Hasilkan Jutaan Rupiah dari Hobi, Ini Kisah Pengusaha Wild Betta

Bisnis

Hasilkan Jutaan Rupiah dari Hobi, Ini Kisah Pengusaha Wild Betta

Beberapa waktu terakhir salah satu sektor bisnis yang cukup berkembang di dalam ranah hewan peliharaan adalah ikan cupang hias. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya bermunculan breeder yang menjual belikan berbagai ikan cupang andalan mereka dari yang harganya puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah ada. Namun di antara semua jenis ikan cupang yang dijual terdapat satu jenis yang bisa dikatakan masih belum banyak disentuh tapi memiliki potensi besar, yaitu jenis wild betta atau ikan cupang alam. Anang pun melihat potensi tersebut.

Pria bernama lengkap Anang Buchori ini sudah sejak beberapa tahun terakhir tertarik memelihara ikan cupang. Pria yang bermukim di kawasan Jakarta Barat ini, pada 2018 mencoba mengembangkan ikan cupang serit atau crown tail dengan corak warna yellow copper. Bahkan kala itu, ia masing mengembangkannya menggunakan wadah baskom.

Hasilkan Jutaan Rupiah dari Hobi, Ini Kisah Pengusaha Wild Betta

Kala itu, ikan cupang yang menjadi ikon kota Jakarta Barat itu dijajakannya dengan cara berkeliling menggunakan motor yang menarik gerobak. Kemudian, ia menjualnya di depan sekolah-sekolah dasar dengan target konsumen utamanya merupakan para pelajar yang memang suka memelihara ikan cupang. Namun, dia tak memungkiri mengembangkan cupang serit memiliki tantangan tersendiri.

“Itu pun makanannya diusahain pakai encuk (jentik nyamuk) biar tulangan ekornya kencang terus. Makannya juga enggak boleh telat, kalau telat, semua tulangan ekornya pada lemes seperti rambut gitu enggak bisa tegak. Susah rawat crown tail,” ucap Anang kepada PingPoint.co.id melalui aplikasi pesan singkat (27/3/2020).

[Baca Juga: Ikan Cupang Banyak Dilirik Pasar Amerika Serikat]

Kemudian, fokus bisnisnya pun mulai berubah pada 2019 ketika Anang ikut bekerja bersama pengusaha wild betta. Dari sinilah ia mulai mempelajari beragam jenis ikan cupang liar, cara mengurusnya, breeding, hingga jual-belinya. Di mana bekal utama yang ia dapatkan pada momen ini merupakan jenis apa saja yang populer dan cara mendapatkannya serta bagaimana metode breeding untuk komersialnya.

Jenis Ikan Cupang Alam

Ikan cupang alam sendiri banyak yang penyebarannya ada di sungai, rawa-rawa, hingga danau di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Di mana setiap wilayah memiliki wild betta dengan jeninsya masing-masing. Sehingga ikan cupang alam berbeda dengan cupang yang diperjualbelikan di pasaran yang memang sudah dikawinsilangkan berkali-kali sehingga menghasilkan jenis ikan cupang hias. Anang sendiri mengembangkan jenis Smaragdina, Siambelis, Splendens, Uberis, Chanooides, Albimarginata, Radja, Cracens, Macrostoma, Cocina, Api-Api, dan Alien (hybrid).

[Baca Juga: Depok Serius Budidayakan Ikan Cupang]

Sebagai gambaran, potensi ekonomi dari ikan cupang alam ini terlihat dari jenis Macrostoma. Ikan yang dinamakan Cupang Brunei ini sebenarnya merupakan hewan endemik dari kawasan Brunei dan Serawak. Harga dari cupang ini sepasang dibanderol Anang sekitar Rp1.800.000 dan berdasarkan penelusuran PingPoint.co.id, di laman jual beli ikan luar negeri, hewan yang memiliki nama lengkap Betta Macrostoma ini sepasangnya bisa dijual di kisaran dalam rupiah Rp2.200.0000-an sampai Rp5.300.000-an.

