Hal-hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Properti Syariah1.jpg

Properti dan Solusi

Hal-hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Properti Syariah

Pembiayaan berbasis syariah telah menjadi tren beberapa tahun belakangan, termasuk juga sektor properti. Tren positif ini, juga diikuti dengan hal negatif. Tak sedikit dapat ditemui beberapa pengembang yang menjadikan syariah sebagai embel-embel dan pemanis marketing semata demi meraup keuntungan besar.

Karenanya masyarakat perlu berhati-berhati dengan pengembang berbasis syariah yang kurang amanah. Baiknya, masyarakat jangan mudah tergiur dengan iming-iming dengan gimmick syariah, sebelum betul-betul memahami konsep syariah itu sendiri.

[Baca Juga: Peresmian Kantor Pusat Bank Syariah Patriot dalam HUT-23 Kota Bekasi]

Dihimpun dari laman rumah123.com dan berbagai sumber lainnya, PingPoint.co.id merangkum beberapa hal yang perlu dipahami seputar syariah, berikut penjabarannya.

Hal-hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Properti Syariah2.jpg
  • Tanpa Riba

Berbeda dengan jual beli properti konvensional yang mengenakan bunga dan denda, transaksi properti jenis syariah tidak mengenakan keduanya sama sekali.

Sebab, baik bunga maupun denda adalah riba dalam jual beli, yang dilarang dalam syariah Islam.

  • Proses Akad

Ciri khas lain dari properti jenis syariah adalah adanya akad jual beli yang dilakukan oleh pemilik dan pembeli. Tidak ada pihak ketiga seperti bank untuk menjadi perantara. Transaksi yang terlibat dalam kepemilikan properti jenis syariah adalah murni transaksi bisnis jual beli, baik itu secara kredit ataupun cash. Selain itu, dalam transaksi jual beli pada properti jenis syariah, pembeli juga tidak akan dibebankan biaya administrasi pengembang.

[Baca Juga: Sebentar Lagi Kota Tangerang Jadi Kota Ekonomi Syariah]

  • Harga Jual Stabil

Dalam melakukan akad jual beli di awal, akan disepakati satu harga yang dipilih oleh developer dan pembeli. Di dalam akad juga terdapat jumlah cicilan per bulan dan jangka waktu yang dipilih. Perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak harus disampaikan seluruhnya sejak perjanjian awal, dan tidak ada perubahan di tengah atau di akhir proses.

Hal-hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Properti Syariah3.jpg
  • Tanpa Asuransi

Jika membeli rumah secara syariah, hampir semua rumah tersebut tidak akan diasuransikan. Hal ini disebabkan karena akad yang terjadi dalam asuransi mengandung ketidakjelasan yang tidak sesuai dengan syariah Islam.

Misalnya soal waktu yang tidak pasti bagi nasabah untuk menerima klaim. Tidak setiap nasabah bisa mendapatkan klaim, kecuali mengalami risiko. Asuransi juga mengandung judi, di mana pihak asuransi bisa untung karena tak mengeluarkan apa-apa, sekaligus bisa rugi besar ketika nasabah mengalami musibah.

  • Tanpa Sita

Ketika pembeli mengalami kendala keuangan dan tak sanggup melunasi cicilan, tidak ada penyitaan oleh penjual atau pengembang. Sebagai gantinya, mereka akan membantu pembeli untuk menjual rumahnya. Setelah rumah berhasil terjual, barulah sebagian hasilnya digunakan untuk membayar sisa utang.

Hal-hal yang Perlu Dipahami Sebelum Membeli Properti Syariah4.jpg
  • Skema KPR Syariah

Sistem KPR syariah tidak mengenakan bunga, tapi tetap mengambil keuntungan dari harga jual rumah. Bagaimana skemanya? Sebagai contoh, apa bila berencana mengambil rumah seharga Rp200 juta. Maka, uang muka yang disepakati sebesar Rp40 juta., sisanya Rp160 juta dibayarkan oleh pihak bank.

Setelah itu, akan terdapat kesepakatan antara pembeli dengan bank terkait keuntungan yang diambil Jika margin disepakati 5 persen dengan tenor cicilan 15 tahun, maka cicilan yang harus dibayar per bulannya selama masa tenor adalah sebesar Rp1,5 juta.

  • Sistem Perumahan Syariah

Semua transaksi pembelian properti dengan developer syariah akan diterangkan secara tertulis pada Surat Pemesanan Pembelian Rumah (SPPR). Pembeli nantinya harus menandatanganinya, diikuti dengan persetujuan dari pihak developer.

Transaksi dengan developer syariah tidak melibatkan peran perbankan. Setelah harga dan tenor KPR disepakati, konsumen hanya perlu berurusan dengan pihak developer serta notaris yang ditunjuk. Misalnya, apa bila ingin membeli rumah seharga Rp265 juta dengan tenor 10 tahun dan margin sesuai kesepakatan 5 persen per tahun, maka cicilan yang harus kamu bayar setiap bulannya sebesar Rp2,52 juta.

Read More

Artikel Lainnya

Indonesia-dan-WHO-Kerja-Sama-Studi-COVID-19.jpg

Kesehatan

Sinergi Indonesia dan WHO Untuk Lakukan Studi COVID-19

03 July 2020, 15:00

Berpartisipasi dalam studi internasional ini adalah cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai COVID-19.

Jadi Alumni ILVP, Ini yang Dibawa Dahlan Iskan ke Indonesia.jpg

Pendidikan

Jadi Alumni ILVP, Ini yang Dibawa Dahlan Iskan ke Indonesia

03 July 2020, 14:00

Ternyata aspek modernisasi di media pada era Orde Baru didorong Dahlan Iskan usai ia mengikuti program ILVI ke Amerika Serikat.

Hanya Dalam 4 Menit! Realme C11 Terjual 10.000 Unit .jpg

Bisnis

Hanya Dalam 4 Menit! Realme C11 Terjual 10.000 Unit

03 July 2020, 13:45

Tampaknya penjualan realme C11 berhasil jadi kesuksesan untuk realme Indonesia karena kurang dari lima menit, sudah ada 10.000 unit ponsel pintar ini yang terjual.

seni.jpg

Hobi dan Hiburan

Pemerintah Terus Dukung Industri Kreatif di Era Normal Baru

03 July 2020, 13:00

Diharapkan para pelaku ekonomi kreatif khususnya industri seni rupa tetap memiliki semangat tinggi, meski di masa pandemi.


Comments


Please Login to leave a comment.