GEMPURAN TENTARA BRITANIA TERHADAP MEESTER CORNELIS

Berita Kawasan

Gempuran Tentara Britania Terhadap Meester Cornelis

Setelah sebelumnya membahas mengenai asal-usul Pasar Jatinegara. Artikel ini akan mengulas salah satu peristiwa penting yang terjadi di wilayah Jatinegara yang ketika era Kolonoalisasi Belanda memiliki nama kawasan Meester Cornelis. Peristiwa itu adalah ketika pasukan Britania Raya atau Inggris menggempur wilayah di Batavia tersebut.

Sebelum membahas mengenai peristiwa serangan tersebut, ada baiknya bila Anda mengetahui salah satu penyebab utama mengapa area Meester Cornelis jadi target. Kawasan yang saat ini dikenal dengan nama Jatinegara tersebut pada abad 18 terkenal sebagai distrik militer di bawah Pemerintahan Hindia Belanda.

Distrik militer ini semakin kuat eksistensinya ketika sebuah benteng yang kelak akan dinamakan Benteng Meester Cornelis didirikan pada 1734. Kemudian komandan benteng tersebut membuat berbagai fasilitas hiburan di Meester Cornelis untuk para tentaranya. Pada 1805, sekolah artileri pun dibangun di kawasan ini. Jadi bisa dibayangkan bahwasanya area Meester Cornelis ini terbilang penting karena militer Hindia Belanda dikonsentrasikan di sini.

Invasi Pulau Jawa

Beberapa tahun sebelum serangan Pulau Jawa dilancarkan oleh pasukan Britania Raya, Herman Willem Daendels ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1807. Setahun kemudian, ia tiba di Jawa dan langsung memulai proyek untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan pasukan Britania Raya. Salah satunya yang Daendels putuskan adalah pendirian kamp-kamp militer di sekitar benteng yang diberi nama Benteng Meester Cornelis.

Pemerintah Hindia Belanda mengalami perubahan usai Belanda diambil alih oleh Prancis pada 1810. Napoleon Bonaparte pun mengangkat Jan Willem Janssens sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda menggantikan Daendels. Janssens tiba di Jawa pada April 1811 dan saat itu Britania sudah menguasai Ambon serta Maluku.

Di tahun yang sama, pasukan Britania pun mulai menyerang Jawa. Mendengar pasukan Inggris semakin mendekat, Janssens pun mundur dari Batavia dengan ribuan tentaranya. Mereka memilih Meester Cornelis sebagai lokasi untuk mempertahankan diri, hal ini dipengaruhi oleh keberadaan Benteng Meester Cornelis.

Serangan ke Meester Cornelis

Batavia pun runtuh akibat tindakan Janssens dan kawasan tersebut dikuasai pasukan Britania Raya pada 8 Agustus 1811. Tidak puas dengan Batavia, pasukan Britania pun mulai menargetkan Meester Cornelis.

Sebagai gambarannya, saat itu Benteng Meester Cornelis memiliki panjang 1.600 meter dengan lebar 800 meter. Benteng ini dipersenjatai dengan 280 meriam yang diposisikan di temboknya.

Saat itu pasukan yang melindungi benteng tersebut terdiri dari tentara Belanda, Prancis dan Hindia (warga pribumi). Pengepungan Benteng Cornelis dimulai ketika pasukan Inggris menjadikan stasiun di Weltevreeden (kawasan yang saat ini membentang dari RSPAD Gatot Subroto hingga Museum Gajah) sebagai markas penyerangannya.

Pada 14 Agustus 1811, pasukan Britania berhasil membuat jalur melalui hutan dan perkebunan lada yang berada di dekat Meester Cornelis. Dengan ini, mereka dapat membawa amunisi serta persenjataan berat untuk mulai menggempur Benteng Meester Cornelis.

Gempuran pun berlangsung selama beberapa hari dengan meriam dari kedua belah pihak saling menembak. Serangan fajar sempat dilancarkan pada 22 Agustus 1811 oleh pasukan Belanda dan berhasil merebut tiga meriam milik Inggris. Namun keberhasilan ini bersifat sementara karena Resimen 69 dan Bengal Sepoys dari pasukan Britania memukul mundur pasukan Belanda.

Kedua belah pihak terus saling melancarkan serangan meriam hingga makin tersudutnya pasukan Belanda saat seorang pembelot membantu perwira pasukan Britania, Jenderal Rollo Gillespie. Pembelotan itu menyebabkan direbutnya dua benteng pertahanan yang dikenal dengan nama redoubts di Benteng Meester Cornelis.

Dalam buku Dream of Empire disebut bahwa Jenderal Rollo Gillespie sempat mengalami demam tinggi ketika pengepungan di Benteng Messter Cornelis tengah berlangsung. Namun dalam hitungan hari, Gillespie pun sembuh dan berhasil merebut redoubts lainnya.

Pasca-perebutan redoubts, Jenderal Jauffret dari militer Prancis yang berada di Benteng Meester Cornelis pun ditangkap setelah itu dan dijadikan tawanan perang. Melihat rekannya ditangkap, dua perwira Belanda yang terdiri dari Mayor Holsman dan Mayor Muller pun mengorbankan diri demi meledakkan amunisi di redoubt yang sebelumnya berhasil direbut pasukan Britania.

Tidak lama setelah itu, tepatnya pada 25 Agustus 1811, Pasukan Inggris pun merangsek masuk ke Benteng Meester Cornelis dan berhasil mendudukinya. Serangan yang terjadi di Meester Cornelis itu berakhir dengan tewasnya ratusan tentara Inggris dan tetangkapnya ribuan tentara Belanda.

Read More

Artikel Lainnya

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

Kesehatan

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

18 August 2019, 20:00  |  7 Views

Untuk meningkatkan kepedulian serta mendorong wanita untuk melakukan deteksi dini kanker, Kampung Kepo diresmikan.

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

Properti dan Solusi

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

18 August 2019, 19:00  |  6 Views

Biasanya ampas kopi selalu berakhir di tempat sampah, namun ternyata endapan hasil akhir dari minuman lezat ini masih dapat Anda manfaatkan.

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

Bisnis

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

18 August 2019, 18:00  |  7 Views

GoPay menjadi uang elektronik pertama yang dapat menjadi opsi pembayaran biaya kirim barang melalui JNE. Kirim barang pun jadi lebih praktis.

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

Kesehatan

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

18 August 2019, 17:00  |  6 Views

Kader JKN berperan aktif menyukseskan Program JKN-KIS. Selain itu, berbagi informasi dan membawa manfaat kepada masyarakat.


Comments


Please Login to leave a comment.