KEBON-JERUK_PENDIDIKAN_GEDUNG-CANDRA-NAYA-CIKAL-BAKAL-UNIVERSITAS-TARUMANAGARA_EMIL_REVISI-01.jpg

Pendidikan

Gedung Candra Naya Cikal Bakal Universitas Tarumanagara

Berbicara mengenai cagar budaya di Kota Jakarta, sayang bila tidak mengulas mengenai Gedung Candra Naya. Bangunan ikonik ini memiliki arsitektur yang sangat kuat pengaruhnya dari budaya Tionghoa. Namun tahukah Anda bahwa bangunan ini merupakan cikal bakal berdirinya Universitas Tarumanagara atau yang juga kerap dipanggil Tarumanagara University?

Cerita antara Candra Naya dan Universitas Tarumanagara bisa ditarik pada era Indonesia sebelum merdeka. Namun sebelum mengulas lebih jauh, ada baiknya bila kita menengok sejenak mengenai rumah Candra Naya yang berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat.

Tidak banyak catatan yang bisa memastikan kapan berdirinya gedung Candra Naya. Namun, ada dua versi yang menyebutkan Candra Naya waktu pembangunan Candra Naya. Versi pertama adalah bangunan ini didirikan oleh oleh Khouw Tian Sek untuk menyambut kelahiran anaknya, Khouw Tjeng Tjoan pada tahun 1808. Namun satu hal yang pasti, bangunan itu diberikan kepada putra Khouw Tjeng Tjoan, yaitu Khouw Kim An yang lahir pada 5 Juni 1875.

Khouw Kim An kemudian menjadikan Rumah Candra Naya sebagai tempat tinggalnya dan kantornya pasca dirinya diangkat sebagai majoor der Chineezen atau Mayor Tionghoa pada 1910. Tugas utamanya saat itu adalah bertanggung jawab untuk mengurusi kepentingan masyarakat Tionghoa di era kolonial Belanda. Itulah sebabnya Rumah Candra Naya juga dikenal dengan nama Rumah Mayor pada era tersebut.

Namun, pria yang menjadi pemegang saham Bataviaasche Bank itu ditangkap dan dimasukkan ke kamp konsentrasi saat Jepang menginvasi dan menduduki Tanah Air pada 1942. Khouw Kim An pun wafat beberapa tahun kemudian.

Gedung Candra Naya sempat tidak digunakan selama beberapa lama dan Perhimpunan Sosial Sin Ming Hui atau Perkumpulan Sinar Baru pun menyewa rumah mayor tersebut. Perkumpulan yang bertujuan untuk membantu korban Kerusuhan Tangerang 1946 itu menjadikan bangunan tersebut sebagai gedung perkumpulannya.

Cikal bakal berdirinya Universitas Tarumanagara dimulai di sini. Tepatnya ketika salah satu anggota Sin Ming Hui yaitu Kwee Hwat Djien mencetuskan berdirinya perguruan tinggi dan sebuah yayasan ketika rapat. Para anggota perkumpulan itu menyepakati memilih nama Yayasan Tarumanagara. Nama itu diambil dari nama kerajaan Tarumanagara yang pada abad ke-4 hingga ke-7 masehi, menguasai wilayah barat di Pulau Jawa.

Yayasan itu memulai usaha pertamanya dalam bidang pendidikan pada 15 Oktober 1959 ketika mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Tarumanagara dengan jurusan Ekonomi Perusahaan. Berhasil mendirikan satu perguruan tinggi, Yayasan Tarumanagara pun pada 1960 mulai membahas pendirian sekolah kejuruan teknik dan baru mulai terealisasi pada 7 September 1962 dengan nama Sekolah Kejuruan Teknik Arsitektur. Namun saat diresmikan sekolah itu pun berubah menjadi Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur.

Beberapa tahun setelah itu, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Tekhnik Arsitektur, dan Fakultas Bahasa Inggris tergabung dalam perguruan tinggi milik Yayasan Tarumanagara. Fakultas-fakultas inilah yang akhirnya membentuk kesatuan Universitas Tarumanagara dengan penambahan Fakultas Kedokteran pada 1965.

Di saat yang sama, atas saran Lembaga Pembina Kesatuan pada 1965, Perkumpulan Sosial Sin Ming Hui pun mengganti namanya menjadi Candra Naya atau Tjandra Naya. Itulah sebabnya hingga kini Rumah Mayor akhirnya resmi dipanggil Gedung Candra Naya.

Namun perjalanan Universitas Tarumanagara tidak selalu berjalan mulus apalagi ketika momen bangkitnya Orde Baru yang meruntuhkan Orde Lama pada 1966. Saat itu perkuliahan tidak bisa berjalan dengan lancar. Bahkan Fakultas Bahasa Inggris terpaksa ditutup dengan mahasiswanya yang dipindahkan ke Fakultas Sastra di Universitas Indonesia.

Setahun kemudian, Universitas Tarumanagara pun mendapatkan titik terang ketika diresmikannya kampus yang berlokasi di Jalan Letjen S. Parman No. 1, Tomang, Grogol, Jakarta Barat. Lokasi yang peresmiannya dihadiri oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Dr. R. Soewondo, itu saat ini menjadi Kampus 1 Universitas Tarumanagara.

Seiring berjalannya waktu, Program Magister serta fakultas baru pun bermunculan di Universitas Tarumanegara seperti Fakultas Psikologi, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi. Walau sudah puluhan tahun berdiri, sejarah berdirinya Universitas Tarumanagara atau yang juga kerap dipanggil Tarumanegara University dan Universitas Tarumanegara tidak bisa dilepaskan dengan peran bangunan Candra Naya.

Read More

Artikel Lainnya

Pemkab Bekasi Minta Jangan Ragu Tangani COVID-19 dengan Dana Desa

Berita Kawasan

Pemkab Bekasi Minta Jangan Ragu Tangani COVID-19 dengan Dana Desa

04 April 2020, 18:00

Bagi sektor ekonomi kerakyatan, serbuan wabah COVID-19 telah meninggalkan dampak yang signifikan. Ketahanan pangan di setiap desa pada Kabupaten Bekasi adalah prioritas yang harus segera tuntas.

Berdayakan Warga, Bupati Bogor Bentuk 3759 RW Siaga COVID-19

Berita Kawasan

Berdayakan Warga, Bupati Bogor Bentuk 3759 RW Siaga COVID-19

04 April 2020, 17:00

Wabah COVID-19 hanya bisa diatasi jika ada sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Pemkab Bogor ajak warga Bogor untuk siaga penuh bersama pemerintah.

Akibat COVID-19, Kegiatan Pemugaran 4 Stasiun Kereta Dihentikan

Berita Kawasan

Akibat COVID-19, Kegiatan Pemugaran 4 Stasiun Kereta Dihentikan

04 April 2020, 16:00

Jumlah kasus COVID-19 terus bertambah setiap harinya. Tak mau ambil risiko, Pemprov hentikan sementara penataan kawasan empat stasiun di Jakarta.

Cegah Penyebaran Covid-19, Buat Kartu Kuning di Depok Bisa Online

Berita Kawasan

Cegah Penyebaran COVID-19, Buat Kartu Kuning di Depok Bisa Online

04 April 2020, 15:00

Untuk menjalankan physical distancing, Disnaker Kota Depok memberlakukan sistem pembuatan kartu kuning secara online.


Comments


Please Login to leave a comment.