Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Pendidikan

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Pada hari ini, 2 April 2020, seluruh dunia tengah memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia. Di mana kegiatan ini dicanangkan pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ditujukan agar masyarakat dunia lebih peduli serta sadar mengenai berbagai hal terkait Gangguan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD). Selain bagi masyarakat umum, hari peringatan ini juga ternyata menyimpan makna khusus bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Menurut Maria Theodora Isabella yang memiliki putra penyandang ASD bernama Jordi, ia merasa senang dengan kehadiran hari peringatan ini. Karena baginya ini merupakan waktu yang tepat untuk masyarakat, khususnya yang di Indonesia, untuk mengetahui lebih dalam mengenai informasi terkait autisme.

[Baca Juga: Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD]

“Maknanya Hari Kesadaran Autisme Sedunia ini besar dan berarti. Di mana paling tidak di Indonesia atau pun dunia menyadari bahwa ada keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus yang notabene di sini adalah Autisme. Walaupun sebenarnya bagi kami khususnya keluarga yang mengalami, setiap hari adalah awareness day,” ungkap Maria kepada PingPoint melalui aplikasi percakapan (1/4/2020).

Apa yang dimaksud Maria di atas adalah setiap hari ia bersama para keluarga yang memiliki anak austime kerap mengajak masyarakat untuk peduli mengenai keberadaan putra-putri mereka. Baginya, masyarakat Indonesia minimal mengetahui sebenarnya apa itu autisme sehingga lebih memahami perilaku dari anak-anak penyandang ASD.

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Namun dibandingkan sekadar diperingati semata, hal yang sebenarnya diinginkan Maria dan mungkin para orangtua berkebutuhan khusus lainnya adalah agar buah hati mereka lebih dilibatkan dalam kegiatan pada umumnya. Karena menurutnya, dengan pelibatan ini maka anak-anak yang menyandang ASD dapat lebih mengekspresikan dirinya seperti anak-anak lainnya.

“Misalnya menanam pohon, membersihkan lingkungan, kegiatan amal, atau kegiatan lainnya yang bisa memperkenalkan anak-anak kami yang sebenarnya tidak berbeda seperti anak lainnya. Mereka butuh penerimaan dari semua lapisan masyarakat. Karena walau kita berbeda bukan berarti harus ‘beda’ atau dibedakan,” sambung penggerak autism parenting itu.

[Baca Juga: Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme Sedunia]

Sehingga tak heran bila Maria beserta orangtua dengan buah hati penyandang autisme lainnya menjadikan momen ini untuk memperlihatkan perjuangan mereka sebenarnya bukan hanya di kala Hari Kesadaran Autisme Sedunia saja. Dengan tujuan utamanya putra-putri mereka juga memang dapat memiliki kesamaan hak seperti masyarakat pada umumnya yang memang dilindungi oleh undang-undang di Indonesia.

“Perjuangan kami adalah kami tidak pernah berhenti berbuat untuk anak kami. Setiap hari ada pelajaran baru, setiap hari perjuangan, setiap hari kita tertawa, setiap hari kita menangis, tapi yang paling penting, setiap hari kita tidak pernah menyerah. Karena kami tahu anak-anak kami berjuang setiap harinya untuk progress yang dirasa sederhana bagi orang tertentu, padahal pencapaian itu luar biasa membutuhkan effort yang sangat besar,” imbuhnya.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.