Gaya Masker Seperti Apa yang Cocok untuk Anak-anak

Kecantikan dan Fashion

Gaya Masker Seperti Apa yang Cocok untuk Anak-anak?

Meskipun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk anak-anak tetap berada di rumah saja, kondisi tertentu akhirnya memaksa orangtua keluar bersama anak. Ketika keadaan memaksa itu akhirnya terjadi, perlu ada beberapa poin yang perlu Anda perhatikan, terutama tentang penggunaan masker.

Banyak orang dewasa yang sulit mendisiplinkan diri untuk menggunakan masker. Apalagi dengan anak-anak. Perlu masker yang menarik agar mereka mau memakainya.

Gaya Masker Seperti Apa yang Cocok untuk Anak-anak

Sebelum kita menengok jenis-jenis masker, ada beberapa hal yang wajib diketahui orangtua mengenai protokol kesehatan yang diajurkan IDAI. Catat poin-poin berikut:

  • Anak harus selalu didampingi orangtua atau pengasuhnya selama berasa di luar rumah
  • Anak tetap harus menjaga jarak fisik sejauh 2 meter
  • Anak di atas usia 2 wajib menggunakan masker
  • Face shield bukan pengganti masker dan hanya digunakan bila penggunaan masker tidak bisa dilakukan secara maksimal

[Baca Juga: DIY Masker: Bahan-bahan Ini Efektif Cegah Penyebaran Virus Corona]

Banyak anak yang tidak suka ada benda yang menutupi wajah mereka. Namun, Anda bisa memilih jenis-jenis masker berikut dan jangan lupa trik cara menjelaskan tentang masker agar mereka tertarik menggunakannya.

1) Masker Buatan Sendiri

Karena menggunakan masker medis tidak dianjurkan, cobalah mengajak anak untuk membuat masker bersama. Biarkan mereka menggambari maskernya, atau mereka bisa memilih baju favorit untuk dijadikan masker.

2) Masker Saputangan

Ajak anak dengan sebuah permainan konstruktif. Mintalah anak Anda yang berusia empat tahun mengenakan saputangan menutupi setangah wajahnya untuk menakut-nakuti Anda. Beri nama tokoh yang garang untuk anak Anda setiap menggenakan saputangan itu. Permainan ini bisa dilakukan setiap malam sebelum ke luar rumah agar anak terbiasa.

Gaya Masker Seperti Apa yang Cocok untuk Anak-anak

3) Masker dengan Elastik Telinga

American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa masker kain dengan elastis. Karena, Anda akan lebih sulit memainkan elastik di belakang telinga, daripada masker dengan tali di belakang kepala. Ganti saputangan dengan masker jenis ini secara bertahap dengan permainan yang sama. Kuncinya tetap sama, melatih anak agar terbiasa.

4) Masker Bak Pahlawan dan Topengnya

Ceritakan kisah pahlawan di tengah pandemi yang menggunakan masker. Lalu, coba cari atau buat sendiri masker dengan logo pahlawan super favorit anak. Jika menggunakan masker dapat membuat anak Anda merasa seperti pahlawan bertopeng, dia akan memakainya dengan senang hati.

Dari empat jenis masker itu, hal yang paling penting untuk Anda ingat adalah anak-anak meniru perilaku orangtuanya. Jadi kenakan masker Anda sendiri secara konsisten dan jangan tunjukkan ketidaknyamanan apapun ketika mengenakannya.

Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Tak Ada Buaya, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan.jpg

Berita Kawasan

Pastikan Tak Ada Buaya, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan

06 August 2020, 19:00

Pekan ini Damkar Depok mengerahkan anggotanya untuk menyisir area Kali Pesanggarahan demi memastikan tak ada buaya yang berkeliaran.

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris.jpg

Kuliner

Sate H.Romli, Sate RSPP yang Legendaris

06 August 2020, 18:00

Jika berbicara mengenai menu sate populer di kawasan Jakarta Selatan, maka warung Sate H. Romli atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sate RSPP bisa dipastikan sebagai salah satunya.

Ada Target Gula Darah untuk Pasien Diabetes Agar Terhindar Perparahan COVID-19

Kesehatan

Ada Target Gula Darah untuk Pasien Diabetes Agar Terhindar Perparahan COVID-19

06 August 2020, 16:50

Penyandang diabetes akan lebih rentan mengalami perparahan bahkan menyebabkan kematian jika terinfeksi COVID-19.

Apa yang Bisa Anda Persiapkan Hadapi Resesi Ekonomi 2020

Bisnis

Apa yang Bisa Anda Persiapkan Hadapi Resesi Ekonomi 2020?

06 August 2020, 15:30

Sektor industri, penurunan kinerja ekspor impor, dan tingginya pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa mengakibatkan peningkatan angka kemiskinan.


Comments


Please Login to leave a comment.