Ini Cara Ibadah Puasa Aman untuk Penderita Jantung dan Hipertensi

Kesehatan

Ini Cara Ibadah Puasa Aman untuk Penderita Jantung dan Hipertensi

Mungkin tak sedikit orang yang memiliki riwayat penyakit jantung serta hipertensi cenderung tidak mengikuti ibadah puasa Ramadhan. Di mana faktor utamanya adalah terkait obat-obatan yang harus dikonsumsi setiap harinya. Namun berdasarkan penelitian, ternyata puasa Ramadhan sendiri memiliki manfaat kesehatan untuk organ kardiovaskular. Jadi dengan penyesuaian tertentu, penderita jantung dan hipertensi sebenarnya dapat mengikuti ibadah puasa di bulan suci ini.

Hal ini diungkapkan Dr. David Dwi Ariwibowo, Sp.JP dalam webinar yang digelar Klinik LightHOUSE Indonesia pada 12 Mei 2020. Dalam sesi program bertajuk Sehat Saat Puasa di Masa Pandemi Bagi Penderita Jantung & Hipertensi itu, David memaparkan bagaimana sudah banyak penelitian yang menemukan terdapat manfaat positif dari menjalani puasa Ramadan untuk kesehatan organ tubuh Anda. Apalagi ini hanya bersifat puasa sementara bukan 24 jam penuh atau istilahnya intermittent fasting sehingga tidak memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja fungsi organ.

Ini Cara Ibadah Puasa Aman untuk Penderita Jantung dan Hipertensi

Manurut paparan dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Royal Taruma ini, setidaknya ada sekitar enam manfaat puasa Ramadhan yang baik untuk penderita penyakit jantung dan hipertensi. Manfaatnya terdiri dari:

  • Seseorang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan bila dibandingkan di hari-hari biasa maka terlihat terdapat penurunan kolestrol total (TC), kolestrol jahat (LDL), dan meningkatnya kolestrol baik (HDL) dalam tubuh mereka.
  • Kadar gula darah yang membaik pasca-Ramadhan.
  • Menurunnya tekanan darah.
  • Menurunkan berat badan dan lingkar perut.
  • Penurunan yang signifikan dalam kebiasaan merokok.
  • Puasa tidak menurunkan kekebalan tubuh (sehingga tidak perlu khawatir imun tubuh menurun di tengah pandemi COVID-19).

[Baca Juga: Akibat Komplikasi Jantung, Uji Chloroquine Dosis Tinggi Dihentikan]

Terkait aktivitas fisik selama bulan puasa Ramadhan, David menyoroti bagaimana pembatasan aktivitas juga penting untuk penderita penyakit jantung, khususnya untuk kategori yang berat. Hal ini dianggap penting untuk mencegah kambuhnya penyakit sekaligus memastikan kelancaran berpuasa hingga azan Magrib berkumandang.

“Bilamana pun tidak berpuasa pada pasien yang mengalami gangguan jantung yang berat, otomatis aktivitas fisiknya akan dibatasi. Tidak melakukan aktivitas yang berat yang bisa memperburuk kondisi dari jantungnya itu sendiri dan hal ini akan tetap kita laksanakan selama bulan puasa dan tentunya dengan mungkin pembatasan yang lebih ketat lagi. (Ini) untuk mencegah terutama dehidrasi, mencegah turunnya kadar gula darah yang berlebihan sehingga tidak memberikan kondisi yang memperburuk kondisi jantung,” jelas alumni Universitas Indonesia itu dalam sesi tanya jawab webinar yang digelar klinik LightHOUSE Indonesia (12/5/2020).

[Baca Juga: Menurut Anies, Puasa Kala Pandemi Seperti Ramadan Zaman Rasulullah]

Lalu bagaimana dengan konsumsi obat-obatannya? Menurut David hal ini sebenarnya bisa diadaptasi. Di mana penderita penyakit jantung serta hipertensi terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter pribadinya masing-masing. Ia sendiri memberikan solusi rutinitas yang bisa diterapkan. Untuk obat yang diminum sehari sekali, ada baiknya dikonsumsi ketika sahur atau malam hari dan untuk yang dua kali sehari bisa dikonsumsi sahur atau berbuka.

Namun jika obat yang Anda konsumsi ternyata harus tiga atau empat kali diminum, dokter spesialis di Rumah Sakit Royal Taruma itu memberikan jadwal yang bisa dicoba. Di mana untuk obat yang dikonsumsi tiga kali sehari, Anda bisa meminumnya saat sahur, saat berbuka, dan tengah malam (sebelum tidur kira-kira pukul 23.00). Kemudian untuk obat yang harus diminum empat kali sehari, maka Anda bisa memberikan rentan waktunya sekitar empat jam. Polanya adalah meminum saat jam 04.00 atau ketika sahur, kemudian pukul 18.00 saat berbuka, lalu jam 22.00, dan terakhir ketika dini hari, yaitu pukul 01.00 pagi. Dengan menerapkan semua pola ini maka Anda tetap bisa menjalankan puasa Ramadhan sepenuhnya.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.