DEPOK_KAWASAN_HUTAN KOTA UI SEBAGAI PARU PARU KOTA DEPOK_ICHWAN_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

Hutan Kota UI Sebagai Paru-Paru Kota Depok

Perkembangan Kota Depok dari tahun ke tahun semakin pesat. Salah satu indikasinya adalah maraknya pembangunan properti seperti mall, apartemen dan area komersil. Selain itu, suasana Kota Depok pun berubah menjadi kota yang padat dengan kendaraan. Polusi pun menjadi semakin meningkat. Satu hal yang bisa jadi solusi adalah menciptakan banyak ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota. Seperti Hutan Kota UI atau Universitas Indonesia.

Hutan kota yang lokasinya sangat dekat Stasiun Depok ini merupakan kawasan hijau yang ditetapkan sejak lama melalui Surat Keputusan (SK) Rektor UI Nomor 84/SK/12/1988, tanggal 31 Oktober 1988. Surat itu kemudian diperbaharui melalui SK Gubernur Nomor 3487/1999 dengan nama Mahkota Hijau.

[Baca Juga : 8 Taman Kota di Kawasan Pasar Minggu]

Melalui SK tersebut, hutan kota dengan luas areal mencapai 90 hektare ini ditetapkan memiliki fungsi sebagai wilayah resapan air, wahana koleksi pelestarian plasma nutfah, wahana penelitian dan sarana rekreasi alam. Hutan kota ini merupakan bagian dari kampus Universitas Indonesia yang berada di Depok. Secara keseluruhan, kampus UI Depok menempati lahan seluas 318 hektare.

Secara administrasi hutan Kota Kampus UI ini terbagi dalam dua wilayah administrasi kota, yaitu Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan Pemerintah Kota Depok. Dalam laman lingkunganhidup.jakarta.go.id, hutan kota seluas 55,40 hektare masuk ke dalam wilayah Kota Jakarta Selatan, tepatnya Kecamatan Jagakarsa, Kelurahan Srengseng Sawah. Sisanya yang sekitar 34,6 hektare, masuk dalam wilayah administrasi Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Jika berkunjung di Hutan Kota UI, Anda masih bisa menemukan banyak satwa dan mendengar mendengar kicauan burung-burung. Di dalam hutan itu juga terdapat enam danau besar yang akronim dari tiap namanya membentuk kata KAMPUS, yaitu K(enanga), A(ghatis), M(ahoni), P(uspa), U(Lin), S(alam).

Adapun satwa yang ada di kawasan Hutan Kota UI antara lain burung, tikus, ikan, katak, dan beberapa satwa liar seperti ular, kadal, bunglon serta jenis serangga. Untuk jenis burung, sedikitnya ada 56 jenis yang terbagi dalam tujuh habitat berbeda, yaitu danau, empang, sawah, alang-alang, tegalan, kebun, karet dan hutan penghijauan.

Di antaranya banyak dijumpai yaitu Bondol Jawa (Lonmchura linchi), Bondol dada sisik (Lonchura ponctulata), burung Cabe (Dicaeum trochileum), serta Walet sapi (Collocalia linchi). Untuk jenis Tikus besar di kampus UI ada 5 (lima), yaitu Rattus tiomanicus, Rattus diardi, Rattus norvegius, Rattus exulans, dan Bandicota indica. Jenis rayap subteran yang banyak adalah Macrotelmes gilvus. Sedangkan untuk jenis molusca air tawar ditemukan Gondang (Pila scutata), Bellamya javanica, Remis (Corbicula javanica), Kijing (Pilsbryconcha exilis), dan Keong mas (Pomacea sp).

Sementara vegetasi pohon yang ada di hutan kota ini, di antaranya adalah jati, meranti, kopi, karet, dan matoa. Luas dan vegetasi flora yang beragam menjadikan hutan kota UI mempunyai beberapa fungsi, di antaranya sebagai kawasan resapan air Kota Depok dan sebagai wahana penelitian biodiversitas (keanekaragaman hayati) bagi mahasiswa.

[Baca Juga : Menikmati Udara Segar di Hutan Kota Srengseng]

Kawasan Hutan Kota UI ini selain berfungsi sebagai kawasan resapan air, kawasan lindung pelestarian plasma nutfah, juga dimanfaatkan sebagai wahana biodiversitas (keanekaragaman hayati) bagi mahasiswa biologi, farmasi, geografi, kimia, dan fakultas sastra, juga bisa difungsikan sebagai kawasan rekreasi, baik bagi masyarakat kampus maupun masyarakat sekitarnya. Kawasan ini juga dipergunakan sebagai penyuluhan mahasiswa tentang arti penting lingkungan tata hijau diwilayah perkotaan, pramuka maupun pecinta alam.

Read More

Artikel Lainnya

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

Kesehatan

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

18 August 2019, 20:00  |  2 Views

Untuk meningkatkan kepedulian serta mendorong wanita untuk melakukan deteksi dini kanker, Kampung Kepo diresmikan.

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

Properti dan Solusi

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

18 August 2019, 19:00  |  3 Views

Biasanya ampas kopi selalu berakhir di tempat sampah, namun ternyata endapan hasil akhir dari minuman lezat ini masih dapat Anda manfaatkan.

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

Bisnis

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

18 August 2019, 18:00  |  6 Views

GoPay menjadi uang elektronik pertama yang dapat menjadi opsi pembayaran biaya kirim barang melalui JNE. Kirim barang pun jadi lebih praktis.

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

Kesehatan

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

18 August 2019, 17:00  |  5 Views

Kader JKN berperan aktif menyukseskan Program JKN-KIS. Selain itu, berbagi informasi dan membawa manfaat kepada masyarakat.


Comments


Please Login to leave a comment.