Ini Alasan Mantan Pembalap F1 Memilih Berkarir di Formula E

Berita Kawasan

Ini Alasan Mantan Pembalap F1 Memilih Berkarir di Formula E

Jakarta terus berbenah jelang digelarnya seri Balapan Formula E yang akan berlangsung Juni 2020. Rencananya, kawasan Monas dipilih sebagai venue berlangsungnya lomba adu cepat mobil listrik yang akan diikuti 24 pembalap itu. Meski menyisakan 7 bulan lagi, tapi dukungan dari berbagai pihak sudah mulai datang.

Salah satunya dari mantan Pembalap Formula 1 Stoffel Vandoorne. Pembalap asal Belgia yang kini menggeluti ajang balap listrik Formula E ini mengaku tidak sabar ingin segera terlibat dalam ajang Formula E Jakarta ePrix pada Juni 2020. Hal itu diungkapkannya ketika bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam Meet and Greet Persiapan Formula E yang digelar di ruang tamu Balai Kota DKI Jakarta pada 12 November 2019.

Ini Alasan Mantan Pembalap F1 Memilih Berkarir di Formula E

“Saya sangat terkesan dengan venue balapan nanti karena berlokasi di salah satu monumen ikonik di Jakarta Monas. Jadi itu akan menjadi tempat yang bagus untuk balapan dan orang-orang juga akan menikmatinya,” kata Vandoorne seperti dilansir dari beritajakarta.id (13/11/2019).

Meski begitu, ternyata masih banyak orang yang belum tahu tentang perbedaan mendasar antara Formula 1 dengan Formula E. Apa saja perbedaannya?

1) Kecepatan

Meski memiliki bentuk mobil yang hampir mirip, namun dari segi kecepatan, mobil Formula 1 tentu lebih cepat dibandingkan Formula E yang bertenaga listrik. Jika mobil F1 mampu mencapai kecepatan rata-rata 300km/jam, maka mobil Formula E dapat melesat dari kondisi diam menuju 100 km/jam hanya dalam 2.8 detik sebelum mencapai kecepatan maksimal 280 km/jam.

[Baca Juga: Melatih Anak Menjadi Pembalap Profesional di 43 Racing School]

2) Kebisingan

Jika kita menyaksikan gelaran Formula 1 baik dari televisi maupun secara langsung, tentu kita bisa mendengar suara deru mesin mobil yang cukup memekakan telinga. Jelas saja karena Formula 1 menghasilkan tingkat kebisingan mencapai 134 dB (desibel). Lain halnya dengan mobil Formula E yang kebisingannya berada di tingkat 80 dB.

Ini Alasan Mantan Pembalap F1 Memilih Berkarir di Formula E

3) Lintasan

Jika pada balapan F1 umumnya digelar di sirkuit resmi, Formula E selalu digelar di jalanan Ibu Kota. Untuk di Jakarta, kawasan Monas dipilih sebagai venue balap. Dimulai dari jalan Medan Merdeka Selatan kemudian mengelilingi kawasan Monas dan akan berakhir di Jalan Medan Merdeka Selatan. Trek yang rencananya akan dibuat sepanjang 2,6 kilometer itu rencananya akan memiliki 11 sampai 12 tikungan serta 3 titik pengereman hard brake.

Ini Alasan Mantan Pembalap F1 Memilih Berkarir di Formula E

4) Formula E Tidak Mengenal Pit Stop

Seperti yang kita tahu, Pit Stop atau tempat pemberhentian pembalap sering kita lihat pada ajang balap seperti Moto GP ataupun Formula 1. Pembalap biasanya memanfaatkan Pit Stop untuk mengisi bahan bakar atau pun mengganti ban. Namun tidak untuk ajang Formula E. Hal itu dikarenakan ban pada mobil Formula E mampu beradaptasi dengan segala macam cuaca, sehingga tidak perlu ada pergantian ban di sela balapan. Selain itu, karena tidak adanya pit stop, maka manajemen baterai harus benar-benar dikuasai pembalap Formula E. Salah perhitungan nantinya malah tidak sampai ke garis finish.

[Baca Juga: Pameran Hologram Tampilkan Sejarah Jakarta di Monas Week 2019]

Ramah Lingkungan

Karena menggunakan mobil listrik, tentunya gelaran Formula E ini ramah lingkungan. Itu pula yang menjadi salah satu alasan Vandoorne beralih dari F1 dan akhirnya mengikuti ajang Formula E.

"Kami membalap di kota-kota besar, dengan teknologi yang ramah lingkungan. Jadi ini ajang yang bagus dan saya menikmatinya," kata mantan pembalap McLaren di ajang F1 periode 2016-2018 itu.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.