Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD

Kesehatan

Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD

Sebentar lagi seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia. Di mana berdasarkan Resolusi Majelis Umum Persatuan Bang-Bangsa, peringatan ini ditujukan agar semua lapisan masyarakat mengetahui mengenai kesadaran terhadap autisme. Namun dalam praktiknya, mungkin masih banyak yang tidak tahu mengenai autisme dan mengeneralisirnya, padahal kondisi Ini kerap berbeda antara satu penyandang dengan penyandang lainnya. Oleh karena itulah ada istilah Autism Spectrum Disorder atau ASD.

Bagi Anda yang masih asing dengan ASD, pada dasarnya dalam bahasa Indonesia ini diartikan sebagai Gangguan Spektrum Autis. Ini merupakan istilah para ahli untuk penyandang autis. Di Barat terdapat pandangan bahwa menggunakan istilah ASD lebih baik dibandingkan menyebut seseorang sebagai “penyandang autis.”

Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD

Sebagaimana dilansir dari otsuka.co.id (27/2/2015) menurut Dr. dr. Tjhin Wiguna SpKJ (K) ASD sendiri merupakan suatu gangguan perkembangan pada anak yang berat dan kompleks. Mengapa terdapat istilah spektrum dalam ASD, ini dikarenakan menggambarkan bagaimana seorang penderita memiliki rentang gejala, hendaya, dan disabilitas yang luas serta bervariasi. Sehingga tidak bisa menyamaratakan semua ASD.

Oleh karena itulah mengacu kepada penjelasan di atas, jadi walau para ASD memiliki karakteristik gejala yang mungkin bisa serupa, mereka mengalaminya atau menjalani kondisi tersebut dengan cara yang berbeda. Sehingga bisa dikatakan bahwa penyandang austis memiliki pengalaman yang berbeda antara satu dengan yang lainnya terhadap lingkungan di sekitar mereka. Hal ini memicu kemampuan mereka dalam berkomunikasi serta berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Salah satu bentuk manifestasi dari ASD adalah sindrom asperger.

[Baca Juga: Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing]

Bagi para ASD, gangguan ini akan terus bersama mereka dari mulai ketika masih kecil hingga dewasa nanti. Jadi ada baiknya dari pihak keluarga untuk siap merangkul mereka dan mengetahui sejumlah indikasi atau gejala yang menjadi ciri-ciri seseorang ada kemungkinan menyandang autisme. Di mana menurut laman autism-society.org gejalanya yang umumnya diperlihatkan terdiri dari:

  • Telat berbicara atau sama sekali tidak bergumam ketika masih di masa tumbuh kembang
  • Mengulang secara terus menerus bahasa atau gerakan, contohnya terus mengeluarkan kata-kata atau suara yang sama dan terus mengepakkan tangannya secara berulang-ulang.
  • Komunikasi non-verbal yang kurang baik, seperti menghindari kontak mata, hanya memperlihatkan beberapa ekspresi wajah, atau cenderung monoton.
  • Lebih suka bermain sendiri dibandingkan terlibat bermain dengan anak-anak lainnya yang melibatkan kegiatan asosiatif serta kooperatif.
  • Sangat tertekan bila terjadi perubahan, dari mulai makanan baru hingga perubahan jadwal.
  • Lebih suka yang dapat diprediksi, bersifat terstruktur, dibanding sesuatu yang spontan atau menggunakan khayalan.
  • Memiliki minat yang sangat kuat secara terus menerus terhadap topik tertentu, atau mainan serta barang tertentu.

[Baca Juga: Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme Sedunia]

Mengetahui indikasi mengenai ASD ini sangat penting sedini mungkin. Pasalnya, Anda sebagai keluarga harus dapat merangkul mereka, karena kondisi ini sudah menjadi bagian dari diri mereka. Sehingga kelak nanti dalam proses tumbuh kembang mereka, Anda tetap dapat membantu menuntun mereka untuk menjalaninya dengan baik.

Read More

Artikel Lainnya

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19.jpeg

Pendidikan

Ganjar Minta Mahasiswa Ikut Edukasi Masyarakat Tentang Pandemi

02 June 2020, 21:00

Mahasiswa dapat membantu masyarakat mulai mengedukasi, pendataan hingga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mulai 12 April, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Wajib Pakai Masker

Bisnis

Selain Masalah Protokol Kesehatan, Ini Tantangan Transportasi Umum Di Masa New Normal

02 June 2020, 20:28

Bila nantinya wacana new normal ini benar-benar diterapkan, maka perlu kesiapan dalam pengaktifan transportasi umum di Ibu Kota.

Atasi Gerah di Rumah Tanpa AC_1.jpg

Properti dan Solusi

Atasi ‘Gerah’ di Rumah Tanpa AC dengan Cara Ini

02 June 2020, 20:23

Selain menggunakan AC, cara berikut dapat dipraktikkan agar tidak merasa kepanasan di dalam rumah.

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

Berita Kawasan

Masa Transisi di Malang, Karyawan Boleh Tetap Kerja dari Rumah

02 June 2020, 20:00

Selama masa pandemi COVID-19, perusahaan dapat menentukan pekerja yang perlu bekerja di kantor atau bekerja dari rumah.


Comments


Please Login to leave a comment.