Hati-Hati! Tas Punggung Berat Dapat Picu Gangguan Kesehatan Anak

Kesehatan

Hati-Hati! Tas Punggung Berat Dapat Picu Gangguan Kesehatan Anak

Saat ini dengan semakin kompleksnya sistem pembelajaran di sekolah kerap kali membuat anak-anak banyak membawa buku pelajaran serta peralatan sekolah lainnya di tas punggungnya. Hal inilah yang sering membuat mereka memanggul bobot yang berat setiap harinya. Selain membuat mereka cepat lelah, hal ini sebenarnya disinyalir memiliki dampak kesehatan yang negatif dalam jangka panjang, seperti memicu terjadinya skoliosis.

Pada dasarnya skoliosis merupakan gangguan kesehatan yang memicu tulang belakang di tubuh melengkung ke satu sisi, bisa kiri atau kanan. Gangguan ini bisa terjadi di bagian mana pun yang ada di tulang belakang dan titik yang paling sering adalah di area yang sejajar dengan dada serta punggung bagian bawah. Sebagaimana dilansir dari medicalnewstoday.com (5/9/2019), skoliosis paling sering terjadi terhadap anak-anak dibandingkan orang dewasa.

DUREN SAWIT-KESEHATAN-TIPS MEMILIH TAS SEKOLAH UNTUK ANAK-KIKI-1100 px X 600 px-01.jpg

Walaupun belum ada bukti konkret bahwa tas punggung yang bobotnya berat dapat langsung memicu skoliosis. Namun satu hal yang pasti, tas punggung berat akan semakin memperburuk kelengkungan tulang belakang mereka jika buah hati Anda sudah terindikasi memiliki kondisi skoliosis.

Berdasarkan hasil riset yang diunggah di US National Library of Medicine National Institues of Health, pada tahun 2013 telah dilakukan penelitian yang melibatkan 12 remaja sehat dan 14 remaja yang terindikasi mengidap skoliosis idiopatik ringan. Kemudian titik pusat tekanan para remaja itu dicatat melalui alat stabilometric platform saat mereka berdiri tegak tanpa ransel dan saat mereka membawa tas punggung secara simetris serta asimetris di setiap bahunya.

[Baca Juga: Tips Memilih Tas Sekolah untuk Anak]

Kemudian di setiap metode memanggul tas punggung, ransel mereka diisi dengan barang seberat 10 hingga 15 persen dari berat badan mereka. Dari penelitian itu ditemukan bahwa terdapat perubahan terhadap postur tubuh mereka yang cenderung seperti menggoyang yang semakin meningkat dengan semakin beratnya beban tas punggung para remaja itu.

Untuk remaja yang sehat, perubahan postur ini terjadi ketika mereka memanggul bobot yang memiliki berat 15 persen dari berat badan mereka. Sedangkan untuk remaja yang mengidap skoliosis idiopatik ringan, perubahan postur ini terjadi pada beban yang memiliki bobot 10 persen dari berat badan mereka.

[Baca Juga: Tips Atasi Rasa Malas Anak Pergi ke Sekolah]

Pada penelitian ini disarankan agar penderita skoliosis idiopatik ringan tidak memanggul tas punggung yang total beratnya 10 persen dari berat badan mereka karena dapat mengganggu keseimbangan tubuhnya. Selain itu, dari studi mengenai membawa tas secara asimetris, penelitian ini menekankan bahwa penderita skoliosis idiopatik ringan lebih baik jangan memanggul dengan cara tersebut karena ini dapat meningkatkan rasa sakit terhadap tulang punggung.

Walau buah hati Anda tidak menderita skoliosis, ada baiknya untuk menghindari membawa tas punggung yang memiliki bobot melebihi 5 persen dari berat badan mereka dan ini bisa dilihat dari gerak-gerik mereka saat membawanya, seperti kesulitan saat mengenakan dan melepaskan ranselnya serta perubahan postur di tubuh mereka kala memanggulnya. Jika indikasi ini terlihat maka saatnya, Anda mengurangi beban di tas punggung mereka yang juga berguna untuk mengurangi sakit pada pundak dan punggung mereka saat memanggul tas punggungnya.

Read More

Artikel Lainnya

KEMENDES-PDTT-Gelar-Pelatihan-Pembuatan-Biskuit-Rumput-Laut_1.jpg

Kuliner

KKP dan Kemendes PDTT Buat Pelatihan Pembuatan Biskuit Rumput Laut

06 July 2020, 20:00

Aktivitas ini diharapkan sebagai strategi agar perekonomian masyarakat kelautan dan perikanan tetap terjaga di masa pandemi COVID-19.

Juara Snack Membawa Berkah di Masa Pandemi COVID-19_2

Kuliner

Juara Snack Membawa Berkah di Masa Pandemi COVID-19

06 July 2020, 18:00

Siapa yang menyangka jika laju bisnis cemilan dapat berkembang pesat di masa pandemi COVID-19.

parekraf_2.jpg

Berita Kawasan

Pemerintah Motivasi Pelaku Parekraf Untuk Maksimalkan Kebijakan Insentif

06 July 2020, 16:00

Menparekraf mengimbau industri agar lebih aktif dan mengoptimalkan kebijakan stimulus dan relaksasi yang diberikan.

Alternatif Menghias Dinding Tanpa Cat_3

Properti dan Solusi

Alternatif Menghias Dinding Tanpa Cat

06 July 2020, 14:00

Bagi yang belum pernah membayangkan seperti apa cara menghias dinding tanpa menggunakan cat, maka simaklah beberapa trik ini.


Comments


Please Login to leave a comment.