Peringata Hari Batik Nasional, Produsen Batik Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan

Properti dan Solusi

Hari Batik Nasional, Produsen Batik Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan

Hari Batik Nasional diperingati tiap awal bulan Oktober, akan tetapi untuk tahun 2021 di Kota Batik Pekalongan mengusung tema “Lestari Batikku, Terlindungi Alamku.” Menurut Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, SE tema peringatan batik tahun ini bukan sekedar kalimat. Namun juga bermakna agar masyarakat dan pemerintah bisa saling menjaga alam.

Terutama menjaga kelestarian lingkungan alam sungai dari limbah yang dihasilkan dari proses membatik. “Memang limbah batik bukan sepenuhnya yang mencemari sungai di Pekalongan. Masih ada limbah sablon, limbah jeans, dan itu juga lebih parah,” ujar Aaf sapaan akrab Wali Kota Pekalongan berdasarkan keterangan tertulis yang diterima oleh tim redaksi PingPoint.co.id, Minggu (3/10/2021).

Peringata Hari Batik Nasional, Produsen Batik Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan

Aaf menambahkan jangan sampai anekdot lama bertahan di Kota Pekalongan yang menyebut batik ramai jika sungainya berwarna hitam. Oleh karena itu, Aaf berharap momen peringatan batik ini menjadi langkah awal masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya. Lebih lanjut Aaf meminta perajin batik dan semuanya harus mulai melangkah melestarikan alam, salah satunya dengan mengolah limbah menggunakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. Selain itu, pemerintah bakal menindak tegas agar semua perajin benar- benar menggunakan IPAL guna mengelola limbah.

Peringata Hari Batik Nasional, Produsen Batik Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan

Sementara itu secara terpisah, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menghimbau pada perajin batik yang belum memiliki sistem IPAL, agar segera membuatnya. Gus Yasin biasa disapa melarang para perajin batik membuang limbah batik khususnya yang menggunakan pewarna sintesis di sungai. “Untuk perajin batik lainnya, untuk yang menggunakan pewarna alam tidak masalah. Tapi kalau yang menggunakan pewarna sintesis tidak boleh dibuang di sungai, harus ada IPALnya,” jelas Gus Yasin.

Berdasarkan penelusuran kami dengan mengutip sumber jurnal Undip terkait Kinerja Badan Lingkungan Hidup Dalam Pengelolaan Limbah Batik di Kota Pekalongan, IPAL adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Unit IPAL dirancang sedemikan rupa agar cara operasinya mudah dan biaya operasionalnya murah. Unit ini terdiri dari perangkat utama dan perangkat penunjang.

Peringata Hari Batik Nasional, Produsen Batik Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan

Perangkat utama dalam sistem pengolahan terdiri dari unit pencampur statis (static mixer), bak antara, bak koagulasi-flokulasi, saringan multimedia/ kerikil, pasir, karbon, mangan zeolit (multimedia filter), saringan karbon aktif (activated carbon filter), dan saringan penukar ion (ion exchange filter). Perangkat penunjang dalam sistem pengolahan ini dipasang untuk mendukung operasi treatment yang terdiri dari pompa air baku untuk intake (raw water pump), pompa dosing (dosing pump), tangki bahan kimia (chemical tank), pompa filter untuk mempompa air dari bak koagulasi-flokulasi ke saringan/filter, dan perpipaan serta kelengkapan lainnya.

Untuk ke depan, diharapkan semua industri batik di Kota Pekalongan mengelola limbahnya sebelum dibuang, agar limbah tersebut tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan maka beberapa langkah yang harus ditempuh oleh Pemerintah Kota Pekalongan diantaranya dukungan payung hukum yang lebih tegas sebagai upaya mengatasi inkonsistensi perajin batik dalam melaksanakan kebijakan, menjalin kerjasama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam pengelolaan limbah batik, serta meningkatkan sinergi antara masyarakat, pengusaha batik, dan pemerintah dalam menangani masalah pengelolaan limbah batik.


Read More

Artikel Lainnya

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.

rshOK2.jpg

Berita Kawasan

Pertama di Semarang! Bonbin Mangkang Akan Miliki Rumah Sakit Hewan

26 October 2021, 14:02

Rumah Sakit Hewan yang akan dibangun ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Kota Semarang karena belum pernah ada rumah sakit hewan di kota Atlas ini sebelumnya.


Comments


Please Login to leave a comment.