ads
Hal Ini Bisa Membantu Pasien Kanker Alami Kesulitan Tidur.jpg

Kesehatan

Hal Ini Bisa Membantu Pasien Kanker Alami Kesulitan Tidur

Selain berdampak pada kesehatan tubuh dan mental, kanker beserta pengobatannya juga dapat mengganggu tidur. National Cancer Institute melaporkan bahwa lebih dari 50 persen pasien kanker mengalami kesulitan tidur. Padahal, pasien pengidap kanker membutuhkan istirahat yang cukup guna menjaga kondisi tubuh agar kuat menjalani pengobatan.

[Baca Juga: Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker Otak, Benarkah?]

Mengutip laman siloamhospitals.com (18/2/2019), ada beberapa cara untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien kanker. Berikut ini beberapa tips mengatasinya:

Olahraga Teratur

Meskipun sedang menjalani pengobatan kanker, pasiesn tetap disarankan untuk berolahraga. Bagi pasien kanker, olahraga dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kekebalan tubuh, mencegah stres dan depresi, hingga mengurangi adaya efek samping pengobatan. Olahraga yang teratur juga membantu pasien untuk dapat tidur lebih nyenyak. Konsultasikan pada dokter mengenai jenis dan frekuensi olahraga yang bisa dilakukan selama menjalani pengobatan.

Menjaga tidur dan bangun di waktu yang sama

Rutinitas tidur dan bangun pada waktu yang sama akan membuat tubuh terbiasa memiliki waktu tidur yang sama, hingga akhirnya dapat mengatasi masalah tidur. Sebisa mungkin jadwalkan waktu tidur malam dan bangun pagi pada waktu yang sama setiap harinya, termasuk pada akhir pekan dan hari libur.

[Baca Juga: Kampanye Deteksi Kanker Sejak Dini YKI Depok Ke Sekolah]

Terapi fisik dan pikiran

Pijat merupakan salah satu terapi fisik yang diyakini dapat membantu menurunkan kecemasan, rasa nyeri, dan gejalan lainnya yang dialami pengidap kanker. Selain itu, terpi lain seperti meditasi, relaksasi, serta terapi perilaku dan kognitif juga dapat membantu menenangkan pikiran dan membantu memperbaiki kualitasn tidur pasien.

Hindari kafein dan alkohol

Minuman seperti soda, teh, kopi, serta makanan seperti coklat batangan adalah beberapa contoh yang dapat mengganggu pola tidur pasien kanker. Begitu juga dengan alkohol, baik dalam bentuk minuman maupun makanan.

Perhatikan obat yang dikonsumsi

Beberapa obat kanker memang dapat menimbulkan efek samping yang membuat pasien sulit tidur, misalnya prenidson yang masuk dalam golongan obat steroid. Periksa kembali obat-obatan yang dikonsumsi dan konsultasikan pada dokter mengenai hal tersebut serta kemungkinan merubah dosis atau mengganti obat yang sesuai dengan kondisi pasien kanker.

[Baca Juga: Komunitas Taufan, Penggerak Relawan untuk Anak Penderita Kanker]

Gangguan tidur pada pasien kanker umumnya disebabkan oleh efek samping kemoterapi dan obat-obatannya, hingga pengaruh stres karena memikirkan kondisi kesehatan. Pasien kanker banyak yang mengalami stres berat karena merasa jenuh, terasingkan, atau terjebak setelah terlalu lama menjalani pengobatan di rumah sakit.

Jika Anda atau kenal dengan pengidap kanker dan mengalami kondisi semacam ini, lakukan beberapa tips di atas dan konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan penanganan tepat.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

Kuliner

Mi yang Enak Menurut Pencerita Kuliner

22 March 2019, 11:00  |  10 Views

Menurut pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mi yang enak bergantung pada empat hal. Simak penjelasannya berikut ini.

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

Kesehatan

Kasus Obesitas di Indonesia Banyak Dialami Usia Muda

22 March 2019, 12:00  |  4 Views

Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa penduduk dewasa berusia di atas 18 tahun yang mengalami obesitas sebesar 21,8 persen dan meningkat dari tahun 2013.

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia

Berita Kawasan

Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia, Bukan untuk Jual Beli

22 March 2019, 10:00  |  25 Views

Penjual hewan biasanya ikut komunitas hobi untuk bisa lebih dekat dengan konsumen. Tidak demikian di Komunitas Pecinta Kura-kura Indonesia yang melarang jual-beli.

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

Kesehatan

Cara Mencegah Demensia Sejak Dini

22 March 2019, 14:00  |  5 Views

Mencegah demensia sejak awal adalah langkah terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi kesehatan otak. Tidak perlu menunggu hingga usia 65 tahun.


Comments


Please Login to leave a comment.

ads