Hendrar Prihadi Faskes Penanganan COVID-19 di Semarang Terkendali

Kesehatan

Hendrar Prihadi: Faskes Penanganan COVID-19 di Semarang Terkendali

Pendalaman materi dan penajaman visi-misi pasangan calon pada Pemilihan Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, digelar Rabu (18/11/2020). Selain pendidikan, sosial budaya, dan pembangunan daerah, penanganan COVID-19 juga menjadi salah satu tema yang dibahas dalam acara tersebut. Panelis menilai, tes COVID-19 perlu diintensifkan.

Pendalaman materi dan penajaman visi misi merupakan pengganti debat karena Pilwalkot Semarang 2020 hanya diikuti satu paslon, yakni Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang juga wali kota dan wakil wali kota petahana. Pertanyaan diberikan oleh lima panelis serta warga Kota Semarang melalui tayangan video.

Hendrar mengatakan, penanganan COVID-19 di Kota Semarang relatif terkendali jika melihat kesiapan fasilitas kesehatan dalam menampung pasien. ”Dari semua RS, ditambah (rumah isolasi) di rumah dinas wali kota dan Diklat Kota Semarang, kapasitas total ada 1.100 (unit). Periode puncak ialah awal Juli,” kata Hendrar seperti diberitakan kompas.id (19/11/2020).

Hendrar Prihadi Faskes Penanganan COVID-19 di Semarang Terkendali

Hendrar menuturkan, pada awal Juli 2020, jumlah pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat atau isolasi mencapai 976 orang. Namun, jumlahnya turun hingga sempat 300 orang, kemudian naik lagi menjadi sekitar 500 orang. Menurut dia, tak pernah ada pasien COVID-19 yang tak mendapat tempat untuk dirawat.

”Semua bisa saling bertukar (layanan), misalnya saat di RS Dr Kariadi penuh, bisa ke RSWN (RSUD KRMT Wongsonegoro), RS Telogorejo (swasta), dan lainnya. Kami serius akan hal ini. APBD untuk penanganan kesehatan hampir Rp 280 miliar, antara lain untuk pembelian alat, obat, dan jasa tenaga kesehatan,” dia menjelaskan.

[Baca Juga: Sudah Negatif COVID-19, Hendrar Prihadi Boleh Pulang dari RS Kariadi]

Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi, yang menjadi salah satu panelis acara itu, mengatakan, secara umum, paslon mampu menjawab pertanyaan dengan baik meski ada keterbatasan waktu. Pengalaman Hendrar, yang sudah 1,5 periode (sempat menjadi Plt Wali Kota) membuat dirinya menguasai permasalahan.

Akan tetapi, menurut Muhdi, perlu ada peningkatan 3 T (testing, tracing, dan treatment) COVID-19 di Kota Semarang. ”Yang dipilih, kan, PKM (pembatasan kegiatan masyarakat). Artinya, bukan pilihan tegas, melainkan ada keseimbangan (ekonomi dan kesehatan). Namun, risiko terpapar, kan, semakin tinggi. Karena itu, 3T perlu ditingkatkan,” katanya.

Menurut data pada laman informasi COVID-19 Pemkot Semarang, Rabu 18 November sore, terdapat 12.105 kasus positif kumulatif dengan rincian 541 orang dirawat, 10.506 orang sembuh, dan 1.058 orang meninggal. Sebagian orang dalam data tersebut merupakan warga luar Kota Semarang.

[Baca Juga: UMKM Kota Semarang Luwes Adaptasi Protokol Kesehatan Selama Pandemi]

Hendrar merupakan calon petahana Wali Kota Semarang yang sempat terinfeksi COVID-19 pada awal November 2020. Setelah mendapat perawatan 10 hari di RSUP Dr Kariadi, ia diperbolehkan pulang, setelah tiga hari sebelumnya dinyatakan COVID-19. Menurut Hendrar, hal itu menjadi pembelajaran.

”Kata orang, COVID-19 itu konspirasi, harus dipatahkan. Saya bukan OTG (orang tanpa gejala) karena ada gangguan klinis seperti demam tinggi dan batuk. Namun, saya diobati pada waktu dan penanganan yang tepat. Yang penting saat ini, terus cegah dengan memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Meski seperti sepele, itu yang membuat kita jauh dari COVID-19,” ucapnya.

Read More

Artikel Lainnya

JILF 2020 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

Pendidikan

JILF 2021 Menuju Lanskap Sastra yang Mudah Diakses, Beragam, dan Setara

05 December 2020, 15:02

Berangkat dari keinginan untuk mendengarkan narasi dari suara-suara yang lama diredam, Road to JILF 2021 mengusung tema “Heroes: (Re)making History”.

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

Bisnis

Shell Eco-marathon Memacu Generasi Muda Siap Mencapai Mobilitas Berkelanjutan

05 December 2020, 09:05

Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, ada peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu sebanyak lebih dari 200 persen.

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

Kesehatan

Sebelum Vaksinasi Nasional Dilakukan, Wali Kota Bogor Tekankan Tiga Hal Ini

04 December 2020, 15:33

Bima Arya membagi tiga kategori warga yang enggan diberi vaksin, yakni ada warga yang tidak ingin diberi vaksin karena tidak percaya bahwa COVID-19 itu ada dan nyata, ada juga karena alasan keagamaan dan ada juga karena takut.

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

Berita Kawasan

Lantik Pengurus PCI 2020-2024, Koni Kabupaten Bogor Optimistis Majukan Cricket

04 December 2020, 14:37

Ketua Koni Kabupaten Bogor Junadi Syamsudin mengatakan, di kukuhkannya kepengurusan PCI periode 2020-2024. Dapat menjalankan berbagai program kegiatan dengan inovatif sehingga Cabor Cricket bisa lebih maju.


Comments


Please Login to leave a comment.