GoBear Indonesia Rilis Hasil Riset Financial Health Index

Bisnis

GoBear Indonesia Rilis Hasil Riset Financial Health Index

Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, saat ini terjadi peningkatan terkait literasi keuangan di Indonesia. Di mana dibandingkan tahun 2016 yang masih di angka 29,6 persen, tahun ini sudah meningkat dengan lebih dari 35 peresen. Semua itu ini ditopang dengan akses internet yang semakin meluas. Dengan dengan demikian, tandanya sudah banyak masyarakat di Indonesia yang mengenal kesejahteraan finansial. Melihat perkembangan ini, perusahaan teknologi finansial GoBear Indonesia pun melakukan survei untuk melihat apakah literasi keuangan ini sejalan dengan perencanaan keuangan jangka panjang dari masyarakat Nusantara.

Riset ini pun dirilis dalam bentuk GoBear Financial Health Index yang tidak hanya dilakukan di Indonesia tapi empat negara lainnya di Asia sebagai pembanding. Riset ini juga menjadi “jendela” bagi GoBear Indonesia untuk memberikan laporan mengenai ukuran kesehatan keuangan kepada para pengguna layanan supermarket produk finansial tersebut. Riset Financial Health Index ini dilakukan GoBear dengan menggandeng agensi riset Kadence International

GoBear Indonesia Rilis Hasil Riset Financial Health Index

“Kita menggunakan dua metodologi, pertama secara kuantitatif dan kualitatif. Di mana kita melakukan survey tersebut di empat area GoBear beroperasi, jadi di Singapura, Hong Kong, Indonesia, dan Thailand. Untuk profil demografinya (Kuantitatif) sendiri, kita menggunakan 1.000 responden di Indonesia, profilnya apa? Usianya rata-rata dimulai dari 18 tahun sampai 65 tahun, kemudian gendernya juga merata dan yang paling penting adalah memiliki akses internet, baik desktop atau mobile,” ungkap Country Director GoBear Indonesia Tris Rasika pada peluncuran GoBear Financiall Index di Union Space Satrio Tower, Jln Prof. DR. Satrio C4, Kuningan, Jakarta Selatan (30/10/2019).

[Baca Juga: Kolaborasi BNI dan Grab Wujudkan Solusi Finansial Digital]

Untuk kualitatif, GoBear menyebut mendapatkan insight dari hasil wawancara mendalam dengan kepala riset ekonomi di Indonesia. Setelah mendapatkan metodenya, GoBear pun menentukan komponen utama dalam survey untuk menentukan pertanyaan terkait literasi keuangan, keamanan keuangan, dan iklusi keuangan demi mengukur gap skor mengenai persepsi serta kondisi aktual dari para responden.

Persepsi Vs. Kondisi Aktual Finansial

Persepsi sendiri biasanya pertanyaannya berbentuk pandangan Anda terhadap sesuatu misalnya mengenai kira-kira pengetahuan keuangan Anda apakah lebih baik dibandingkan orang lain di negara lain. Sedangkan kondisi aktual biasanya seputar pertanyaan mengenai kondisi Anda seperti kira-kira berapa lama Anda bisa bertahan dengan keuangan Anda saat ini jika tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau usaha yang dijalankan.

“Ternyata orang Indonesia masih memiliki gap yang besar antara persepsi dengan kondisi aktual dalam hal pengetahuan keuangan. Sehingga kalau dilihat dari grafiknya di skor terhadap aktual kita masih rendah tapi di skor mengenai persepsi keuangan justru tinggi, kenapa ya? Karena kita sebagai orang Indonesia merasa tahu persepsi kita terhadap produk keuangan tapi yang kita ketahui itu produk-produk yang sangat umum seperti tabungan, credit card,” ujar Tris.

[Baca Juga: Kemitraan Home Credit dan Bukalapak Tawarkan Solusi Finansial]

Kartu kredit, tabungan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi mobil masuk ke dalam kategori yang umum. Literasi keuangan Indonesia beradasarkan temuan GoBear Indonesia masih kurang mengerti mengenai derivatif, anuitas, obligasi, saham, dan reksadana. Dari sinilah ditemukan fakta bahwa masih dibutuhkan literasi keuangan mengenai hal-hal tersebut demi keamanan investasi

Selain itu, ditemukan juga fakta mengenai keamanan dalam perencanaan keuangannya. Di mana walau secara persepsi Indonesia memiliki skor yang tinggi dalam kondisi keuangannya tapi hal ini akan berubah dengan kondisi aktual. Pasalnya hanya 37 persen responden yang mengaku dapat memenuhi kebutuhan hidupnya untuk enam bulan ke depan jika kehilangan sumber utama penghasilannya dengan rata-rata yang berusia hingga 35 tahun belum memulai perencanaan keuangan untuk jangka panjang. Dengan sekitar 35 persen yang mengklaim dapat mengandalkan keluarganya jika mereka berada dalam kondisi keuangan yang sulit ke depannya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.