Kelapa Gading_Bisnis_Ini 4 Tahapan Agar Perusahaan Bisa Stabil_Yakub 1.jpg

Bisnis

Ini 4 Tahapan Agar Perusahaan Bisa Stabil

Hal itu disampaikan Mantan CFO Zalora Frans Budi Pranata ketika menjadi pembicara di acara seminar bertajuk Trend Bisnis Milenial Online dan Offline 2019 yang diadakan di Summarecon, Kelapa Gading (9/1/2019). Sebuah perusahaan bisa langgeng bukan dikarenakan ekspansi yang jor-joran, sebaliknya, tidak melakukan ekspansi cepat, justru bisa membuat perusahaan Anda berkelanjutan.

Menurut Frans, semua pengusaha tentu ingin memiliki perusahaan yang tumbuh cepat. Tapi semua itu tak bisa terjadi jika tak memiliki tahapan dan strategi terbaik untuk kestabilan perusahaan. Berikut empat tahapan ala Frans agar perusahaan bisa tumbuh stabil.

1. Formulasi

Formulasi atau rumusan strategi merupakan proses awal penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksud untuk menetapkan strategi dalam berbisnis. Frans melihat ukuran keberhasilan sebuah perusahaan bisa dilihat dari awal sang pendiri meramu formula bisnisnya. Jika Anda tak memiliki formulasi yang apik, maka bisa dipastikan perusahaan Anda tak akan bertahan lama.

[Baca Juga: Peluang Bisnis yang Patut Dicoba di Tahun 2019]

2. Konsentrasi

Jangan sampai Anda tidak memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk perusahaan. Pebisnis harus bisa konsentrasi dengan apa yang ingin ia capai. Frans membandingkan bahwa perusahaan yang bisa bertahan, rata-rata memiliki fokus pada produk yang sama.

Mengutip ucapan Steve Jobs yang mengatakan jangan lagi berada di jembatan penuh kebimbangan, karena Anda yang mengetahui apa yang terbaik. Maka, Anda adalah pion utama di dalam perusahaan sehingga dibutuhkan konsentrasi Anda untuk membuat perusahaan stabil.

Manfaatkan momentum untuk mendekatkan diri ke konsumen

3. Manfaatkan Momentum

Kecepatan dalam memanfaatkan momentum menjadi sebuah kunci bagi Frans agar perusahaan Anda bisa bertahan di era sekarang. Anda perlu mengikuti momentum untuk dijadikan senjata mendekatkan diri kepada konsumen. Anda harus mengetahui apa yang sedang konsumen butuhkan. Anda harus bisa memanfaatkan momentum tersebut dan agar bisa mendapatkan keuntungan.

[Baca Juga: Ponsel Pintar Ini Luncurkan Aplikasi Komunitas untuk Rangkul Konsumen]

4. Stabilitas

Agar perusahaan bisa tumbuh dan stabil perlu meluangkan waktu melakukan perbaikan demi menjaga stabilitas awak perusahaan. Seorang pengusaha dituntut untuk melakukan evaluasi terhadap semua yang telah dilakukan perusahaan. Untuk kemudian melakukan perbaikan jika dibutuhkan.

Dengan evaluasi ini, Frans menilai pemilik perusahaan akan menemukan beberapa celah atau kekurangan yang muncul saat strategi dijalankan. Setelah mengetahui kekurangan tersebut, Anda bisa melakukan perbaikan hingga tak lagi melakukan kesalahan yang sama dan perusahaan Anda pun akan stabil.

Read More

Artikel Lainnya

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021.jpg

Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021

11 April 2021, 08:06

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022. Meskipun pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar sekolah tatap muka dilaksanakan segera, namun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih belum bisa melaksanakan.

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang


Comments


Please Login to leave a comment.