Home Credit Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Tokopedia 2.jpg

Bisnis

Home Credit Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Tokopedia

Perusahaan pembiayaan multiguna internasional berbasis teknologi, Home Credit Indonesia mulai mengembangkan lini bisnis online. Hal itu ditandai melalui kerja sama dengan Tokopedia dalam menyediakan fasilitas pembiayaan berbasis online. Kerja sama ini sebagai langkah baru untuk melebarkan sayap pembiayaan yang pada awalnya hanya mengandalkan layanan point of sales (POS).

Chief Digital Officer Home Credit Indonesia Tomas Prosek mengatakan, pihaknya menyadari perkembangan teknologi berjalan sangat pesat dan mengubah perilaku masyarakat. Salah satu yang paling terlihat adalah perubahan gaya hidup dalam berbelanja. Kemajuan teknologi seperti financial technology (fintech) menjawab kebutuhan masyarakat untuk membeli barang impian kapan pun, di mana pun, dan tanpa perlu datang ke gerainya.

[Baca Juga: Masih Banyaknya Fintech yang Tidak Terdaftar di OJK]

“Untuk itu langkah kemitraan strategis kami dengan Tokopedia akan menjawab kebutuhan pelanggan untuk membeli barang impian tanpa perlu datang ke gerai di seluruh cakupan wilayah Home Credit beroperasi. Selain itu, sejalan dengan industri e-commerce dalam menyediakan opsi pembayaran online, kami yakin kemitraan dengan Tokopedia ini akan meningkatkan pertumbuhan bisnis kedua belah pihak,” kata Tomas.

Home Credit Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Tokopedia

Chief External Affairs Home Credit Indonesia Andy Nahil Gultom menambahkan, kemitraan ini akan memberikan solusi inovatif kepada pelanggan, memudahkan pelanggan yang belum memiliki akses ke perbankan, sehingga mereka dapat membeli barang impiannya melalui layanan pembiayaan yang disediakan Home Credit dengan cara mencicil tanpa memerlukan kartu kredit.

“Terdapat 40 persen masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan yang selama ini lebih banyak menggunakan sistem cash on delivery dalam transaksi belanja online. Sebagai perusahaan pembiayaan terdepan dan memimpin di kategori dan layanan consumer durables, kami terus berkomitmen untuk menyediakan akses pembiayaan yang cepat, mudah dan terpercaya bagi masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan non-bank ataupun kartu kredit,” ujar Andy.

[Baca Juga: KAWN, Aplikasi Kasir Daring Aman dan Akurat]

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison mengatakan, pihaknya percaya bahwa kolaborasi merupakan kunci dari keberhasilan. Dengan 90 juta pengguna aktif Tokopedia setiap bulannya, Tokopedia terus berinovasi demi mempermudah pengguna. “Kini melalui kerjasama dengan Home Credit, kami berharap agar semua orang dapat memiliki produk impian mereka dengan lebih mudah,” jelasnya.

Berdasarkan studi terkini dari Morgan Stanley, e-commerce menyumbang 8 persen dari total penjualan ritel di Indonesia tahun lalu, dan diprediksi akan mencapai 18 persen pada tahun 2023. Hal ini didorong oleh perubahan perilaku pelanggan yang semakin memanfaatkan teknologi untuk kenyamanan berbelanja. Pemerintah memproyeksikan nilai transaksi e-commerce di Indonesia akan mencapai Rp130 miliar di tahun 2020.

Read More

Artikel Lainnya

sholat-tarawih.jpg

Berita Kawasan

Salat Tarawih Perdana di Kota Medan Berlangsung Lancar dan Sesuai Prokes

13 April 2021, 11:49

Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menyambut Ramadan dengan protokol kesehatan, seperti menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh area masjid.

Slide3.JPG

Berita Kawasan

Salat Tarawih di Masjid Agung Jami’ Kota Malang Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

13 April 2021, 11:08

Tahun ini, pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid, dengan berbagai aturan yang tetap mengedepankan protokol kesehatan.

UTBK UNDIP 2021

Pendidikan

Hari Pertama UTBK UNDIP Tahun 2021 Berjalan Lancar

13 April 2021, 11:07

Ia mengatakan bahwa ini adalah kali kedua UNDIP melaksanakan UTBK di masa pandemi dan meyakinkan bahwa semua pihak melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin

UTBK di Universitas Padjajaran.jpg

Pendidikan

UTBK di Unpad, Semua Peserta Wajib Pasang Aplikasi Mass Tracking

13 April 2021, 10:34

Semua peserta UTBK di Universitas Padjajaran wajib memasang aplikasi mass tracking untuk mencegah penularan COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.