Namun berdasarkan banyaknya penjualan, menurut Anang, wild betta yang terpopuler yang dijualnya adalah jenis Smaragdina, Siambelis, Mahachai, dan Splendens. Di mana kepopuleran ikan cupang alam ini dipengaruhi berbagai kontes yang kerap digelar di dalam dan luar negeri “Karena ikan-ikan ini yang sering ada class contest-nya,” ujarnya.

Breeding dan Penjualan

Dalam mendapatkan induknya, Anang langsung memesannya dari negara Thailand demi memastikan gen wild betta yang dibelinya terjaga murni. “Untuk hasil breeding genetik murni harga lumayan tinggi, kalau ada kontes juga bisa ikut dan ini banyak digemari sama orang luar negeri,” sebutnya. Namanya pun di dunia kontes ikan cupang alam cukup dikenal, karena ia beberapa kali di posisi runner up dalam kontes wild betta di Tanah Air.

Metode yang digunakan Anang dalam mengatasi terbatasnya lahan untuk kolam pengembangan adalah menggunakan sistem plasma. Di mana pada sistem ini, Anang menggunakan jasa petani yang nantinya akan mengembangkan indukan yang dibawanya. Petani itu akan breeding jantan dan betin wild betta yang dibawa Anang hingga berhasil menghasilkan anak-anaknya.

Hasilkan Jutaan Rupiah dari Hobi, Ini Kisah Pengusaha Wild Betta

Petani itu akan memastikan genetic line dari ikan cupang alam yang dibawa Anang terjaga. Kemudian ketika semua ikan hasil perkawinan sudah mendekati usia dua bulan maka Anang harus membayar semua anak-anak tersebut tanpa memilih berapa ekor yang diambil. Dengan metode ini, Anang yang harus membayar sekitar Rp20.000-Rp30.000 satu ekornya.

Barulah setelah itu, Anang akan membawanya ke rumah untuk memperbesar anak-anak wild betta tersebut hingga siap untuk dijual. Saat ini, ia fokus berjualan ikannya tanpa membuka toko fisik dan hanya memanfaatkan tempat tinggalnya, internet serta media sosial, dan jasa pengiriman barang. Dengan mayoritas ikan yang dijualnya paling murah di angka puluhan ribu, sampai ratusan ribu rupiah, keuntungan yang didapatkan Anang dari bisnisnya ini pun terbilang bagus.

Hasilkan Jutaan Rupiah dari Hobi, Ini Kisah Pengusaha Wild Betta

“Kalau normal ya, pengirimannya jika digabung kurang lebih lima jutaan rupiah sebulan dapat. Ini belum termasuk yang diekspor,” tutur Anang. Ia pun kerap menggunakan jasa transhipper untuk mengirimkan ikannya bagi konsumennya yang berada di luar negeri, seperti di Amerika Serikat yang memang banyak penggemar wild betta untuk aquascaping-nya.

Namun di sisi lain, perkembangan kasus COVID-19 juga mau tidak mau memengaruhi bisnis ikan cupang alamnya, khususnya terkait ekspor wild betta ke negara lain. “(Pendemi virus Corona) sangat mempengaruh sekali, sekarang mayoritas ekspor sudah tidak bisa dikirim lagi. Semua lockdown, penerbangan banyak ketunda, pesawat yang minggu-minggu lalu sudah di-booking pun tiba-tiba cancel. Padahal dari ekspor itu, kita selalu dapat omzet atau keuntungan yang agak lumayan,” katanya.

Oleh karena itulah Anang saat ini lebih banyak berjualan ikan wild betta dengan target konsumen dalam negeri saja. Walau menurutnya, saat ini pengiriman lokal agak lebih susah di tengah penyebaran Virus Corona. Namun, berbagai jasa pengiriman tetap membuka usahanya sehingga melancarkan pengiriman ikan cupang alamnya ke tangan konsumen.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.