Geliat Bisnis Modest Fashion  di Tengah Pandemi

Bisnis

Geliat Bisnis Modest Fashion di Tengah Pandemi

Tak ada baju baru untuk lebaran tahun ini. Setidaknya hal itu dialami Alfania Risky. Perempuan berusia 25 tahun yang bekerja sebagai jurnalis itu memutuskan untuk tidak membeli baju baru pada hari raya tahun ini. Meski mendapat gaji penuh dan tunjangan hari raya (THR), Alfania lebih memilih untuk menyimpan penghasilannya.

Kondisi pandemi membuat ia harus lebih menghemat pengeluaran untuk kebutuhan hidupnya. Anggaran belanja baju pun ia alihkan untuk membeli produk makanan yang dijual oleh teman-temannya. Hal itu ia lakukan untuk membantu perekonomian teman-temannya di tengah pandemi COVID-19.

“Awalnya beli karena kepentingan konsumsi sendiri aja, tapi belakangan ternyata sedikit-banyak bisa bantu penghasilan teman,” kata Alfania kepada jurnalis PingPoint (19/5/2020).

[Baca Juga: Ria Miranda Optimistis Indonesia Jadi Pusat Fashion Muslim Dunia]

Perayaan Idul Fitri di tengah situasi pandemi COVID-19 ini memang membuat masyarakat jadi menyesuaikan diri dalam merayakan hari kemenangan, termasuk dalam melakukan tradisi di Hari Raya seperti membeli baju baru. Kondisi ini pun kemudian berpengaruh terhadap aktivitas industri busana muslim atau modest fashion.

Modest fashion yang biasanya diminati warga di bulan Ramadan, kini justru tengah melesu. Diakui Ketua Umum Indonesia Modest Fashion Designer (IFMD) Jeny Tjahyawati, bulan Ramadan yang bersamaan dengan pandemi COVID-19 berdampak pada menurunnya omzet penjualan baju muslim di Indonesia.

Geliat Bisnis Modest Fashion  di Tengah Pandemi

Jeny menjelaskan, hal itu terjadi karena sejumlah kegiatan yang biasanya digelar di bulan ramadan seperti bazar, pelaksanaanya menjadi ditunda karena pandemi COVID-19. Salah satu acara yang harus ditunda yakni Ramadan Runaway yang seharusnya digelar pada 6-30 Mei di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

“Teman teman yang di modest fashion sudah menyiapkan stock yang luar biasa, tidak ratusan lagi, sudah sampai ribuan. Tadinya berharap di Indonesia Fashion Week ada bazar, terus Ramadan Runway yang minimal bisa dapet 300-400 juta selama event. Mereka berharap Ramadan ini ada pemasukan, sekarang ini tidak ada pameran,” kata Jeny saat diwawancarai jurnalis PingPoint (18/5/2020).

[Baca Juga: Kemenperin Kembali Gelar Modest Fashion Project]

Selain itu, menurut Jeny daya beli masyarakat pun kini tengah berkurang. “Kita berusaha mengalihkan ke online seperti ke marketplace. Terus di Instagram kita live, itu pun tidak mengangkat karena daya belinya berkurang. Hampir sekarang di atas 70 persen omzetnya menurun,” ungkapnya.

Inovasi Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Guna bertahan di tengah pandemi ini, Jeny pun melakukan inovasi produk penjualan. Jeny membuat inovasi dengan masker hijab. Respon masyarakat pun juga positif dengan produk hasil karyanya. Masker hijab ini juga menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk memberi bingkisan lebaran kepada kerabat dengan harga yang terjangkau.

“Terus saya juga bikin masker hijab. Tadinya kita kalau pakai hijab maskernya tidak matching. Terus saya berpikir bagaimana biar praktis orang pakai hijab kalau keluar rumah tinggal pakai masker. Maskernya ada saya kasih brokat untuk lebaran itu jadi praktis. Bahannya nyaman,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mengganti pelaksanaan kegiatan seperti bazar dan peragaan modest fashion yang tertunda, Jeny mengatakan kalau akan menggelar peragaan busana virtual atau virtual fashion.

Geliat Bisnis Modest Fashion  di Tengah Pandemi

“Tadinya kita ada kerjasama dengan Rusia Modest Fashion dan New York Modest Fashion. Karena adanya pandemi, kita berencana bikin fashion online di bulan Agustus.Semacam virtual fashion,” ungkapnya.

Tak hanya itu, bila masa PSBB telah berakhir dan pusat perbelanjaan kembali di buka pun ia bersama para pelaku usaha modest fashion Indonesia akan kembali menggelar bazar dan peragaan. Untuk pelaksanaannya pun akan menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19.

Booth kita jaga jarak, yang tadinya mepet jadi kita kasih jarak dua meter. Terus pakai masker. Mengikuti prosedur intinya,” jelasnya.

Potensi Modest Fashion

Untuk diketahui, modest fashion merupakan salah satu sektor bisnis yang potensial di dunia. Berdasarkan laporan data State of The Islamic Economy Report 2018/19 oleh Thomson Reuters dan Dinar Standard, modest fashion menjadi sektor fesyen dengan pertumbuhan yang cepat. Potential market size-nya pun mencapai $373 miliar USD.

Potensi modest fashion ini pun dapat dikatakan sejalan dengan tingkat konsumsi pakaian umat muslim di dunia. Pada tahun 2017 saja, pengeluaran kelompok muslim untuk berbelanja pakaian mencapai $270 miliar USD. Sampai tahun 2023 angka tersebut diperkirakan terus meningkat hingga mencapai $361 miliar USD.

Besaran angka pada tahun 2017 tersebut sukses mengantarkan modest fashion pada urutan kedua, sebagai sektor dengan pengeluaran gaya hidup kelompok muslim terbesar. Oleh karenanya, dengan jumlah umat muslim di dunia yang mencapai 1,8 miliar jiwa, busana muslim tentu menjadi salah satu komoditas industri yang potensial.


Read More

Artikel Lainnya

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.

Kota Tangerang Sukses Turunkan Jumlah Kasus Stunting di Tahun 2022.jpg

Kesehatan

Kota Tangerang Sukses Turunkan Jumlah Kasus Stunting di Tahun 2022

26 January 2023, 11:25

Pemkot Tangerang baru-baru ini mengungkap data yang menunjukan bahwa pihaknya telah berhasil secara perlahan menurunkan jumlah kasus stunting di wilayahnya.

Konser Dewa 19 di JIS Siap Digelar 4 Februari 2023, Tiket Mulai Dijual Pekan Ini.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Dewa 19 di JIS Siap Digelar 4 Februari 2023, Tiket Mulai Dijual Pekan Ini

25 January 2023, 14:57

Setelah sempat ditunda tahun lalu, pihak Red Line Kreasindo memastikan konser Dewa 19 yang mempertemukan empat vokalis dan empat drummer dipastikan akan digelar di JIS pada awal Februari 2023 nanti.


Comments


Please Login to leave a comment.