Ini 3 Rekomendasi MUI di Tengah Wabah Corona

Berita Kawasan

Ini 3 Rekomendasi MUI di Tengah Wabah COVID-19

Menangani kasus COVID-19 memang perlu andil dari segenap masyarakat. Seperti yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga pemerintah tersebut baru-baru ini memberikan beberapa rekomendasi terkait penanganan merebaknya Virus Corona di Tanah Air.

[Baca Juga: Perlukah Formula E Digelar ditengah Wabah Corona?]

Lewat Ketua Dewan Fatwa MUI, Hasanuddin, MUI meminta pemerintah untuk membatasi keluar masuknya barang maupun orang yang masuk ke Indonesia terkecuali petugas medis dan import barang kebutuhan pokok serta keperluan emergency. Hal itu tak lain untuk menekan penyebaran Virus Corona yang semakin cepat.

Untuk poin yang kedua, MUI meminta masyarakat patuh terhadap kebijakan pemerintah untuk melakukan isolasi diri dan pengobatan bagi penderita COVID-19. Pengisolasian itu dilakukan agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Ibadah Berjamaah Berpotensi Menyebarkan Virus Corona

Tak terkecuali untuk beribadah secara berjamaah. MUI pun merekomendasikan penderita COVID-19 untuk mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur di rumah masing-masing. Selain sholat Jumat, kegiatan ibadah yang berpotensi mengumpulkan banyak masa seperti menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar juga tidak diperkenankan terlebih dahulu untuk sementara waktu. Sebab jika tetap dilakukan di tengah ancaman wabah seperti saat ini dikhawatirkan virus tersebut dapat menyebar lebih cepat.

Ini 3 Rekomendasi MUI di Tengah Wabah Corona

Sementara untuk poin nomer tiga, MUI mengimbau masyarakat untuk menerima kembali orang yang telah dinyatakan sembuh dari penyakit COVID-19. Sebab dalam beberapa kasus ditemukan bahwa ada pasien yang mendapat stigma negatif di masyarakat setelah diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit.

“Masyarakat hendaknya proporsional dalam menyikapi orang yang suspect atau terpapar COVID-19. Oleh karena itu masyarakat diharapkan bisa menerima kembali orang yang dinyatakan negatif dan/atau dinyatakan sudah sembuh ke tengah masyarakat serta tidak memperlakukannya secara buruk,” demikian bunyi rekomendasi MUI dalam fatwa nomor 14 tahun 2020.

[Baca Juga: Seberapa Efektif Thermal Scan untuk Cegah Wabah COVID-19?]

Selain tiga poin rekomendasi tersebut, MUI juga mengeluarkan fatwa haram bagi seseorang yang menimbulkan kepanikan dengan memborong dan menimbun kebutuhan pokok seperti masker.

"Tindakan yang menimbulkan kepanikan dan atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.