TEBET-KESEHATAN-INDONESIA 3 BESAR PENYEBARAN HIV-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Indonesia Tiga Besar Penyebaran HIV

Laporan terbaru dari UNAIDS berjudul “Knowledge is Power” menunjukan bahwa upaya tes dan pengobatan human immunodeficiency virus (HIV) semakin intensif berhasil menjangkau lebih banyak orang yang hidup dengan HIV secara global.

Menurut laporan yang diluncurkan pada 22 November 2018 di Abijan, Pantai Gading itu, pada 2017, tiga dari empat (75 persen) orang yang hidup dengan HIV mengetahui status HIV mereka. Angka tersebut menunjukan kenaikan dari tahun 2015, di mana hanya 67 persen orang yang mengetahui status HIV mereka.

Sementara itu, 21.700.000 orang dengan HIV atau 59 persen memiliki akses untuk pengobatan Anti-Retroviral (ARV), menunjukan kenaikan dari jumlah 17,200,000 orang yang tercatat pada tahun 2015.

Di sisi lain, laporan ini menunjukan bahwa terdapat 9,400,000 orang yang tidak tahu bahwa mereka hidup dengan HIV, dan perlu sesegera mungkin dihubungkan dengan layanan tes dan pengobatan HIV.

[Baca Juga: Tahun 2030, Indonesia Komitmen Bebas Epidemi HIV/AIDS]

Di Indonesia sendiri, diterangkan Direktur UNAIDS Indonesia Krittayawan Boonto, penyebaran distribusi HIV ini menyusul Tiongkok dan India. Penyebaran HIV di Tiongkok meningkat 22 persen setiap tahunnya, sementara India sebesar 31 persen atau 88.000 per tahun.

Namun, dirinya mengapresiasi Indonesia karena telah menyediakan lebih dari 5,000 tempat untuk tes dan lebih dari 600 pusat pengobatan ARV yang dapat diakses secara gratis. Selain itu, hal penting yang belum ada yaitu pemahaman tentang HIV.

“Tanpa pemahaman ini, sesorang tidak dapat membuat keputusan tentang kesehatannya. Misalnya, melakukan tes dan menginisiasi pengobatan ARV agar tetap sehat dan produktif,” ujarnya dalam acara konferensi pers Hari AIDS Sedunia 2018, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/12/2018).

Konferensi Pers Hari AIDS Sedunia 2018

Keterbatasan Informasi Soal HIV

Lanjutnya, 23 persen dari pertumbuhan penyebaran HIV di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, berasal dari anak muda. Hal tersebut terjadi karena mereka tidak mendapatkan informasi yang cukup jelas terkait HIV.

Tidak hanya itu, keterbatasan informasi juga membuat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tak mengetahui status penyakit yang mereka derita. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, saat ini diperkirakan terdapat 630.000 estimasi orang yang hidup dengan HIV.

Diperkirakan pula, ODHA yang mengetahui status diri mereka terjangkit HIV hanya sebesar 301.959 atau 48 persen. Namun, ODHA yang saat ini sedang menjalankan pengobatan ARV baru mencapai 96.298 atau sekitar 15 persen.

[Baca Juga: Mengenal Infeksi Saluran Kemih pada Wanita]

Dengan begitu, wanita yang akrab disapa Tina ini berharap bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bisa menyampaikan informasi dan sosialisasi mengenai masalah HIV. Menurutnya, tugas sosialisasi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga pihak swasta.

Read More

Artikel Lainnya

Indekos, Toko Bunga, dan Museum, Inilah Perubahan Wajah Gedung Sumpah Pemuda

Berita Kawasan

Museum Sumpah Pemuda Gelar Pameran Sartono: Sang Pejuang Demokrasi

27 October 2020, 17:54

Dalam momen perayaan Sumpah Pemuda tahun ini, Museum Sumpah Pemuda menggelar pameran yang memperlihatkan sosok yang dipandang sebagai tokoh pejuang demokrasi di Indonesia, Sartono.

Dari realme Narzo 20 Hingga AIoT, Pekan Depan realme Rilis Jajaran Produk Baru!.jpg

Bisnis

Dari realme Narzo 20 Hingga AIoT, Pekan Depan realme Rilis Jajaran Produk Baru!

27 October 2020, 15:36

i awal November 2020, realme Indonesia sudah siap memperkenalkan beragam produk barunya, termasuk ponsel pintar yang targetkan mobile gamer.

Jelang Unjuk Rasa Omnibus Law di Surabaya, Wali Kota Risma Lakukan Init.jpg

Berita Kawasan

Jelang Unjuk Rasa Omnibus Law di Surabaya, Wali Kota Risma Lakukan Ini

27 October 2020, 14:29

Wali Kota Risma berpesan kepada warganya yang hendak ikut demonstrasi Omnibus Law pada hari ini.

Persiapan Libur Panjang, Pemprov Jawa Barat Siap Gelar Rapid Test Dadakan.jpg

Berita Kawasan

Persiapan Libur Panjang, Pemprov Jawa Barat Siap Gelar Rapid Test Dadakan

27 October 2020, 13:36

Pemprov Jawa Barat sudah mulai mempersiapkan untuk antisipasi potensi penyebaran COVID-19 saat libur panjang.


Comments


Please Login to leave a comment.