Hanya Garam dan Lada, Cukupkah di Masakan Indonesia

Kuliner

Hanya Garam dan Lada, Cukupkah untuk Masakan Indonesia?

Jika Anda menggemari menonton acara kuliner Amerika dan Eropa atau bahkan mencoba mengikuti metode masaknya, maka Anda akan menyadari terdapat dua bumbu yang tidak pernah lepas dari masakan di sana. Salt and pepper atau garam dan lada sudah bisa dikatakan bagian terpenting dari masakan dari negara-negara di Barat, khususnya Amerika Serikat. Dari mulai memasak steak hingga berbagai pastry, garam dan lada sudah menjadi bagian wajib dari masakan mereka. Lantas apakah konsep ini juga cocok diterapkan di masakan khas Nusantara?

Sekadar informasi, kepopuleraan bumbu garam dan lada di dua benua tersebut sebenarnya bisa ditarik benang merahnya ke masa perkembangan Eropa, dari mulai era bangsa Roma hingga Renaisans. Namun “perkawinan” kedua bumbu ini bisa dikatakan baru lumrah terjadi di era Pemerintahan Prancis di bawah Raja Louis XIV. Di laman gizmodo.com dijelaskan bahwa Raja Louis XIV dikenal sebagai sosok yang sangat pemilih dalam mengonsumsi makanan.

[Baca Juga: Chef Chitra, Kecintaannya di Dunia Kuliner dan Edible Art]

Raja Louis XIV bahkan merasa bahwa pemberian bumbu di masakan sebagai sesuatu yang vulgar dan merusak makanan. Bahkan ia melarang penggunaan rempah-rempah yang berasal dari Timur di masakan. Dengan hanya mengizinkan penggunaan garam, lada, dan daun parsley di masakan yang ia konsumsi. Ia merasa bumbu yang sederhana tidak akan mengalahkan citra dari bahan-bahan di masakan. Disinyalir semenjak itu lada serta garam pun menjadi bumbu favorit berbagai kuliner dari Barat.

Hanya Garam dan Lada, Cukupkah di Masakan Indonesia

Namun apakah konsep garam dan lada cukup untuk diterapkan berbagai masakan dari Indonesia? Menurut Chef Chitra hal ini sebenarnya tidak berlaku di Indonesia yang masakannya kaya akan bumbu-bumbu dengan dominasi yang kuat dalam rempah-rempahnya.

“Garam dan lada merupakan basic dari seasoning. Membumbui masakan yang paling sederhana supaya masakan itu tidak hambar adalah cukup dengan memberikan garam itu cukup memberikan perbedaan dan lada itu menyeimbangkan supaya ada kick-nya. Nah karena bumbu di Barat itu tidak sekompleks di Asia, khususnya Indonesia, mereka cukup garam dan lada. Sedangkan di kita sebenarnya tanpa menggunakan lada, penggantinya itu banyak sekali, contohnya cabai,” ujar Chef Chitra kepada PingPoint.co.id di Almond Zucchini Kitchen Studio, Jalan Prapanca No.6 A, Pulo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan (9/11/2019).

[Baca Juga: Autumn Feast, Acara Demo Masak Seru ala House Kari]

Bagi Chef Chitra keberadaan lada di masakan Barat hanya untuk memberikan sekadar rasa sedikit pedas atau hangat yang sebenarnya tidak akan terasa cukup bagi masyarakat Indonesia yang notabene penggemar rasa pedas. Oleh karena itu tidak heran bila ada orang Barat yang pertama kali merasakan makanan Indonesia akan terkejut dengan rasa yang muncul di indera pengecapannya. Walau garam dan lada juga digunakan di sejumlah masakan Indonesia tapi keduanya dirasa tak akan cukup untuk menghasilkan sajian yang dapat memuaskan lidah masyarakat Nusantara.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.