Foto-foto Soekarno di Awal Kemerdekaan Diterbitkan ke Dalam Sebuah Buku

Pendidikan

Foto-foto Soekarno Awal Kemerdekaan Terbit dalam Sebuah Buku

Perpustakaan Nasional menerbitkan buku yang berisi koleksi foto-foto Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno. Buku yang diberi judul Penerbitan Sukarno 1945-1950: Seri katalog Arsip Foto Koleksi Perpustakaan Nasional menjadi rangkaian edisi pembuka dari seri publikasi yang dilakukan lembaga pemerintah non-kementerian yang juga di antaranya berfungsi sebagai perpustakaan pembina.

[Baca Juga: Perpusnas Terbitkan 150 Buku Berbasis Naskah Kuno]

“Ini adalah program perdana. Kemungkinan besar nanti program ini akan berlanjut ke katalog foto-foto Sukarno 1950-1959, 1959-1966, dan juga foto-foto tokoh lainnya,” kata Oscar Motuloh, jurnalis foto senior dari Kantor Berita ANTARA yang juga bertindak sebagai kurator.

Foto-foto Soekarno di Awal Kemerdekaan Diterbitkan ke Dalam Sebuah Buku

Oscar mengungkapkan bahwa sebagian besar foto dalam buku katalog ini merupakan foto-foto karya Frans Soemarto Mendur dan Alex Impurung Mendur. Diketahui, Mendur bersaudara ITU merupakan jurnalis foto yang banyak menghasilkan karya-karya bersejarah selama periode revolusi kemerdekaan 1945-1950.

“Alex dan Frans, dua bersaudara Mendur, hadir pada sepotong pagi, 17 Agustus 1945, di rumah dengan pekarangan luas, Pegangsaan Timur 56, untuk mengabadikan peristiwa penting yang kelak menjadi torehan bersejarah bagi bangsa dan negeri merdeka dan berdaulat Republik Indonesia,” kata Oscar.

Koleksi arsip foto Perpusnas ini dibuka dengan foto Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan ditutup dengan foto peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1950.

Foto-foto Soekarno di Awal Kemerdekaan Diterbitkan ke Dalam Sebuah Buku

Sementara itu, berdasarkan riset untuk Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) yang dilakukan oleh Yudhi Soerjoatmodjo bersama timnya, sedikitnya ada 23.000 frame negatif yang berhasil diabadikan dan disimpan dalam arsip foto Indonesia Press Photo Service atauIPPHOS sepanjang tahun 1945-1950. Sayangnya, dari jumlah sebanyak itu hanya sekitar satu persen saja yang berhasil terpublikasikan ke hadapan publik melalui media cetak.Hal itu terjadi karena berbagai faktor, salah satunya kondisi foto yang tidak cukup baik.

Maka dari itu, dalam melakukan katalogisasi Perpusnas juga menggandeng institusi riset visual mataWaktu sebagai mitra pracetak termasuk perancangan desain perwajahan serta pelaksanaan pameran foto. Selain itu, pihak Perpusnas juga didukung Calibre.id untuk melakukan kodefikasi dalam aplikasi QR. Program terpadu ini dimulai dari serial Sukarno dalam periode 1945-1950.

Metode katalogisasi mengacu kepada penulisan caption, nama, waktu pengambilan foto, lokasi peristiwa yang ditulis sesuai sumber aslinya. Kualitas pencetakan dan reproduksi dalam arsip foto juga sebagaimana adanya, sesuai dengan kondisi arsip foto yang tersedia.

[Baca Juga: Mengulas Perpustakaan Nasional, Gudang Ilmu di Tanah Air]

Oscar berharap, dengan adanya peluncuran buku katalog foto Sukarno ini, bangsa bisa lebih menghargai pentingnya karya visual yang bisa menjadi pengingat momen-momen bersejarah. “Bila tak ada foto Proklamasi, belum tentu dunia percaya Indonesia sudah merdeka. Di sinilah arti penting karya visual bagi sebuah bangsa,” kata Oscar.

Selain meluncurkan buku, dalam kesempatan tersebut, Perpusnas RI juga melakukan pameran foto-foto sang Proklamator di Galeri Kepresidenan yang masih dalam kawasan Perpustakaan Nasional.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.