ads
Panen Duku dan Salak di Cagar Buah Condet dihadiri Gubernur DKI Jakarta 2.jpg

Berita Kawasan

Gubernur DKI Jakarta Ikut Panen di Cagar Buah Condet

Cagar Buah Condet yang terletak di Jalan Kayu Manis RT 007/RW 05 Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur memiliki lahan seluas 30.000 meter persegi yang terdapat tanaman buah duku sebanyak 141 pohon, 3.610 pohon salak, 9 pohon rambutan rapiah, 9 pohon melinjo, 11 pohon nangka, 6 pohon kecapi, 5 pohon aren dan berbagai tanaman buah lainnya.

Mengutip dari beritajakarta.id (14/3/2019), Cagar Buah Condet telah menjadi sarana eduwisata sekaligus menambah ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta Timur. Dalam pemeliharaan tanaman di Cagar Buah Condet, Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Timur memperkerjaan dua orang tenaga harian lepas dan memberdayakan masyarakat sekitar sebagaimana dilansir timur.jakarta.go.id (14/3/2019).

[Baca Juga: Wisata Rumah Tokoh Legendaris Betawi di Kampung Marunda]

Warga Jakarta tentu sulit menemukan area perkebunan di tengah kota Jakarta yang dipenuhi gedung-gedung tinggi, namun Cagar Buah Condet bisa menjadi salah satu destinasi Anda. Selain bisa menikmati udara segar di perkebunan, Anda bisa melihat langsung kebun dan buah-buah termasuk salak condet yang menjadi maskot dari Ibukota Jakarta.

Panen Duku dan Salak di Cagar Buah Condet Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 14 Maret 2019, berkunjung ke Cagar Buah Condet dalam rangka menghadiri panen duku condet dan salak condet. Anies beserta jajarannya berkeliling kebun dan dia berharap banyak warga yang berwisata ke Cagar Buah Condet dan mengonsumsi buah-buahan khas Betawi yang ada di sana.

[Baca Juga: Berburu Belimbing untuk Hipertensi di Depok Baru]

“Ini sebuah wahana pembelajaran dan rekreasi, sekaligus sebuah wilayah cagar. Ini aset kita yang ingin kita lestarikan dan kembangkan. Saya berharap mudah-mudahan warga Jakarta lebih banyak memanfaatkan faslilitas tempat ini,” ujar Anies mengutip laman timur.jakarta.go.id (14/3/2019).

Anies menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan panen ini dalam rangka menjaga kearifan lokal serta pengembangan pertanian perkotaan dan pelestarian buah langka khas Betawi di Jakarta. Selain itu, dia juga berharap wilayah cagar tersebut bisa dijadikan sebuah ruang interaksi warga.

[Baca Juga: Mau Usaha Jualan Buah Segar? Begini Caranya!]

Selain Anies, Walikota Jakarta Timur M. Anwar dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Darjamuni dan Asisten Sekda DKI Jakarta Bidang Perekonomian Sri Haryati juga turut hadir dalam panen buah langka khas Betawi, Duku dan Salak Condet.

Mengutip timur.jakarta.go.id (14/3/2019), Dinas KPKP DKI Jakarta berkomitmen dan melakukan upaya untuk mempertahankan lahan-lahan pertanian dalam rangka pelestarian kearifan lokal, salah satunya pengelolaan lahan produksi buah duku dan salak condet yang diharapkan masih bisa dikembangkan dengan penerapan teknologi.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  10 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  4 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads