Ini Bahaya Polusi Udara Terhadap Tubuh Anda

Kesehatan

Ini Bahaya Polusi Udara Terhadap Tubuh Anda

Jika Anda berdomisili di Jakarta, sebaiknya Anda lebih berhati-hati terhadap polusi udara di sekitar. Pasalnya, DKI Jakarta menempati puncak daftar kota paling tinggi polusi udara di Asia Tenggara pada tahun 2018 menurut hasil studi Greenpeace dan IQ AirVisual.

Sementara, Ibukota India New Delhi menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Rata-rata harian kualitas udara di Jakarta sendiri dengan indikator PM 2.5 pada tahun 2018 mencapai 45,3 mikrogram per meter kubik udara.

[Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Berencana Batasi Pemakaian Detergen]

Seperti yang dilansir dari BBCnews.com (4/4/2019), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pedoman kualitas udara rata-rata harian 25 mikrogram per meter kubik udara. Rata-rata harian kualitas udara di Jakarta lebih buruk 4,5 kali lipat dari batas aman dan batas sehat yang ditetapkan oleh WHO. Angka itu juga meningkat dibanding tahun 2017 yang semula berjumlah 29,7.

Maka, keadaan Indonesia saat ini termasuk dalam darurat kesehatan masyarakat. Selain cukup menganggu pandangan mata, polusi yang merupakan kumpulan nitrogen dioksida, dan partikel racun ini sangat berbahaya bagi tubuh seseorang.

[Baca Juga: Cegah Pencemaran Sampah Plastik dengan Lakukan Hal Ini]

Efek yang paling berpengaruh terhadap tubuh ialah masalah pernapasan. Siapa pun yang menderita asma, lebih berisiko, karena udara kotor dapat menyebabkan masalah kronis. Semua udara yang tercemar itu dapat melukai paru-paru Anda, bahkan dapat merusak otak Anda dan dapat merusak hampir semua organ dalam tubuh.

Tak hanya bisa menyebabkan Anda terkena asma, polusi udara juga dapat memperburuk kondisi pernapasan lainnya. Penyakit pernapasan seperti emfisema dan bronkitis kronis, dan kanker paru-paru dapat Anda derita jika tak memedulikan bahaya polusi udara di sekitar.

[Baca Juga: Baru Memulai Gaya Hidup Zero Waste? Ikuti Langkah Ini]

Salah satu Doktor dari King’s College London Ben Barret melakukan penelitian terhadap anak-anak yang lahir di lingkungan yang lebih tercemar. Hasilnya, anak-anak tersebut menghadapi tantangan yang lebih besar dalam bertahan hidup dengan polusi ekstrim.

"Belum tentu ada penyakit tertentu yang bisa berkembang melalui polusi udara. Tetapi tubuh mereka kurang mampu mengatasi tantangan itu ketika mereka memasuki masa remaja dan memasuki usia tua,” tutur Ben.

Jika Anda berada di area dengan polusi udara cukup tinggi sebaiknya Anda rutin menggunakan masker dalam melakukan aktivitas sehari-hari.


Read More

Artikel Lainnya

tiket.com Buka Pemesanan Konser Internasional Perdana BCL.jpg

Hobi dan Hiburan

tiket.com Buka Pemesanan Konser Internasional Perdana BCL

16 August 2022, 17:28

Pada pekan ini penyanyi Bunga Citra Lestari siap manggung di konser internasional perdananya melalui BCL Blossom Intimate Concert di Singapura dan tiketnya sudah bisa dipesan melalui tiket.com.

Perdana Pasca-Pandemi, Paskibraka di Kota Surabaya Dikukuhkan dengan Formasi Lengkap.jpg

Pendidikan

Perdana Pasca-Pandemi, Paskibraka Surabaya Dikukuhkan dengan Formasi Lengkap

16 August 2022, 15:27

Setelah selama dua tahun upacara HUT RI di Kota Surabaya dihadiri dengan pasukan Paskibraka di bawah 10 orang, untuk upacara besok, formasi 99 anggota telah kembali diterapkan.

Guna Kembangkan Metode WGS, East Ventures Dukung Peluncuran BGSi Kemenkes.jpg

Kesehatan

East Ventures Dukung Peluncuran BGSi Kemenkes

16 August 2022, 13:25

Demi mendorong pengembangan Whole Genome Sequencing di Indonesia, East Ventures memberikan dukungan program BGSi dari Kemenkes RI.

Dijual Tepat Momen HUT RI ke-77, Ini Harga Infinix Smart 6 Plus.jpg

Bisnis

Dijual Tepat Momen HUT RI ke-77, Ini Harga Infinix Smart 6 Plus

16 August 2022, 11:22

Infinix Indonesia kembali umumkan ponsel pintar yang ramah di kantung dan siap dijual perdana di momen 17 Agustus besok.


Comments


Please Login to leave a comment.