Ini Aturan Jam Kerja Wilayah Jabodetabek Di Era New Normal

Bisnis

Ini Aturan Jam Kerja Wilayah Jabodetabek Di Era New Normal

Sepekan sudah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi Fase I diberlakukan di Jakarta. Sejalan dengan penerapan tersebut, berbagai regulasi pun terus dibuat oleh pemerintah.

Adapun kebijakan yang terbaru dibuat oleh Gugus Tugas Nasional yakni pengaturan jam kerja untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus SARS-CoV- 2 penyebab COVID-19 akibat kepadatan penumpang di transportasi umum pada hari kerja.

Aturan terkait jam kerja untuk wilayah Jabodetabek itu pun diatur dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pengaturan Jam Kerja pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di wilayah Jabodetabek. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, berdasarkan data satu moda transportasi, lebih dari 75 persen penumpang KRL adalah para pekerja, baik ASN, BUMN, maupun swasta.

“Kalau kita perhatikan detail pergerakannya, hampir 45 persen mereka bergerak bersama-sama di sekitar jam 5.30 sampai 6.30,” ujar Yurianto, dilansir dari Covid19.go.id (15/6/2020).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat berisiko bagi masyarakat yang berangkat kerja pada waktu bersamaan. Dalam Surat Edaran tersebut akan mengatur dua tahapan awal mulai bekerja, yang diharapkan dapat berpengaruh pada waktu akhir hari jam kerja. Hal ini dilakukan agar adanya keseimbangan antara kapasitas moda transportasi umum dengan jumlah penumpang.

Pada tahap pertama atau gelombang yang pertama, pekerja akan memulai pekerjaan mulai pukul 07.00 sampai 07.30 WIB. Dengan waktu 8 jam kerja, maka akan mengakhiri pekerjaannya di 15.00 atau 15.30 WIB.

Sementara itu pada tahap kedua atau gelombang kedua, akan memulai pekerjaan pada pukul 10.00 sampai 10.30 WIB. Pada gelombang kedua diharapkan akan mengakhiri jam kerja pada 18.00 dan 18.30 WIB.

Kelompok Rentan Diharapkan Dapat Kerja Dirumah

“Pembagian ini tentunya tidak akan menghilangkan kebijakan yang kita harapkan diberikan oleh semua institusi, baik itu institusi pemerintah, BUMN, maupun swasta, untuk tetap mempekerjakan dari rumah untuk pegawainya yang memiliki risiko tinggi terpapar dan berdampak buruk kepada yang bersangkutan dari COVID-19,” jelasnya.

Terkait adanya pekerja yang masuk dalam kelompok rentan atau berisiko tinggi terpapar COVID-19, Yurianto mengatakan agar dapat diberikan kebijakan untuk bekerja di rumah. Kelompok tersebut seperti yang memiliki penyakit komorbid, antara lain hipertensi, diabetes ataupun kelainan penyakit paru obstruktif, serta lansia.

“Kita tidak hanya berbicara tentang keberadaan para penumpang di dalam kereta, namun ada proses perjalanan dari rumah menuju ke stasiun. Proses menunggu di stasiun, dan demikian sebaliknya dari stasiun menuju tempat pekerjaan, dan seterusnya. Ini betul-betul harus kita atur volumenya, sehingga physical distancing bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” lanjut Yurianto.

Sebagai informasi, Surat Edaran ini berlaku pada 15 Juni. Diharapkan protokol kesehatan dapat diterapkan lebih baik lagi dan konsisten. Baik pada sisi aspek fasilitas yang tersedia serta masyarakat yang menggunakannya.

“Keseimbangan ini harus kita laksanakan dan kita membutuhkan kerjasama, dan partisipasi semuanya,” tutupnya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.