PONDOK-INDAH_KESEHATAN_INI-ALASAN-ANDA-TIDAK-BOLEH-REMEHKAN-DENGKURAN_EMIL_1100-X-600-px_.jpg

Kesehatan

Ini Alasan Anda Tidak Boleh Remehkan Dengkuran

Saat dalam keadaan tertidur pulas, Anda acap kali tidak menyadari hal-hal yang Anda lakukan dalam keadaan tidak sadar. Salah satunya adalah mendengkur atau mengorok. Selain menganggu pasangan atau orang di sekitar Anda, kebiasaan mendengkur jika dibiarkan disinyalir dapat mengurangi kualitas kesehatan. Hal inilah yang Dr. Andreas Prasadia, RPSGT berusaha tangani melalui klinik gangguan tidurnya yang berlokasi di Pondok Indah Jakarta.

Mendengkur biasanya terjadi karena aliran udara yang melewati mulut dan hidung terhambat. Hambatan tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang terdiri dari, sebagaimana dilansir dari webmd.com:

  • Saluran udara di hidung tersumbat. Penyebab dari dengkuran ini bisa dipicu oleh alergi atau infeksi sinus. Deformitas di hidung dengan contoh polip sinus juga dapat menyebabkan hal ini.
  • Buruknya kondisi tonus otot di tenggorokan dan lidah. Pada penyebab dengkuran ini, biasanya dipicu oleh otot-otot di tenggorkan dan lidah dalam keadaan terlalu relaks sehingga menyebabkan otot-otot tersebut melemas serta jatuh ke arah saluran napas. Kondisi ini biasanya dipicu tidur yang sangat nyenyak, konsumsi minuman beralkohol dan obat tidur.
  • Jaringan tenggorokan yang besar. Penyebab mendengkur yang satu ini biasanya dipicu akibat seseorang mengalami kelebihan berat barat atau obesitas. Selain itu, anak-anak yang memiliki amandel besar juga kerap mendengkur.
  • Uvula panjang (jaringan yang menjuntai di belakang mulut) dapat menyempitkan pembukaan dari hidung ke tenggorokan. Kemudian saat struktur ini bergetar dan bergesekan maka saluran udara pun menjadi terhambat dan memicu dengkuran.

Pada laman resmi dari Snoring & Sleep Disorder Clinic yang dikelola oleh Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, menjelaskan bahwasanya mendengkur tidak bisa diremehkan begitu saja. Pasalnya bisa saja Anda mengidap gangguan tidur yang dikenal dengan nama Obstructive Sleep Apnea atau OSA yang di mana salah satu indikasinya adalah Anda kerap mengalami rasa kantuk yang berlebihan serta mendengkur.

OSA disebut dapat memicu gangguan kesehatannya lainnya dengan contoh hipertensi bahkan stroke. Untuk OSA sebenarnya sudah ada cara mengatasinya dan salah satunya adalah menggunakan alat Continous Positive Airway Pressure yang terhubung dengan masker untuk hidung serta mulut Anda. Namun demi memastikan apakah kebiasaan dengkuran Anda merupakan OSA, Anda tetap harus memeriksanya ke dokter spesialis seperti yang ada di Snoring & Sleep Disorder Clinic. Klinik ini berlokasi di Plaza 5 Pondok Indah Jakarta dan RS Mitra Kemayoran.

Read More

Artikel Lainnya

Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan, Fit Gourmet Hadirkan Jajanan Khas Indonesia .jpg

Kuliner

Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan, Fit Gourmet Hadirkan Jajanan Khas Indonesia

05 August 2020, 20:00

Fit Gourmet menghadirkan menu khusus di momen perayaan 17 Agustus ini dengan jajanan khas Indonesia yang sehat.

Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ridwan Kamil Siap Jadi Relawan.jpg

Kesehatan

Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ridwan Kamil Siap Jadi Relawan

05 August 2020, 19:00

Kang Emil mengumumkan siap membantu usaha uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan PT Bio Farma dan Unpad.

Sisca Soewitomo Juru Masak Legendaris Itu Akhirnya Gantung Panci

Kuliner

Sisca Soewitomo: Juru Masak Legendaris Itu Akhirnya Gantung Panci

05 August 2020, 15:00

Perempuan kelahiran Surabaya, 8 April 1949 ini legendaris kerap disebut sebagai Ratu Boga Indonesia akibat penampilannya yang lincah kala memasak di program televisi Aroma.

Ledakan di Beirut dan Efek Amonium Nitrat pada Kesehatan

Kesehatan

Ledakan di Beirut dan Efek Amonium Nitrat pada Kesehatan

05 August 2020, 14:00

Apabila terhirup, amonium nitrat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala batuk, sakit tenggorokan dan napas yang pendek.


Comments


Please Login to leave a comment.