wiceOK.jpg

Pendidikan

Hebat! Pin Social Distancing SMP IT PAPB Semarang Menang Gold Medal

Kreativitas kadang kala tercipta pada situasi yang tidak menguntungkan seperti saat ini, ketika dunia tengah dilanda pandemi COVID-19. Dari kondisi sulit ini nyatanya manusia mampu menciptakan sesuatu yang bisa menjadi solusi di masa pandemi. Tengok saja, prestasi membanggakan ditorehkan oleh lima siswa SMP Islam Terpadu (SMP IT) PAPB Semarang. Temuan yang mereka ciptakan bahkan berhasil mengantarkan mereka menjadi pemenang dan mendapatkan gold medal (medali emas) dan special award dari World Invention Competition and Exhibition (WICE) Malaysia.

Kreativitas kelima siswa yang terdiri dari Arwin Rasyid, Muhammad Fawwaz Akio, Danendra Natha Priyangga, Attala Gusti Darnaputra, dan Dzaky Ikhsan Sheva itu patut diacungi jempol. Bayangkan saja, ditangan mereka Pin Social Distancing (Pin SD) tercipta yang terinspirasi dari penerapan protokol kesehatan di sekolah. Pin SD merupakan alat peringatan untuk menjaga jarak bagi anak-anak dan penyandang disabilitas. Yang menarik, hanya dengan berkoordinasi lewat aplikasi zoom dan google meet, pin SD ini selesai dibuat dalam waktu tiga bulan saja.

wiceOK2.jpg

H Ramelan selaku Kepala SMP IT PAPB Semarang mengaku bangga dengan peningkatan prestasi yang dicapai siswanya dalam ajang WICE tahun ini setelah pada tahun 2019 lalu siswanya hanya memenangkan silver medal. Ia menilai jika capaian ini diperoleh karena adanya program ekstrakulikuler sains project yang selalu melakukan terobosan baru dengan total mencapai 31 penelitian . “Alhamdulillah, meski di masa sulit ini, SMP IT PAPB bersyukur dapat gold medal dan special award,” ucap H Ramelan bersyukur.

Mengalahkan 359 tim dari 29 negara lainnya, Tim SMP IT PAPB Semarang mendapatkan ide dari peraturan protokol kesehatan di sekolahnya dimana para penghuni sekolah diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak namun pelaksanaannya masih belum maksimal. Melihat kurangnya kedisiplinan anak-anak terutama anak SD untuk menjalankan prokes, Arwin Rasyid meminta orang tua lebih memperhatikan anak-anak untuk melakukan 3M. “Ini memerlukan perhatian khusus bagi orang tua yang memiliki siswa yang masih duduk di bangku SD dan penyandang disabilitas untuk patuh menerapkan 3M tersebut,” ujar sang team leader.

[Baca Juga: Kahiyang Ayu Ikut Meriahkan Hari Cuci Tangan di Medan]

Penerapan pembelajaran tatap muka yang menjadikan anak kembali berinteraksi dengan teman-temannya menjadi alasan tersendiri diciptakannya alat ini. Kenyataan kurangnya kedisiplinan sebagian murid dalam menerapkan prokes, membuat tim SMP IT PAPB berinisiatif menciptakan peniti atau pin dengan sensor ultrasonik yang dapat ditempelkan pada pakaian anak atau tas. Alat ini bekerja dengan memberi peringatan jika prokes tidak dijalankan dengan baik. “Itu juga bisa mengingatkan mereka untuk memakai masker dan mencuci tangan melalui speaker yang terintegrasi dengan pin tersebut,” ujar Muhammad Fawwaz Akio.

wiceOK3.jpg

Bentuknya memang sengaja dibuat menarik berupa karakter animasi yang disukai anak-anak. Di bagian samping pin Social Distancing terdapat transmitter yang aktif jika sensor ultrasonik mendeteksi objek yang jaraknya kurang dari satu meter. Cara kerjanya ketika penerima mendapatkan pantulan gelombang ultrasonik dari objek, maka akan diteruskan ke arduino untuk mengontrol IC Recorder dan secara otomatis akan membunyikan peringatan untuk menjaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan.

Danendra menyebut jika nantinya alat ini akan dikembangkan lagi dengan cara mengintegrasikannya ke dalam rompi. Cara ini dinilai lebih fleksibel dalam hal pemasangan sensor secara dua arah di depan dan dibelakang. “Jadi saat bertemu teman yang ada di depannya, begitu jaraknya kurang dari satu meter, speaker peringatan akan langsung berbunyi. Pemisahan sosial, jaga jarak, pakai masker, jangan lupa cuci tangan!,” ujar Danendra dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (6/10/2021).


Read More

SMP Islam Terpadu PAPB

Sekolah Menengah Pertama

+62246731280
None

Artikel Lainnya

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.

rshOK2.jpg

Berita Kawasan

Pertama di Semarang! Bonbin Mangkang Akan Miliki Rumah Sakit Hewan

26 October 2021, 14:02

Rumah Sakit Hewan yang akan dibangun ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Kota Semarang karena belum pernah ada rumah sakit hewan di kota Atlas ini sebelumnya.


Comments


Please Login to leave a comment.