JIc Jakarta1.jpg

Bisnis

Geliat Disparekraf Dalam Memulihkan Pariwisata DKI Jakarta

Dalam sebuah diskusi online yang PingPoint hadiri pada hari Kamis, 29 April 2021, bertajuk Urban Tourism in Jakarta dan diselenggarakan oleh Jakarta Investment Centre (JIC), Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan (Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta) Shinta Nindyawati menjelaskan bahwa kunjungan wisata mancanegara ke Indonesia mengalami penurunan drastis di Tahun 2020. Tak lain dan tak bukan, penurunan akibat pandemi COVID-19 yang menyerang seluruh dunia berdampak parah bagi sektor pariwisata Indonesia. Termasuk DKI Jakarta, tahun 2020 Indonesia tercatat mengalami penurunan sebesar -82,60% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

JIc Jakarta.jpg

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta tahun 2021, terkumpul sebanyak 1835 sampel responden yang terdiri dari pekerja dan pelaku usaha. Survey mengatakan, harus ada upaya yang dilakukan dalam mempertahankan sektor pariwisata DKI Jakarta seperti; melakukan inovasi baru, menekan biaya operasional, melaksanakan kegiatan secara hybrid, mempercepat vaksinasi, dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, survey menunjukan 99% pelaku usaha mengakui bahwa akbiat pandemi, usaha pariwitasa mereka menurun hingga 73% dengan mayoritas perubahan penghasilan yang menurun tajam.

Kondisi saat ini, meski masyarakat sudah mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk mematuhi protokol kesehatan, namun daya belinya masih rendah. Sehingga Disparekraf DKI Jakarta harus menyusun strategi untuk menggaet wisatawan. Menyesuaikan kondisi terkini, target Disparekraf untuk dua tahun kedepan lebih fokus terhadap wisatawan nusantara. Oleh karena itu, vaksinasi harus dipercepat dan menjadi prioritas utama.

[Baca Juga: Geliatkan Pariwisata, Pemkot Jakarta Pusat Segera Tambah Lokasi Wisata]

Dalam sesinya, Shinta Nindyawati memaparkan draft fase strategi pemulihan pariwisata DKI Jakarta. Antara lain:

  • Fase Adaptif

Fase ini memiliki prediksi rentang waktu dari bulan April hingga Juni 2021. Dalam fase ini, syarat kesehatan masyarakat dirahapkan sudah lebih baik dan 50% Daya Tarik Wisata (DTW) di Jakarta sudah menerapkan protokol kesehatan atau Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE). Produk wisata yang ditawarkan dalam fase ini bisa berupa virtual event, wisata alam terbuka, dan wisata olahraga.

“Jakarta mempunyai ribuan taman kota dan arsitektur yang menarik. Hal tersebut dapat menjadi point of attraction bagi wisatawan alam terbuka,” terang Shinta (29/04/21). Dari sisi legalitas, fase ini menerapkan jumlah kunjungan yang masih dibatasi, yakni hanya 50% dari total kapasitas dan target pasarnya adalah wisatan lokal (Jabodetabek). Segi pemasaran dan promosi juga gencar dilakukan dalam fase ini, salah satunya adalah pemberian bantuan bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata dan mengkampanyekan istilah ‘Safe Traveling’

  • Fase Aktivasi

Perdiksi rentang waktu dalam fase ini dimulai dari bulan Juni 2021 hingga Maret 2022. “Harapannya, di fase aktivasi ini kunjungan dapat meningkat sebanyak 50%. Semoga makin semarak lagi, dan tetap menerapkan CHSE,” sambung Shinta.

Sisi legalitas dari fase aktivasi ini ditargetkan untuk meningkatkan jumlah kunjungungan di DTW antara 50% hingga 75%. Target pasarnya pun sudah mencakup wisatawan nusantara. Strategi pemasaran dalam fase ini juga sudah merambah ke digital promotion dengan memposting informasi-informasi seputar pariwisata Jakarta melaui akun sosial media seperti Instagram dan mengadakan kolaborasi dengan tourism fair.

  • Fase Agresif

Fase ini merupakan fase dimana seluruh DTW sudah menerapkan CHSE dan protokol kesehatan yang baik. Prediksi rentang waktunya diperkirakan dari bulan April hingga Desember 2022. Kondisi kesehatan masyarakatnya pun sudah kondusif. Produk wisata yang ditawarkan juga sudah mencakup banyak kategori seperti; wisata kuliner, belanja, wisata sejarah dan budaya, wisata olahraga, dan pameran-pameran atau wisata MICE. “Nantinya pada fase ini diharapkan event-event internasional akan diselenggarakan kembali. Seperti pameran buku Internasional atau Formula E yang rencanya akan diadakan kembali,” jelas Shinta dalam diskusi daring tersebut.

Legalitas dalam fase agresif akan meningkatkan akses internasional serta jumlah kunjungan di DTW sudah lebih dari 75%. Strategi pemasarannya, direncanakan untuk berkolaborasi dengan acara MICE dan promosi digital untuk inbound dan domestik.


Read More

Artikel Lainnya

Picu Tsunami COVID-19 Akibat Varian Virus Baru Corona B1617

Kesehatan

COVID-19 Varian Delta Sudah Masuk, Pemda Belum Bisa Bedakan Antar Varian Baru

17 June 2021, 21:09

Salah satu varian Delta yang memberi andil besar terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Kudus Jawa Tengah.

Rekomendasi Tempat Makan Steak di Bandung 4.jpg

Kuliner

Rekomendasi Tempat Makan Steak di Bandung

17 June 2021, 19:07

Restoran steak di Bandung tersebar di mana-mana, mulai dari yang harganya terjangkau hingga tempat yang unik.

Wisma Makara UI Resmi Jadi Lokasi Isolasii OTG di Depok .jpg

Berita Kawasan

Kasus COVID-19 di Depok Mengalami lonjakan, Wisma Makara UI Penuh

17 June 2021, 18:30

Kasus COVID-19 mengalami peningkatan signifikan yang terjadi selama kurang lebih tiga pekan terakhir.

D'Lumpang

Kuliner

Menikmati Suasana Asri dan Hawa Dingin Kota Batu di Café D’Lumpang

17 June 2021, 18:06

Berlokasi di Jalan Anjasmoro, Bumiaji, Kota Batu, Café D’Lumpang menjadi salah satu pilihan café di Kota Batu yang menawarkan pemandangan yang indah.


Comments


Please Login to leave a comment.