Guru Besar Unpad Ungkap Pengaruh Dampak Negatif Pandemi Terhadap Tumbuh Kembang Anak.jpg

Pendidikan

Guru Besar Unpad Ungkap Pengaruh Dampak Negatif Pandemi Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Kebijakan pembelajaran jarak jauh yang sejak tahun 2020 sudah diterapkan menjadi pilihan sekolah dan pemerintah untuk melindungi para siswa-siswi dari potensi infeksi COVID-19 yang terjadi di sekolah, khususnya di kelas. Namun selain itu dari sisi sosial dan kesehatan, ternyata anak-anak juga tetap berpotensi terkena dampak negatif dari pandemi COVID-19 ini selain dari paparan penyakit akibat virus COVID-19. Bahkan Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) mendeskripsikan anak-anak sebagai korban tersembunyi dari pandemi ini.

Pernyataan mengenai anak-anak sebagai hidden victim of COVID-19 pandemic ini disampaikan Prof. Dr. Meita Dharmayanti, dr., Sp.A (K), M.Kes., ketika memberikan orasi ilmiah dalam momen Penerimaan Jabatan Guru Besar di bidang Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Unpad secara offline serta online pada 23 Feburari 2021. Menurut Meita, dampak negatif ini selain potensi paparan COVID-19 adalah terkait program imunisasi.

Guru Besar Unpad Ungkap Pengaruh Dampak Negatif Pandemi Terhadap Tumbuh Kembang A nak.jpg

Guru Besar Unpad itu menjelaskan, imunisasi sebenarnya merupakan salah satu bagian dari kebutuhan dasar anak dalam proses tumbuh kembangnya. Pasalnya, langkah ini dibutuhkan demi menjaga kesehatan buah hati dari ancaman penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi atau PD3I (tuberculosis, tetanus, polio, campak, difteri, hepatitis B, pertusis). Proses imunisasi ini tentu saja terganggu sejak tahun lalu akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

“Dapat dibayangkan apa yang terjadi apabila anak-anak ini tidak mempunyai kekebalan terhadap PD3I, maka wabah lain selain COVID-19 akan segera menyusul. Untuk itu kita perlu tetap melakukan kegiatan program imunisasi untuk anak-anak dalam masa pandemi COVID-19, jika tidak, maka anak-anak bisa menjadi crisis behind this pandemic,” tutur Meita, sebagaimana dikutip dari unpad.ac.id (23/2/2021).

[Baca Juga: Dosen FKG Unpad Ungkap Pemicu Munculnya Sariawan di Pasien COVID-19]

Dampak lainnya dari pandemi COVID-10 juga disinyalir berpengaruh terhadap berkurangnya pemberian ASI esklusif, meningkatnya malnutrisi dan stunting. Terkait stunting, Guru Besar Unpad ini mengambil sampel dari penelitian di Bangka Belitung yang memperlihatkan terdapat peningkatan prevalensi anak berisiko stunting dengan angka 4,3 persen. Prof. Meita memandang peningkatan ini dipicu oleh akses yang terbatas pada konsumsi serta pelayanan kesehatan masyarakat akibat pandemi COVID-19.

Tak hanya kesehatan di fisik mereka, ganguan terhadap kesehatan jiwa juga ternyata turut mempengaruhi anak-anak selama pandemi ini. Di mana Guru Besar Unpad ini membandingkan penelitian yang dilakukan sebelum serta saat pandemi COVID-19 di siswa-siswi SMP dan SMA. Dengan metode Strength and Difficulties Questionnaire atau SDQ terhadap masalah emosi ditemukan fakta bahwa conduct problem berada di angka 38,9 persen (sebelum pandemi) dan berkurang menjadi 23,9 persen (sesudah pandemi), hyperactivity 15,6 persen dan meningkat menjadi 18,9 persen, emotional symptoms di angka 30 persen dan meningkat menjadi 35,4 persen, peer problems 29,4 persen dan berkurang menjadi 26,1 persen, sedangkan masalah keseluruhan dari angka 31,6 persen menjadi 35,6 persen

Read More

Artikel Lainnya

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung diperbolehkan Buka Sampai Pukul 23.00 3.jpg

Bisnis

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung Boleh Buka Sampai Pukul 23.00

11 April 2021, 11:44

Pemerintah Kota Bandung memperbolehkan usaha kuliner buka sampai pukul 23.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Oded M. Danial, Ketua Komite Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Gempa 3.jpg

Berita Kawasan

“Bangun Ayo Bangun Cah” Senandung Ibu-Ibu Dusun Kajar Ketika Gempa Malang Terjadi

11 April 2021, 11:09

Tradisi pun dimunculkan sebagai cara menanggulangi akibat emosional calon bayi setelah gempa terjadi.

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.


Comments


Please Login to leave a comment.