Konsumsi pangan sehat.jpg

Kesehatan

GERMAS, Kerja Bersama Guna Meningkatkan Hidup Sehat

Kepedulian terhadap hidup sehat sedang menjadi fokus perhatian bersama. Hal ini dilakukan melalui program penyuluhan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat GERMAS.

Direktur Speak Indonesia Wiwit menyebutkan bahwa Speak Indonesia, Direktorat Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKOPSI) bekerjasama dalam mewujudkan GERMAS.

Dia mengatakan,“Program GERMAS ini menjadi salah satu yang menarik. Karena fakta risiko penyakit tidak menular ini terus berlanjut.”

Wiwit menjelaskan risiko penyakit tidak menular tidak hanya menimpa warga berpenghasilan rendah. Ini juga menimpa aparatur sipil negara akibat dengan pola dan perilaku.

“Kami mencoba untuk meningkatkan advokasi kebijakan GERMAS melalui Kepala Daerah sehingga program ini lebih didorong sehingga terjadi penurunan pandemi dan kesehatan masyarakat meningkat,” terangnya dalam diskusi virtual bertema “Membudayakan GERMAS Melalui Pemberitaan Media Massa” di Jakarta.

Di sisi lain, penerapan GERMAS ini memerlukan dukungan semua pihak, lintas sektor, masyarakat, dan media.

Munculnya GERMAS

Arifi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan GERMAS menjadi relevan pada masa pandemi COVID-19. Karena antisipasi pencegahannya dengan peningkatan daya tahan tubuh.

Dia menjelaskan sejarah munculnya GERMAS. Yakni ketika Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri, termasuk Menteri Bappenas pada akhir 2016. Pembahasannya adalah defisit BPJS akibat beban pembiayaan pada penyakit katastropik, penyakit tidak menular yang menghabiskan biaya tinggi.

“Bersama kementerian dan lembaga lain, kami diminta merumuskan untuk mengurangi beban biaya BPJS. Jangka pendeknya melalui insentif finansial. Untuk jangka panjangnya mengurangi beban penyakit tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan gaya hidup sehat. Yang ini diterjemahkan melalui Inpres Germas,” terang Arifi.

Ada 17 kementerian dan lembaga yang disebut dalam Inpres ini dengan penekanan pada enam aspek. Di antaranya adalah aktivitas fisik, perilaku hidup sehat, konsumsi pangan sehat, deteksi dini penyakit, lingkungan sehat, dan edukasi.

Direktur Speak Indonesia Wiwit.jpg

Walau GERMAS mengacu pada kualitas hidup sehat tetapi tidak semata-mata dibebankan pada Kementerian Kesehatan. Arifi mencontohkan dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan yang ikut dilibatkan.

“Kementerian Perhubungan dilibatkan di sini karena kementerian ini berfungsi memastikan jalur pesepeda dan pejalan kaki cukup baik sehingga menarik minat untuk orang-orang beraktivitas fisik, seperti di Jakarta.”

Dia melanjutkan,”Kementerian Pertanian dilibatkan karena untuk memastikan produksi komoditas pangan terjamin nilai kesehatannya. Kementerian Perdagangan dilibatkan karena berfungsi memastikan komoditas konsumsi yang diperdagangkan di masyarakat itu sesuai nilai kesehatannya.”

“Ini gambaran awal GERMAS,” terangnya.

Peran Media

Ketua Bidang Data dan Informasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Bayu Wardhana menyebutkan media menjadi penentu keberhasilan sosialisasi COVID-19 menurut Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo pada Desember 2020 lalu.

Sebelumnya pandemi COVID-19 sempat direspon dengan gagap sehingga membuat panik. Tetapi kemudian dilakukan sosialisasi masif tentang pandemi. Hal ini dilakukan dengan melibatkan 3500-an jurnalis dalam Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku.

“Kemudian Pemerintah bekerjasama dengan perusahaan media membuat konten iklan layanan masyarakat. Selain itu fungsi media melawan hoaks dengan menyajikan informasi yang benar,” terang Bayu Wardhana.

Penerapan GERMAS di Daerah

GERMAS di Kabupaten Boyolali ditindaklanjuti dengan pembentukan Kampung Germas.

Ini merupakan implementasi dalam kehidupan masyarakat desa dengan menggerakkan peran serta masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan bersama organisasi perangkat daerah, dunia usaha, dan akademisi.

“Konsep Kampung Germas ini terdiri dari beberapa RT dan diharapkan masing-masing RT memiliki keunggulan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Puji Astuti.

Ada lima kluster pembudayaan GERMAS di Kabupaten Boyolali. Di antaranya adalah aktivitas fisik, pangan sehat dan perbaikan gizi, kualitas lingkungan, edukasi dan perilaku hidup sehat, kemudian pencegahan dan deteksi dini penyakit.

Arifi Bappenas.jpg

Selain itu, kader-kader kesehatan di Kabupaten Boyolali diregenerasi karena kader-kader kesehatan sebelumnya sudah berusia senja. Regenerasi ini melalui Sukmadesi (Sukarelawan Kader Muda Desa Siaga) dan Sukkmakoboy (Sukarelawan Kader Kesehatan Muda Komunitas Boyolali).

Sukmadesi adalah inovasi regenerasi kader kesehatan yang fokus padapencapaian strata desa siaga aktif mandiri. Terdiri dari para generasi muda yaitu anggota karang taruna atau pelajar.

Sukkmakoboy beranggotakan dari para anggota komunitas – komunitas yang ada di Boyolali.

[Baca Juga: Kabupaten Bekasi Resmi Luncurkan Program GERMAS]

“Seperti komunitas seni budaya, komunitas gowes, komunitas pengrajin, komunitas pembuat jamu, dan komunitas lainnya,” terang Puji Astuti.

Sementara di Desa Lompulle Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan memastikan infrastruktur desanya terlebih dahulu sebelum menerapkan GERMAS.

Kepala Desa Lompulle Amri mengatakan,“Kami sudah punya kearifan lokal berskala desa. Terutama infrastruktur yang mendukung. Di antaranya posyandu balita, posyandu remaja, dan posyandu lansia.”

“Infrastruktur lainnya lumbung pangan untuk ketersediaan gizi,” sambungnya. GERMAS bagi Kepala Desa Lompulle Amri adalah sebuah aksi mengubah pola pikir dan perilaku hidup. Karena itu dia memastikan aksi ini berkelanjutan.


Read More

Artikel Lainnya

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi.jpg

Bisnis

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi

18 January 2022, 16:06

Walau menjelang perayaan Imlek 2022, pengrajin barongsai di Kota Tangerang mengaku kesulitan menjual produknya akibat pandemi COVID-19.

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu .jpg

Pendidikan

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu

18 January 2022, 15:01

SMPN 6 Yogyakarta menghadirkan tugu khusus dengan tujuan menggaungkan budaya literasi di sekolahnya.

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun.jpg

Pendidikan

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun

18 January 2022, 14:02

Dengan tujuan semakin mendorong geliat minat baca di Ibu Kota, program tantangan Baca Jakarta di tahun 2022 ini siap digelar lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad.jpg

Pendidikan

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad

18 January 2022, 13:03

Mendikbudristek Nadiem pada pekan ini berkunjung ke Unpad untuk membahas mengenai penerapan program MBKM di universitas negeri tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.