Hasil Penelitian Bantah Teori Konspirasi COVID-19

Kesehatan

Hasil Penelitian Bantah Teori Konspirasi COVID-19

Selama terjadinya pandemi COVID-19, banyak teori konspirasi bermunculan tentang asal muasal virus penyebabnya, yaitu SARS-CoV-2. Terdapat teori yang mengatakan bahwa virus ini adalah senjata biologis yang sengaja dirancang oleh pihak militer di laboratorium di Wuhan, China.

Selanjutnya ada juga teori yang berbunyi bahwa virus ini dibuat oleh Pemerintah China untuk mengatasi terlalu banyaknya jumlah penduduk China.

Pun ada yang menyebut jika pandemi ini merupakan bagian dari program per seratus tahun yang dibuat oleh kelompok elit dunia, mulai dari The Great Plague of Marseille (1720), Pandemi Kolera (1820), Flu Spanyol (1920), dan kini Pandemi COVID-19 (2020).

Apa Arti Status Pandemi dari WHO bagi COVID-19

Namun, penelitian yang dilakukan ilmuwan baru-baru ini dapat membantahkan teori-teori tersebut. SARS-CoV-2 bukanlah virus buatan manusia, melainkan virus yang muncul alamiah. Hasil penelitian tersebut diterbitkan di jurnal Nature Medicine.

Melansir Science News (30/3/2020), Kristian Andersen, peneliti penyakit infeksi di The Scripps Research Institute, California membentuk sebuah tim bersama ahli virologi dan biologi evolusi dari beberapa negara untuk menganalisa apakah SARS-CoV-2 buatan manusia atau bukan.

[Baca Juga: Menerka Sifat Virus Corona Baru di Masa Mendatang]

Salah satu anggota timnya adalah Robert L Garry, ahli virologi di Tulane University, Louisiana, Amerika Serikat.

Bukti pertama yang mereka temukan adalah komponen SARS-CoV-2 berbeda dengan komponen virus-virus yang sudah dikenal sebelumnya. Sementara jika memang benar dibuat oleh manusia, sang pembuatnya akan merekayasa virus yang sudah pernah dikenal sebelumnya dan membuat sifat virus tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

“Ini bukan virus yang bisa dipahami dan dirakit oleh seseorang. Virus ini [SARS-CoV-2] punya terlalu banyak sifat yang berbeda. Beberapa di antaranya kontra-intuitif. Anda tidak akan melakukan ini jika ingin membuat virus yang lebih mematikan,” jelas Garry.

Cytokine Storm Reaksi Imun Ini Sebabkan Kematian pada COVID-19

Bukti kedua, mengutip Live Scinece (30/3/2020), SARS-CoV-2 mempunyai spike protein di permukaannya yang berguna untuk meraih dinding luar sel inangnya dan memasuki sel tersebut. Anderson dan timnya melihat secara spesifik susunan spike protein ini yang terdiri dari grabber (pengikat reseptor yang terhubung ke sel inangnya) dan furin, tempat pembelahan untuk membelah sel inang.

Spike protein ini disebut peneliti telah berevolusi untuk menargetkan ACE2 dan sangat efektif menempel pada manusia sehingga para peneliti mengatakan spike protein adalah hasil dari seleksi alam, bukan buatan manusia. “Saya sendiri pada awalnya skeptis,” kata Andersen

“Semua data menunjukkan itu [SARS-CoV-2] adalah alami [bukan buatan manusia],” lanjutnya.

[Baca Juga: Apakah COVID-19 Bisa Menyebar Lewat Udara?]

Andersen dan timnya mengatakan ada dua skenario munculnya Virus Corona baru. Pertama, virus berasal langsung dari hewan, yaitu kelelawar dan menularkannya ke manusia lewat hewan peralihan lainnya (beberapa peneliti mengatakan bahwa kemungkinan hewan ini adalah trenggiling). Dalam skenario ini, sifat SARS-CoV-2 yang begitu efektif menginfeksi manusia sudah ada sebelum virus tersebut menular ke manusia.

Skenario kedua yaitu, sifat SARS-CoV-2 yang efektif menginfeksi manusia baru muncul ketika virus ini ada di dalam sel manusia.

Imbas Corona, Pemerintah Diskon Tiket Pesawat ke 10 Destinasi Wisata

Bukti ketiga, datang bukan dari tim Anderson. Bukti ini membantah teori yang mengatakan SARS-CoV-2 adalah hasil rekayasa dari human immunodeficiency virus (HIV). Seorang ahli epidemiologi molekuler di University of Basel, Emma Hodcroft mengatakan materi genetik SARS-CoV-2 memang mirip dengan HIV, tetapi itu bukan berarti berasal dari HIV, itu berasal dari virus-virus yang berbagi dengan nenek moyang yang sama selama evolusi.

Itulah beberapa bukti dari hasil penelitian yang menjawab teori konspirasi mengenai Virus Corona baru yang bernama SARS-CoV-2 ini. Pointers diharapkan dapat bijak memahami berbagai teori yang muncul dan berita apa pun terkait COVID-19. Periksa kembali kebenaran pesan yang didapatkan sebelum meneruskannya kepada orang lain.


Read More

Artikel Lainnya

Karedok Jadi Metode Penguatan Literasi untuk Anak Sekolah di Jakarta Utar a.jpg

Pendidikan

Karedok Jadi Metode Penguatan Literasi untuk Anak Sekolah di Jakarta Utara

09 December 2022, 15:51

Pemkot Jakarta Utara memiliki program bernama Karedok yang pada dasarnya menggabungkan kegiatan edukatif seru untuk menguatkan literasi bagi anak-anak sekolah di wilayahnya.

Suasana Kemeriahan Natal 2022 Terlihat di Kota Sol o.jpg

Berita Kawasan

Suasana Kemeriahan Natal 2022 Terlihat di Kota Solo

09 December 2022, 13:49

Sejak awal Desember 2022, suasana perayaan Natal sudah bisa dilihat di Kota Solo dengan lampu-lampu yang menghiasi jalan bahkan dibentuk ala pohon Natal.

Mulai Dijual Hari Ini, Infinix Note 12 2023 Dibanderol dari Rp2,6 Jutaa n.jpg

Bisnis

Mulai Dijual Hari Ini, Infinix Note 12 2023 Dibanderol dari Rp2,6 Jutaan

09 December 2022, 11:46

Infinix Indonesia pada pekan ini secara resmi meluncurkan Note 12 2023 dan sudah bisa dibeli dalam momen first sale pada hari ini 9 Desember 2022.

Cianjur Berduka, Tim Fakultas Keperawatan Unpad Berikan Layanan untuk Korban Gem pa.jpg

Kesehatan

Cianjur Berduka, Tim Fakultas Keperawatan Unpad Berikan Layanan untuk Korban Gempa

08 December 2022, 15:41

Selama tiga hari, relawan dari Fakultas Keperawatan Unpad berada di lokasi posko korban gempa Cianjur untuk memberikan layanan kesehatan fisik dan mental bagi para korban.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Emmaandita 2 years, 8 months lalu
    EmmaAndita

    Mau hadiah total sampai 1M 😱 Buruan join di situsjadul.com dengan TCoin ! Atau ikuti babak kualifikasi untuk menangkan tiketnya ! Untuk Info lebih lanjut silahkan Kunjungi roadto1billion.com Jangan lewatkan kesempatan menjadi Milyarder 😎