TEBET-BISNIS-INDUSTRI FINTECH PEMBAYARAN MENJAMUR DI INDONESIA-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Bisnis

Industri Fintech Pembayaran Menjamur di Indonesia

Industri financial technology (Fintech) di Indonesia berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini. Asosiasi Financial Technology Indonesia (AFTECH) menyebut ada empat modal bisnis fintech yang semakin berkembang. Empat model bisnis itu adalah peer to peer (P2P) lending, payment, insurance technology (insurtech), dan kategori well management seperti crowdfunding.

Namun, model bisnis yang akan semakin berkembang terutamanya dalam kategori payment seperti Gopay dan Ovo. Pasalnya, kategori payment atau pembayaran tersebut kini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat di Indonesia.

[Baca Juga: Tidak Lama Lagi Go-Jek Segera Beroperasi di Singapura]

Ada juga pinjaman daring (P2P lending) yang juga akan berkembang. Akan tetapi, tidak menjadi kebutuhan sehari-hari dan tidak se-booming payment. Namun, per 31 Oktober 2018, sudah ada 73 perusahaan pinjaman daring terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Secara khusus pertumbuhan industri fintech semakin positif setelah OJK mengeluarkan beberapa peraturan terkait fintech. Seperti Peraturan OJK No. 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan Peraturan OJK No. 13 Tahun 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital.

Tren Pertumbuhan

Dalam rilis yang diterima PingPoint.co.id, Kamis (22/11/2018), Ketua Harian AFTECH Kuseryansyah mengatakan, pertumbuhan industri fintech di Indonesia beberapa tahun terakhir ini disebabkan karena beberapa faktor, seperti meningkatnya penggunaan telepon seluler, kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, utamanya gaya hidup generasi millennial.

“Dengan potensi yang begitu besar, kami yakin bahwa industri fintech dapat memainkan peran penting dalam membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya pada kegiatan FinTech Media Clinic by AFTECH di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

[Baca Juga: Masih Banyaknya Fintech yang Tidak Terdaftar di OJK]

Lebih dari 190 anggota AFTECH, 80 di antaranya merupakan perusahaan fintech yang bergerak di bidang pinjaman daring (P2P lending). Pada Agustus lalu, Aftech dan para anggotanya meluncurkan Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Daring yang Bertanggung Jawab (Code of Conduct for Responsible Lending).

Pedoman tersebut menjadi acuan bagi perusahaan fintech yang menyelenggarakan pinjaman daring dalam menjalankan bisnis mereka secara bertanggung jawab.

Model bisnis selanjutnya yang akan berkembang datang dari kategori well management atau yang terkait dengan crowdfunding pasar modal. Kuseryansyah menyebutkan, model bisnis ini akan semakin berkembang seiring dengan rencana penerbitan Peraturan OJK tentang crowdfunding pasar modal.

Selain itu, ada juga bisnis yang akan terus tumbuh di Indonesia yakni agregator atau marketplace. Contoh perusahaan yang sudah berdiri di Indonesia adalah Cermati dan Cejaka.

Read More

Artikel Lainnya

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco.jpg

Kuliner

Wah, Ada Takoyaki Rasa Kari Jepang di Gindaco

30 September 2020, 18:14

Brand takoyaki Gindaco baru-baru ini menghadirkan menu baru dengan rasa kari otentik dari Negeri Sakura.

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

Properti dan Solusi

5 Pilihan Warna Monokromatik untuk Bangun Suasana Baru di Rumah

30 September 2020, 16:07

Memilih palet warna monokromatik berarti berkomitmen pada satu warna, tentu saja, tetapi penggemar warna sejati tidak akan menghindar tantangan itu.

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik Ini 3 Tendensi Penentunya

Kesehatan

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik? Ini 3 Tendensi Penentunya

30 September 2020, 15:03

Mengartikan tingkat narsistik "normal" itu rumit, tetapi tiga tendensi penentu berikut dapat lebih memperjelas apa masalah yang Anda hadapi.

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam .jpg

Bisnis

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam

30 September 2020, 14:02

Pepen baru-baru ini mengumpulkan semua pengusaha kafe hingga hiburan malam demi mencegah keadaan seperti di Kafe Broker Galaxy Bekasi kembali terjadi.


Comments


Please Login to leave a comment.