask detection, (mendeteksi penggunaan masker secara otomatis), crowd detection (mendeteksi kerumunan orang secara otomatis), dan vehicle detection (mendeteksi jumlah kendaraan di ruas jalan tertentu). Tidak lupa turut juga dikembangkan QlueThermal, berkemampuan mendeteksi suhu tubuh sekaligus mendeteksi penggunaan masker secara otomatis.

Agility merupakan hal yang penting bagi startup atau pelaku bisnis lainnya. Pandemi merupakan berkah tersendiri bagi kami, di mana kami bisa melakukan business shifting dengan memanfaatkan teknologi smart city untuk membantu pemerintah dan sektor swasta menghadapi pandemi. Solusi-solusi ini juga mendapat tanggapan yang cukup positif dari kedua sektor tersebut. Kami yakin kondisi ini akan segera membaik keadaan akan kembali normal, dan Indonesia akan bangkit kembali,” tutup Rama.

[Baca Juga: Konsep Smart City dapat Penuhi Kebutuhan Warga]


Read More

Artikel Lainnya

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!.jpg

Berita Kawasan

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!

04 October 2022, 17:54

Pekan ini warga Kota Gudeg akan dihibur dengan acara Wayang Jogja Night Carnival 2022 sebagai acara puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266.

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kanto r.jpg

Properti dan Solusi

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kantor

04 October 2022, 15:58

Perusahaan startup product-as-a-service Bioma baru-baru ini disebut meraih suntikan pendanaan pre-seed yang dipimpon oleh East Ventures serta Init-6.

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Suki 2 years, 3 months lalu
    suki

    guys ada kabar keren nich, mau dapatin duit dengan mudah tanpa keluar keringat? dan bisa jadi jutawan dalam waktu yang tidak lama, buruan yach ke bola165 jangan ketinggalan untuk menjadi jutawan....