Generasi Z dilatih Menjadi Pawang Kebencanaan

Pendidikan

Generasi Z dilatih Menjadi Pawang Kebencanaan Tagana Jakarta Barat

Generasi muda sekarang, harus tanggap menangani berbagai bencana yang tidak pasti kapan akan terjadi. Namun, harus dipersiapkan dan dilatih dari sekarang. Seperti 60 peserta yang dilatih Taruna Siaga Benaca (Tagana) Kota Jakarta Barat. Pelatihan relawan Sahabat Tagana ini berlangsung di Hutan Kota Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat (7/12/2019). Mereka dilatih dan dibina agar nantinya menjadi pawang kebencanaan di masing-masing wilayahnya.

Melansir laman barat.jakarta.go.id (09/12/2019), Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Jakarta Barat, Muhammad Idris mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan Sahabat Tagana merupakan kaum milenial. Mereka akan mendapatkan pelatihan sekaligus simulasi penanganan bencana selama dua hari di Hutan Kota Rawa Buaya. "Kegiatan ini diberikan kepada masyarakat agar sadar akan bencana. Kami sengaja mendidik generasi Z yang belum mengenal dunia relawan agar nantinya mengerti dan memahami," tuturnya.

[Baca Juga: Persiapan Tanggap Darurat Bencana di Kepulauan Seribu]

Untuk mengikuti pelatihan Sahabat Tagana pun tak mudah. Karena ada sejumlah persyaratan dan tahapan yang dilalui. Satu diantaranya, peserta memiliki kemauan kuat untuk menjadi relawan. Usia tidak lebih dari 40 tahun dan berbadan sehat.

Bagi peserta yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar secara online. "Mereka mendaftar secara online, kemudian kita cek perlengkapannya. Setelah itu mereka baru mengikuti serangkaian pelatihan terkait kebencanaan," jelasnya.

[Baca Juga: Menilik Sekolah Aman Bencana di Pulau Tidung]

Selama mengikuti kegiatan, peserta dilatih dan dibekali sejumlah materi tentang kebencanaan, seperti aplikasi Jakarta Aman yang terintegrasi dengan layanan darurat 112, profil Tagana dan BNPB Daerah DKI Jakarta. "Ada juga pelatihan navigasi, dapur umum, logistik dan sebagainya. Malam ini, mereka juga melakukan long march dari Hutan Kota Rawa Buaya menuju kantor Walikota Jakarta Barat," paparnya. Ia mengharapkan, pelatihan ini diberikan agar nantinya mereka menjadi "pawang" kebencanaan di masing-masing wilayahnya. Mereka akan siap dan sigap lebih awal ketika ada bencana.

Tagana Jakarta Barat akan selalu memonitor sekaligus dan membina mereka dengan berbagai kegiatan lainnya. "Nantinya mereka bergerak satu komando. Karena ada aturan-aturan yang mereka patuhi meski di punggung mereka tertulis Sahabat Tagana. Tagana bukanlah organisasi politik, tapi organisasi kemanusiaan," tuturnya.

Read More

Artikel Lainnya

Sebelum di Haramkan, Ini 5 Dampak Positif Dari Netflix

Bisnis

Sebelum Diharamkan, Ini 5 Dampak Positif Dari Netflix!

27 January 2020, 18:00

Ada isu yang beredar kalau Netflix akan mendapat fatwa haram dari MUI. Sebelum itu terjadi, mari fokus pada dampak positif dari platform streaming film ini.

Melalui Afganfund.com, Afgan Ajak Penggemarnya Ulurkan Tangan

Berita Kawasan

Melalui Afganfund.com, Afgan Ajak Penggemarnya Ulurkan Tangan

27 January 2020, 17:00

Selain melalui konser amal, gerakan sosial Afgan juga digelar melalui laman afganfund.com. Anda yang ingin membantu pendidikan anak-anak Indonesia bisa mengunjungi laman tersebut.

Film 1917 Diprediksi Berjaya di Ajang Oscar 2020

Berita Kawasan

Film 1917 Diprediksi Berjaya di Ajang Oscar 2020

27 January 2020, 16:00

Penonton dibuat kagum dengan teknik one take one shoot yang dilakukan sutradara Sam Mendes membuat film 1917 menjadi calon kuat peraih gelar Film Terbaik Oscar 2020.

Hati-hati Coronavirus Kenali dan Cegah Penyakitnya

Kesehatan

Dinkes DKI Buka Layanan Telepon Terkait Virus Corona

27 January 2020, 15:00

Total ada sebanyak 13 negara yang konfirmasi warganya telah teridentifikasi virus Corona. Untuk mencegahnya, Dinkes DKI buka layanan telepon untuk warganya.


Comments


Please Login to leave a comment.