Tips Memulai Hari dengan Produktif dan Bahagia

Bisnis

Ingin Lebih Berhasil di Tahun Baru, Bongkar 3 Mitos Kesuksesan Dulu

Setelah melewati 2020 dengan rentetan kegagalan dan kesedihan, sudah saatnya Anda bersiap untuk menyongsong keberhasilan. Hampir semua orang mengharapkan kebahagiaan. Salah satu acuan bahagia adalah kesuksesan dalam hidup.

Namun, ada mitos dalam kesuksesan yang membuat Anda tidak juga bahagia meskipun sudah meraihnya. Tiga mitos yang paling sering dikatakan yaitu:

  1. "Saya tidak akan senang sampai saya mendapatkan promosi pekerjaan itu."
  2. "Menghasilkan lebih banyak uang akan membuat saya bahagia."
  3. "Saat aku bertemu seseorang, aku akhirnya akan bahagia."

PONDOK-INDAH_BISNIS_4-KIAT-SEDERHANA-AGAR-SUKSES-BERBISNIS_KIKI_1100-px-X-600-px.jpg

Tiga pernyataan sebenarnya adalah prediksi tentang bagaimana perasaan seseorang di masa depan. Psikiater Dimitrios Tsatiris M.D. mengatakan, "Ini dikenal sebagai ramalan afektif."

Menurut Clinical Assistant Professor of psychiatry di Northeast Ohio Medical University, AS ini menambahkan, secara alami, manusia mengejar upaya yang diyakini akan membuat bahagia. "Anggap bahwa pencapaian seperti promosi pekerjaan, menikah, atau mendapatkan gaji yang lebih tinggi akan membuat manusia lebih bahagia," tulis Tsatiris dalam artikelnya di psychologytoday.com (30/12/2020).

[Baca Juga: Ini Makna Kesuksesan Bagi Orangtua dengan Anak dengan Austime]

"Penting untuk membedakan cara kita memprediksi emosi masa depan. Meskipun kita dapat secara akurat memprediksi bagaimana perasaan tentang suatu peristiwa di masa depan, tapi ada kesulitan untuk memprediksi intensitas dan durasi perasaan tersebut. Kita cenderung melebih-lebihkan dampak abadi yang akan ditimbulkan peristiwa masa depan terhadap emosi. Ini sebuah fenomena yang disebut bias dampak," Tsatiris menjelaskan.

Padahal, berdasarkan sebuah penelitian, peristiwa positif dan negatif memiliki dampak yang lebih singkat dan kurang intens daripada yang diperkirakan. "Saya bisa membuktikan ini. Ketika saya masih kuliah, saya secara naif percaya bahwa menjadi dokter akan menjadi kunci kebahagiaan permanen," lanjut Tsatiris.

Tips Memulai Hari dengan Produktif dan Bahagia g

Ternyata, praktik kedokteran memiliki faktor penyebab stresnya sendiri. Ada tekanan untuk memenuhi harapan produktivitas dan ukuran kualitas yang ditetapkan oleh rumah sakit. Sebuah survei tahun 2020 terhadap lebih dari 15.000 dokter hanya mendukung pengamatan tersebut. Ini menunjukkan bahwa 42% dokter menderita kelelahan yang ditandai dengan kelelahan emosional, perasaan terlepas dari tanggung jawab pekerjaan dan kurangnya pencapaian pribadi. Survei ini dilakukan sebelum pandemi COVID-19 yang hanya menambah tekanan pada dokter dan petugas kesehatan lainnya.

Pandangan seperti ini merupakan mitos kesuksesan. Anda memprediksi bahwa menjadi sukses akan membuat bahagia dan kita berkorban untuk menjadi sukses. Namun, kesuksesan tidak mengarah pada kebahagiaan yang berkelanjutan. Tujuan menjadi kaya, menikah, atau menjalankan bisnis yang menguntungkan hanyalah nektar manis kesuksesan yang berumur pendek.

[Baca Juga: Tips Memulai Hari dengan Produktif dan Bahagia]

Menurut Tsatiris, jika itu dibiarkan, Anda akan terus mendambakan lebih banyak saat manis kesuksesan memudar. "Jika berhati-hati, Anda tidak akan punya pilihan lain selain terseret dalam putaran roda tak berkesudahan dan terus mengejar pencapaian di masa depan tanpa akhir yang terlihat," dia mengingatkan.

Mengejar kesuksesan belum tentu merupakan hal yang buruk. Ada banyak manfaat dengan menetapkan dan mencapai tujuan. Masalahnya terjadi ketika Anda melebih-lebihkan manfaat tersebut dan gagal menghargai perjalanan menuju tujuan.

Read More

Artikel Lainnya

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung diperbolehkan Buka Sampai Pukul 23.00 3.jpg

Bisnis

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung Boleh Buka Sampai Pukul 23.00

11 April 2021, 11:44

Pemerintah Kota Bandung memperbolehkan usaha kuliner buka sampai pukul 23.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Oded M. Danial, Ketua Komite Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Gempa 3.jpg

Berita Kawasan

“Bangun Ayo Bangun Cah” Senandung Ibu-Ibu Dusun Kajar Ketika Gempa Malang Terjadi

11 April 2021, 11:09

Tradisi pun dimunculkan sebagai cara menanggulangi akibat emosional calon bayi setelah gempa terjadi.

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.


Comments


Please Login to leave a comment.