Hingga Kini, Pemkot Bandung Sudah Vaksin Lebih dari 29 Ribu Warganya.jpg

Kesehatan

Hingga Kini, Pemkot Bandung Sudah Vaksin Lebih dari 29 Ribu Warganya

Penyuntikan vaksin Sinovac menjadi upaya pemerintah pusat dan daerah untuk berusaha mempercepat penanganan pandemi COVID-19 yang hingga kini telah setahun membayangi Tanah Air. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun tak lelah untuk mendukung upaya ini dan terlihat dari jumlah warganya yang sudah menerima vaksin COVID-19. Di mana berdasarkan data, tercatat ada lebih dari 29 ribu warga Kota Kembang yang telah menerima vaksin Sinovac selama dua tahapan vaksinasi COVID-19.

Berdasarkan keterangan Pemkot Bandung, pada vaksinasi COVID-19 tahap pertama yang sudah mulai digelar sejak Januari 2021, terhitung sudah ada 28.117 warga atau Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang disuntik vaksin Sinovac. Dari puluhan ribu warga ini terdapat kabar yang terbilang baik, karena menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung tak ada masyarakat yang merasakan dampak negatif berat pasca-vaksinasi COVID-19.

Hingga Kini, Pemkot Bandung Sudah Vaksin Lebih dari  29 Ribu Warganya.jpg

“Kita sudah menemukan 245 dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) tapi semuanya alhamdulillah KIPI ringan. Contoh ada gatal, bengkak, pusing. Tapi alhamdulillah semuanya ringan tertangani dengan beristirahat 30 menit,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung dr. Rosye Arosdiani, sebagaimana dikutip dari humas.bandung.go.id (2/3/2021).

Kemudian untuk vaksinasi COVID-19 tahap II yang saat ini sedang berjalan, Pemkot Bandung mencatat sudah ada sekitar 1.318 warganya yang telah disuntik vaksin Sinovac dosis pertama. Di mana sesuai target dari pemerintah pusat, mereka-mereka yang yang menerika vaksin ini berasal dari kalangan pejabat pelayanan publik, pedagang pasar, tokoh agama, akademisi, hingga lansia. Namun dakan vaksinasi tahap II ini, Dinkes Kota Bandung memandang mereka membutuhkan evaluasi untuk perbaikan strategi pelaksanaan penyuntikan vaksin Sinovac.

[Baca Juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Sinovac Tetap Harus Diikuti dengan 3M]

Menurut Rosye, evaluasi ini terlihat dibutuhkan usai para pedagang pasar yang seharusnya ditargetkan untuk divaksin ada 200 orang tapi yang datang hanya 117 orang. Dengan alasan satu dan lainnya, khususnya terkait waktu, banyak pedagang yang akhirnya enggan divaksin. Masalah waktu, Rosye memang menyadari bahwa peserta vaksin harus sabar mengikut berbagai proses hingga sekitar 45 menit per orangnya dari mulai datang sampai usai divaksin. Oleh karena itulah Dinkes Kota Bandung mempertimbangkan untuk memperbaiki strateginya demi mempersingkat waktu tahapan proses vaksinasi COVID-19.

Izin Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Sinovac Tetap Harus Diikuti dengan 3M

Sedangkan dari sisi target lansia, Dinkes Kota Bandung menjelaskan, ada 118.870 orang yang menjadi target penerima vaksin Sinovac dan proses penyuntikan vaksinnya terus berjalan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. “Targetnya selesai pada minggu kedua Juni 2021,” imbuhnya.

Sedangkan dari sisi tokoh agama penerima vaksin, ada juga yang mengangkat bicara terkait pentingnya vaksinasi COVID-19 tahap II ini. “Saya berkecimpung membina umat, paling tidak saat kita membina umat, badan kita harus sehat. Jangan sampai ada virus yang membahayakan orang lain. Karena tokoh agama sangat penting untuk pembinaan,” tutur Penguru Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Bandung Sartiman setelah menerima suntikan vaksin Sinovac di Balai Kota Bandung.

[Baca Juga: Cari Tahu Tentang Vaksin COVID-19 Sinovac Sebelum Vaksinasi Massal]

Read More

Artikel Lainnya

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung diperbolehkan Buka Sampai Pukul 23.00 3.jpg

Bisnis

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung Boleh Buka Sampai Pukul 23.00

11 April 2021, 11:44

Pemerintah Kota Bandung memperbolehkan usaha kuliner buka sampai pukul 23.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Oded M. Danial, Ketua Komite Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Gempa 3.jpg

Berita Kawasan

“Bangun Ayo Bangun Cah” Senandung Ibu-Ibu Dusun Kajar Ketika Gempa Malang Terjadi

11 April 2021, 11:09

Tradisi pun dimunculkan sebagai cara menanggulangi akibat emosional calon bayi setelah gempa terjadi.

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.


Comments


Please Login to leave a comment.