Hari ke-4 Masa Transisi, Tingakat Serangan&Kesembuhan Surabaya Meninggi1.jpg

Berita Kawasan

Hari ke-4 Masa Transisi, Angka Serangan & Kesembuhan Kota Surabaya Meninggi

Memasuki hari ke-4 masa transisi menuju kenormalan baru, tensi silang pendapat antara Pemerintahan Provinsi Jawa Timur dan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya masih tinggi, sejalan dengan angka penyebaran dan kesembuhan COVID-19 di Kota Pahlawan.

Rabu (10/6/2020) malam kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur merilis data epidemologi yang berhasil dihimpun. Data tersebut menyebutkan angka serangan atau attack rate COVID-19, berada di angka 107,6.

Ada pun maksud dari angka itu, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi menjelaskan, bahwa dari setiap 100.000 warga Surabaya, didalamnya terdapat sebanyak 107 orang positif COVID-19. Karenanya, dia meminta warga Surabaya untuk lebih berhati-hati dan waspada. "Surabaya memang menjadi fokus penanganan, karena jika kasus Covid-19 di Surabaya bisa selesai, maka separuh masalah COVID-19 di Jawa Timur bisa teratasi," ujar dia, sebagaimana dikutip kompas.com, Kamis (11/6/2020) pagi.

[Baca Juga: Pelantikan Kepsek Surabaya Diduga Turut Dihadiri Orang dengan COVID-19]

Lebih lanjut dia menuturkan, tingkat serangan COVID-19 di Surabaya sangat jauh mengungguli Provinsi Jatim yang hanya berada pada angka 14,57. Ini berarti dari 100.000 warga Jatim hanya terdapat 15 orang yang terpapar virus SARS-CoV-2, padahal jumlah populasi mencapai 39 juta penduduk namun angka penyebaran Jatim lebih terkendali ketimbang Surabaya.

Hari ke-4 Masa Transisi, Tingakat Serangan&Kesembuhan Surabaya Meninggi2.jpg

Di sisi lain, Pemkot Surabaya mengabarkan bahwa tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di kota pahlawan setiap harinya terus bertambah. Diberitakan surabaya.go.id, Rabu (10/6/2020) kemarin, menyebut ada penambahan pasien sembuh sebanyak 56 pasien hingga hari Selasa lalu. Dengan demikian, total pasien sembuh Kota Surabaya mencapai angka 923 atau 26,84 persen.

Angka kesembuhan ini menjadi bukti bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 telah membuahkan hasil. Terlebih dukungan dari BIN dan BNPB melalui mobil PCR (polymerase chain reaction) menjadi salah satu indikator peningkatan kesembuhan pasien ini.

[Baca Juga: Meski Menghitam, Penanganan Pandemi di Surabaya Tetap Dipuji]

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita mengatakan 56 yang baru sembuh itu terdiri dari 45 pasien Hotel Asrama Haji dan 11 pasien rawat jalan isolasi mandiri. “Angka kesembuhan per 9 Juni 2020 sebesar 26,84 persen. Pasien yang sembuh ini pastinya sudah negatif swab berturut-turut selama dua kali,” kata Febria Rachmanita di Balai Kota, Rabu (10/6/2020).

Selain itu, Kepala Dinkes Kota Surabaya ini pun merinci dari 923 pasien sebagian besar pasien yang sembuh lebih tinggi dari kalangan perempuan dibanding lak-laki dengan persentase 51 persen. “Paling banyak pada jenis kelamin perempuan (51%) pada rentang usia 45-54. Artinya pasien yang tergolong usia produktif,” urainya.

Tetap Disiplin

Meskipun pasien-pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh, bukan berarti menjadi alasan Pemkot untuk abai atau sudah usai tanggung jawabnya dengan kesehatan warga penyintas. Feny juga meminta agar para pasien penyintas untuk tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, jaga jarak dan menjaga terus imunitasnya.

“Tetap walaupun sembuh protokol kesehatan juga harus diperhatikan. Kalau yang sudah sembuh memang tidak dipantau lagi, makanya mereka harus menata dirinya sediri supaya terus sehat,” ungkapnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan banyaknya pasien yang sembuh ini bisa menjadi bukti bahwa pasien COVID-19 itu bisa disembuhkan. Selain itu, tren kesembuhan yang terus meningkat ini akan menjadi penyemangat baru bagi para pasien lainnya, yang sampai saat ini masih terus di rawat di rumah sakit.

"Namun, meskipun sembuh kita harus selalu menjaga kesehatan kita dan yang paling penting harus terus menjaga protokol kesehatan, jangan sampai lalai dan ceroboh. Pasti kita bisa melewati ini semua," pungkasnya.

Sekadar informasi, situs covid19.go.id melaporkan hingga Kamis (11/6/2020) pagi, di tingkat nasional tercatat 34.316 kasus dengan 12.129 pasien sembuh dan 1.959 pasien meninggal dunia di Indonesia. Jawa Timur masih menjadi provinsi kedua tertinggi dengan jumlah kasus sebanyak 6.806 dengan 1.681 pasien sembuh dan 530 pasien meninggal dunia. Sedangkan Kota Surabaya mencatat 3.627 kasus dengan 923 pasien sembuh dan 306 pasien meninggal dunia.


Read More

Artikel Lainnya

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.

Kota Tangerang Sukses Turunkan Jumlah Kasus Stunting di Tahun 2022.jpg

Kesehatan

Kota Tangerang Sukses Turunkan Jumlah Kasus Stunting di Tahun 2022

26 January 2023, 11:25

Pemkot Tangerang baru-baru ini mengungkap data yang menunjukan bahwa pihaknya telah berhasil secara perlahan menurunkan jumlah kasus stunting di wilayahnya.

Konser Dewa 19 di JIS Siap Digelar 4 Februari 2023, Tiket Mulai Dijual Pekan Ini.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Dewa 19 di JIS Siap Digelar 4 Februari 2023, Tiket Mulai Dijual Pekan Ini

25 January 2023, 14:57

Setelah sempat ditunda tahun lalu, pihak Red Line Kreasindo memastikan konser Dewa 19 yang mempertemukan empat vokalis dan empat drummer dipastikan akan digelar di JIS pada awal Februari 2023 nanti.


Comments


Please Login to leave a comment.