Ini Alasan ASN di Kota Medan Selalu Gunakan Baju Adat di Hari Jumat.jpg

Kecantikan dan Fashion

Ini Alasan ASN di Kota Medan Selalu Gunakan Baju Adat di Hari Jumat

Tak bisa dipungkiri bila berbicara kota yang multietnis di Indonesia, maka Kota Medan menjadi salah satunya. Ini tak terlepas dari sisi sejarah hingga perekonomian yang menjadikan Kota Medan sebagai kota perdagangan, industri, hingga bisnis yang penting di Tanah Air. Dari sisi sejarah dan geografis, kota ini berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan dipandang sebagai pintu gerbang untuk masuk ke wilayah Indonesia bagian barat sehingga mendorong berbagai etnis untuk datang dan menjadi Kota Melayu Deli sebagai rumah mereka. Apalagi ini didukung oleh masyarakat Melayu yang membuka tangan mereka dengan kehadiran etnis-etnis lain. Situasi inilah yang mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengeluarkan kebijakan terkait baju adat.

Kebijakan yang dimaksud di sini adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) diharuskan mengenakan pakaian adat yang menjadi representasi dari 13 etnis yang menjadi Kota Medan sebagai rumah mereka setiap hari Jumat. Menurut Wali Kota Medan Bobby Nasution, hal ini dilakukan sebagai cerminan bahwa kota yang dipimpinnya bersifat multietnis dengan semuanya dirangkul oleh masyarakat Melayu Deli. Jadi jangan heran bila Anda melihat mereka menggunakan pakaian adat Melayu, Batak, Karo, Jawa, bahkan hingga Tionghoa.

Ini Alasan ASN di Kota Medan Selalu Gunakan Baju Adat di Hari Juma t.jpg

“Ini artinya Medan hari ini adalah Medan yang multietnis. Namun yang perlu kita sampaikan, kemultietnisan Kota Medan tidak terlepas dari keterbukaan masyarakat Melayu yang menerima seluruh etnis yang ada di Kota Medan,” ujar Menantu Presiden Joko Widodo itu dalam Gerakan Melayu Serumpun di Istana Maimun, sebagaimana dikutip dari Portal.Pemkomedan.go.id (31/10/2022).

Berbicara mengenai unsur Melayu, Bobby juga turut menyadari pertanyaan dari masyarakat etnis Melayu yang mempertanyakan mengapa gapura berunsur budaya Melayu di area perbatasan Medan dengan Deliserdang belum lama ini dihancurkan. Orang nomor satu di Kota Melayu Deli itu menegaskan, keputusan ini diambil bukan berarti simbol kemelayuan berusaha dibongkar oleh Pemko Medan tapi justru untuk merevitalisasinya.

[Baca Juga: Peringatan Hardiknas 2021, Peserta Kenakan Baju Adat]

“Seolah-olah lambang atau simbol kemelayuan kami bongkar. Benar sekali kami bongkar, tapi akan kami ganti dengan yang baru sehingga lebih bagus lagi. Sebab, seperti tempat-tempat yang lain yang ada di Kota Medan dan umurnya saya rasa sudah sangat pantas untuk kita revitalisasi menjadi lebih baik lagi. Dengan begitu kita semakin bangga warga Kota Medan dan kita bangga sebagai warga Melayu,” tambahnya.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.