Hobinya Bisa Capai Omzet Rp20 Juta! Ini Cerita Bisnis Si Ratu Tarantula dari Bandung.jpg

Bisnis

Hobinya Bisa Capai Omzet Rp20 Juta! Ini Cerita Bisnis Si Ratu Tarantula dari Bandung

Bisnis yang bergerak di ranah hobi banyak dipandang sebagai sesuatu yang paling tepat dijalani bila Anda sudah menekuni hobi tertentu. Dari mulai bisnis action figure bagi kolektor hingga bisnis yang bergerak di hewan peliharaan yang bisa diimplementasikan dengan membuka toko akuarium sampai pet shop. Namun bagaimana bila hobi Anda bergerak di ranah hewan eksotik yang terbilang masih belum terlalu populer di Indonesia seperti tarantula? Bisakah hewan berkaki delapan yang cenderung ditakuti ini menghasilkan pundi-pundi rupiah? Perempuan asal Kota Bandung bernama The Ming Cu membuktikan kecintaannya terhadap tarantula bisa menghasilkan untuk dirinya juga.

Berkecimpungnya The Ming Cu di bisnis tarantula tak terlepas dari awal ketertarikannya terhadap arthropoda berkaki delapan tersebut. Walaupun hewan ini tak termasuk hewan peliharaan yang lumrah dipelihara oleh masyarakat umum, hal ini tak menghalanginya untuk mencoba memeliharanya. Ia tertarik untuk memeliharanya dikarenakan warna-warni dari tarantula yang dipandangnya terlihat cantik.

Hobinya Bisa Capai Omzet Rp20 Juta! Ini Cerita Bisnis Si Ratu Tarantula dari Ban du ng.jpg

Kemudian setelah beberapa tahun memelihara, temannya yang juga penghobi tarantula mengajaknya untuk berkecimpung di dunia bisnis arthropoda. “Kalau saya tertarik sama tarantula itu kan sekitar tahun 2010, nah mulai menjual tarantulanya itu di 2012,” ujar The Ming Cu kepada PingPoint melalui sambungan WhatsApp (5/4/2021).

Seperti mayoritas penjual hewan peliharaan eksotik lainnya, ia menjadikan rumahnya yang berada di area belakang Jalan Otista 292 No.112 Kota Bandung sebagai “markas” untuk pemeliharaan sekaligus tempat usahanya. The Ming Cu memanfaatkan jual-beli secara daring untuk menggapai para konsumennya dan pada awalnya menggunakan media sosial Facebook. Tapi dikarenakan peraturan yang diterapkan oleh media sosial itu, Ia beralih ke website-nya sendiri, yaitu spiderloverpetshop.com dan marketplace.

[Baca Juga: Tinggal Bersama Ribuan Tarantula! Ini Kisah si Ratu Tarantula Asal Bandung]

Dari sisi produk yang ditawarkan oleh dirinya sendiri sebenarnya beragam tak hanya tarantula saja. Dari mulai aksesoris untuk memelihara hewan tersebut hingga pakannya, kelabang, laba-laba, sampai kecoa hias, isopoda hias, dan burung eksotik juga bisa dibeli. Namun tetap di antara semua hal yang dijualnya, tarantula tetap menjadi yang terlaku apalagi jenis yang bisa dibeli dari The Ming Cu mencapai ratusan jenis dari tipe new world (dari wilayah benua Amerika) sampai old world (asal benua Asia dan Afrika) tersedia.

Dari sisi harganya sendiri, The Ming Cu membanderol dari harga yang beragam dan disesuaikan dengan tingkat kelangkaan dari tarantula tersebut. “Kalau dari range harganya antara Rp50.000 sampai jutaan. Kalau tarantula yang dijual, ada yang hasil breeding sendiri, ada yang beli dari breeder lain tapi yang harus trusted, karena di sini tidak menerima tarantula yang hasil hybrid dan juga ada yang impor sendiri,” ungkapnya.

Hobinya Bisa Capai Omzet Rp20 Juta! Ini Cerita Bisnis Si Ratu Tarantula dari Bandu ng.jpg

Di antara semua tarantula yang ditawarkannya, ada satu jenis yang bisa dikatakan terbilang banyak peminatnya di Tanah Air, yaitu jenis Caribena versicolor atau Antilles pinktoe tarantula yang berasal dari Pulau Martinik di Laut Karibia. Menurut Ming Cu, jenis ini populer karena ia memiliki warna yang cantik (saat kecil berwarna biru dan ketika dewasa menjadi merah), tingkat bisa yang rendah, dan cenderung tak akan menendang bulu untuk mempertahankan diri sehingga masih aman untuk disentuh.

Terkait omzetnya terbilang cukup besar untuk The Ming Cu di bisnisnya ini. Karena ia mengaku dari sisi penjualannya, ia bisa mendapatkan pemasukan sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta! Dengan ini dirinya juga bisa dapat mempekerjakan pegawai untuk membantu merawat sekaligus membantunya untuk packing pesanan dari konsumen. Walau terlihat menarik dan mungkin dapat menjadi motivasi bagi penghobi tarantula di Indonesia untuk mencoba berbisnis, si “Ratu Tarantula” asal Bandung ini memiliki pesan.

[Baca Juga: Anjing Pelacak di Jerman Berpotensi Besar Bisa Deteksi COVID-19]

Menurutnya, hal utamanya yang harus dipastikan bagi penghobi tarantula yang ingin mencoba bisnis ini adalah terkait pengepakan hewannya. Karena Ming Cu sendiri kerap beradaptasi dari sisi packing tarantulanya (seperti menggunakan tube darah, toples plastik dengan tissue yang dilembabkan hingga plastik zipper) demi memastikan arthropoda yang dipesan sampai ke tangan konsumennya dalam keadaan hidup.

“Perhatikan kondisi kesehatan tarantulanya, jangan sembarangan, misalnya tarantula enggak fit kondisinya dipaksa packing atau packing-nya asal-asalan sehingga membuat pembeli kecewa,” pungkasnya.


Read More

Spider Lover Petshop

Petshop (Tarantula)

None
None

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.