Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Bisnis

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Ideafest yang menjadi ajang pertemuan tahunan para pelaku industri kreatif digelar kembali tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19. Ideafest digelar secara vitual dan diharapkan dapat memantik ide, kreativitas, dan inovasi sekaligus menjadi momentum evaluasi industri kreatif di Indonesia. Ini penting sebagai modal untuk memulai atau membangun kembali usaha kreatif yang terdampak pandemi COVID-19.

Chief Executive Officer Samara Media and Entertainment Ben Soebiakto mengatakan, pandemi memukul seluruh lini industri kreatif, baik film, musik, event organizer, hingga mode. Kendati demikian, pandemi menunjukkan rentannya model bisnis yang ada. Hal itu jadi momentum untuk mengulas kembali cara industri kreatif berjalan selama ini.

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

”Masyarakat urban mungkin berlari terlalu cepat selama ini sehngga tidak punya waktu menganalisis diri. Kita jadi disadarkan oleh pandemi. Jangan-jangan model bisnis kita selama ini kuno, tidak bulletproof [tangguh], atau mungkin terlalu Jakartasentris,” kata Ben pada konferensi pers Ideafest 2020 virtual seperti diberitakan kompas.id (28/10/2020).

Ideafest merupakan acara tahunan yang mengumpulkan pelaku industri kreatif untuk bertukar gagasan. Acara tahun ini dilaksanakan secara daring pada 5-15 November 2020. Ada lebih dari 150 pembicara yang akan hadir, 12 sesi konferensi, serta forum bersama 20-an universitas dan komunitas. Ada pula pameran, acara musik, serta bazar makanan dan minuman.

[Baca Juga: Prambanan Jazz Online Buktikan Bahwa Pelaku Industri Kreatif Tetap Mampu Berkarya]

Ideafest 2020 menggunakan tema ”Restart” atau memulai kembali. Ben mengatakan, sudah saatnya digodok ide baru untuk bertahan selama dan setelah pandemi. Ia berharap Ideafest menjadi tempat memantik ide, menginspirasi, serta mendorong kolaborasi. ”Akan ada banyak hal yang bisa dicontoh, kemudian dikembangkan sendiri. Tidak semua hal harus berakhir karena pandemi. Usaha yang kolaps bisa berdiskusi bersama di sini,” kata Ben, yang juga salah satu penggagas Ideafest.

Grup produser musik Laleilmanino sependapat. Masa pandemi tidak diratapi, melainkan dijadikan momen untuk lebih produktif. Ada 10-20 lagu yang telah mereka rilis tahun ini. Masih ada sejumlah lagu yang akan dirilis. ”Kami jadi lebih produktif saat pandemi dibanding masa sebelumnya,” kata Anindyo Baskoro, perwakilan Laleilmanino, yang juga vokalis RAN. ”Kita sebenarnya bisa berkarya dan menghasilkan uang di kamar saja. Istilahnya bedroom producer (produser kamar tidur). Gunakanlah teknologi untuk mencari referensi sebanyak-banyaknya, buat musik, lalu kalian bisa unggah di platform digital,” tambahnya.

Teknologi Sebagai Solusi

Head of Strategic Investments Telkomsel Nazier Ariffin mengatakan, teknologi tidak sekadar menghubungkan semua orang yang diminta berjarak akibat pandemi. Lebih lanjut, teknologi menjadi solusi dan sarana pembangunan masa kini.

Ia mencontohkan, para pelaku industri sempat kebingungan menentukan langkah di masa awal pandemi. Sejumlah acara diundur atau dibatalkan. Namun, teknologi menjembatani problem itu. Acara, pekerjaan, hingga aktivitas jual-beli kini bisa dilakukan secara daring. ”Teknologi memberikan kita arti yang lebih. Menurut survei internal Telkomsel, ada 70 persen pengguna kami yang menyatakan tidak berniat kembali ke cara hidup lama. Sebab, mereka menemukan banyak hal baru hanya dengan teknologi,” ujar Nazier, yang juga kurator konten Ideafest 2020.

Ideafest Kala Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Evaluasi Industri Kreatif

Menurut Presiden Direktur PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati, teknologi bisa diterapkan pelaku UMKM dari hal paling sederhana dahulu. Sebagai contoh, melayani penjualan lewat aplikasi percakapan, membuka daftar prapesan, hingga melayani pengiriman barang. Perlahan, pelaku UMKM bisa menggunakan produk teknologi yang lebih rumit, seperti membuat situs internet.

Transformasi Digital

Fetty mengatakan, perpindahan pelaku usaha ke pasar digital perlu disertai transformasi produk. Maksudnya, produk perlu mencerminkan perhatian terhadap suatu isu, kemudian menunjukkan tujuan produk dibuat. Untuk itu, dibutuhkan narasi produk yang kuat.

”Produk yang memiliki narasi akan menciptakan komunikasi dua arah (antara produsen dan konsumen),” katanya.

Pelaku usaha juga perlu menyadari pentingnya kekuatan komunitas untuk memasarkan produk. Fetty menjelaskan, di masa pandemi, pelaku usaha berhasil berjualan dengan promosi ke lingkup terdekat, seperti tetangga atau teman. Pelaku usaha bisa membangun narasi produk dengan melihat kedekatan itu.

Read More

Artikel Lainnya

Koleksi T-shirt Supreme Diperkirakan Terjual 2 Juta USD

Kecantikan dan Fashion

Koleksi T-shirt Supreme Diperkirakan Terjual 2 Juta USD

29 November 2020, 12:01

Koleksi T-shirt Bogart ini akan disajikan sebagai penjualan pribadi bersamaan dengan lelang online barang-barang Supreme langka lainnya.

Tentang Bulimia, Gangguan Makan yang Diderita Putri Diana

Kesehatan

Kenali Bulimia, Gangguan Makan Putri Diana

28 November 2020, 17:08

Alur cerita The Crown Season 4 telah menghidupkan kembali pembicaraan tentang gangguan makan tersebut dalam kehidupan nyata Putri Diana, Princess of Wales.

3 Resep Masakan Beraroma Segar dengan Daun Kemangi

Kuliner

3 Resep Masakan Beraroma Segar dengan Daun Kemangi

28 November 2020, 10:08

Orang Sunda mengenal kemangi dengan sebutan seraung atau lampes. Lampes juga nama yang dikenal bagi orang Jawa. Selain di Pulau Jawa, daun kemangi juga banyak dipakai dalam masakan di Indonesia bagian timur.

4 Film Penting Tayang di Netflix Desember Ini

Hobi dan Hiburan

4 Film Penting Tayang di Netflix Desember Ini

27 November 2020, 18:01

Berikut sinopsis empat film tersebut sebagai panduan Anda yang tidak ingin ketinggalan menonton karya yang kemungkinan besar akan merajai nominasi pada musim penghargaan.


Comments


Please Login to leave a comment.